Oleh : Raditya Rahman )*

Pemerintah belum memutuskan kapan status pandemi akan berakhir, sehingga penting bagi kita semua untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sekaligus mengikuti program vaksinasi yang masih berjalan sampai saat ini.

Banyak ahli menilai bahwa protokol kesehatan yang harus dilakukan tidak cukup hanya menerapkan 3M tetapi harus ditingkatkan menjadi 5M. Ditambah dengan 2M yaitu Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Aestika Oryza Gunarto menilai bahwa tambahan protokol 2M tersebut sebenarnya bukan hal yang baru. Hal tersebut rupanya sering ditekankan oleh para pengambil kebijakan guna mencegah penyebaran Covid-19 sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan.

Aestika sendiri rupanya sudah jauh mengurangi intensitas kegiatan dengan monilitas tinggi dan menjauhi kerumunan atau tempat ramai juga sudah dilakukan semenjak Covid-19 pertama kali merebak pada tahun lalu sampai saat ini.

Menurutnya, mengurangi mobilitas bukan berarti tidak dapat beraktifitas dan tidak produktif. Sekarang sudah banyak kantor yang menerapkan Work From Home (WFH) dan mereka bisa tetap produktif walaupun bekerja dari rumah. Terlebih saat ini sudah banyak tersedia platform digital untuk berkomunikasi dan bekerja dari manapun.

Para pelaku usaha juga sudah mulai berinovasi dengan melakukan pemasaran secara daring, sehingga aktifitas jual beli bisa dilakukan tanpa harus bertemu langsung.

Selain itu, dengan adanya vaksinasi tentu saja hal ini adalah langkah yang baik dalam mencegah penyebaran Covid-19. Namun, Aestika juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan, karena vaksinasi dan protokol kesehatan merupakan satu kesatuan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Perlu diketahui pula, bahwa banyak penelitian yang menyatakan bahwa rajin mencuci tangan, ternyata dapat menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus corona sebesar 35%.

Sedangkan pemakaian masker kain dapat mengurangi penularan virus hingga 45%, sementara masker kain dapat mengurangi risiko tertular sebanyak 75%.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Agama, Yaqut Choli Qoumas menerbitkan instruksi Nomor 01 tahun 2021 tentang gerakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan 5M yang merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Joko Widodo.

Jokowi telah meminta Menteri Agama untuk membantu mengoptimalkan implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Secara umum, instruksi tersebut meminta ASN di lingkup Kemenag untuk menjadi teladan dalam penerapan 5M pada setiap aktifitas di kantor maupun di luar kantor. Selain itu, ASN juga harus aktif dalam sosialisasi dan penerapan disiplin protokol kesehatan di lingkungan satkernya, termasuk dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat. ASN Kemenag juga diminta meminimalisir kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan banyak orang.

Selain itu, Jokowi juga meminta kepada jajaran terkait untuk turut melibatkan sebanyak-banyaknya pakar dan epidemiolog. Keterlibatan dan kerja sama para pakar bersama pemerintah nantinya diharapkan akan menghasilkan desain kebijakan yang lebih baik dan komprehensif.

Hingga saat ini jumlah pasien Covid-19 masih bergejolak, pertambahan pasien kerap ditemui pasca libur panjang. Sehingga salah satu upaya selain kepatuhan terhadap protokol kesehatan adalah menjalankan program vaksinasi.

Vaksin merupakan produk zat biologi berupa antigen yang dibuat dengan tujuan merangsang pembentukan kekebalan spesifik terhadap bakteri atau virus penyebab penyakit tertentu, sehingga apabila terpapar, orang yang mendapat vaksin dapat terhindar dari penularan atau terhindar dari sakit berat akibat penyakit tersebut. Vaksin akan bekerja ketika dimasukkan ke dalam tubuh baik melalui jalur suntikan, oral ataupun intranasal.

Vaksin Covid-19 sendiri merupakan vaksin yang diberikan melalui jalur suntikan ke dalam massa otot lengan atas untuk menstimulasi sistem imun atau kekebalan tubuh terhadap virus tersebut.

Vaksin Covid-19 menjadi penting karena vaksin tersebut menawarkan perlindungan berupa kekebalan tanpa perlu terinfeksi virus corona.

Selain itu, vaksinasi juga bertujuan untuk mendorong terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok. Hal ini penting dikarenakan ada sebagian orang yang belum atau tidak dapat divaksin seperti orang yang mengidap autoimun, anak-anak, dll.

Protokol kesehatan 5M dan vaksinasi adalah kombinasi yang tidak dapat dipisahkan, keduanya harus berjalan bersinergi agar pandemi covid-19 dapat berakhir.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh: Halimatussyadiah (Warganet Kota Depok)

Selama setahun lebih perkembangan kasus Covid-19 belum juga membaik di Indonesia. Bahkan peneliti telah menemukan berbagai varian baru Covid-19 yang diketahui memiliki kemampuan penularan yang lebih tinggi. Menurut Menteri Kesehatan, penyebaran varian baru di Tanah Air berasal dari Arab Saudi, Afrika, India, dan Malaysia.

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia pernah mengatakan dalam jumpa pers pada Senin, 17 Mei 2021 bahwa varian baru ini lebih cepat penularannya.

Oleh karena itu, masyarakat harus selalu mematuhi ptokol kesehatan demi melindungi diri sendiri maupun orang lain. Pemerintah Indonesia menekankan seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan pentingnya penelusuran kontak erat dengan orang yang terpapar Covid-19.

Meski varian baru Covid-19 banyak ditemukan, dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) penularannya bisa dicegah. Dalam hal ini, keseriusan masyarakat dalam mematuhi prokes 3M harus lebih ditingkatkan. Seperti yang diketahui, prokes 3M, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak aman. Disiplin terhadap protokol kesehatan melalui 3M tersebut dilakukan demi menekan angkat kasus Covid-19 yang semakin merajalela.

Sejumlah aturan pemerintah dalam mendorong penekanan angka kasus Covid-19 juga terus digalakkan. Seperti pada bulan Ramadan silam, masyarakat dilarang untung mudik ke kampung masing-masing.

Pemerintah tidak memiliki niat untuk mengekang atau bahkan menghalangi masyarakat dalam menjalankan tradisi mudik Lebaran, melainkan semata-mata untuk mencegah hal yang lebih buruk terjadi, yaitu munculnya gelombang dua pandemi Covid-19.

Meski demikian, pemerintah juga telah bersiap untuk mengantisipasi adanya kemungkinan lonjakan kasus yang terjadi pascalibur lebaran kali ini. Hal tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah agar jika nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Indonesia memiliki alternatif dan dampak negatif bisa diminimalisasi.

Komunitas Generasi Literasi Terbit (GESIT) merupakan komunitas warganet milenial yang terdiri dari YouTuber, blogger, vlogger, dan konten kreator dari berbagai wilayah Indonesia yang terus konsisten meliterasi pegiat media sosial fan milenial , seperti ssat ini dengan mengajak dan mengingatkan masyarakat Indonesia agar waspada terhadap penyebaran mutasi Covid-19 melalui penerapan disiplin Prokes 5M dan melaksanakan vaksinasi guna cegah gelimbang kedua pandemi Covid-19.

Ketua GESIT Anggara Purissta mengajak warganet dan generasi milenial mendukung upaya penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah dengan melakukan vaksinasi dan disiplin Prokes 5M Dalam rangka Cegah Gelombang Kedua mutasi Covid-19.

“Jangan sampai gelombang kedua yang terjadi di India yang berpotensi lebih mengkhawatirkan dampaknya, juga terjadi di Indonesia. Protokol kesehatan yang selama ini dilaksanakan perlu dijaga, bahkan ditingkatkan. Lakukan vaksinasi jika tiba gilirannya dan laksanakan prokes 5M; memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi” Ujar Anggara.

Selain itu, Komunitas GESIT mengimbau dan mengajak semua khalayak  khususnya  seluruh elemen warganet agar melawan konten hoaks dan provokatif serta mendukung pemerintah dalam upaya penanganan pandemi Covid-19.

“Bersama kita melawan Hoaks dan Konten provokatif seputar penanganan pandemi covid-19 oleh pemerintah demi Indonesia yang lebih sehat dan kuat” Tambah Anggara.

Sebelumnya sepanjang bulan Mei ini Komunitas GESIT terus  melakukan kampanye aksi  penyebaran konten informasi positif terkait penyebaran mutasi covid-19 agar masyarakat dapat mencegah dan mengantisipasinya dengan lakukan vaksinasi dan disiplin Prokes 5M serta didukung dengan  deklarasi online  warganet dari  berbagai daerah tentang ajakan mensukseskan penanganan pandemi covid-19 oleh pemerintah, yang isi deklarasinya diantaranya:

Pertama, Siap menjaga Persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945 Serta Kebhinekaan.

Kedua, Siap mendukung upaya penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah dengan melakukan vaksinasi dan disiplin Prokes 5M dalam rangka Cegah Gelombang Kedua Covid-19.

Ketiga , Siap berkontribusi mengedukasi dan menginformasikan masyarakat akan pencegahan dan bahaya gelombang kedua mutasi virus Covid-19 demi suksesnya penanganan Covid-19 oleh pemerintah.

Oleh: Zakaria )*

Program vaksinasi nasional sudah diselenggarakan sejak awal 2021. Masyarakat diminta untuk menaatinya, karena ini adalah kunci penting dalam mengatasi pandemi. Namun walau sudah disuntik vaksin, tetaplah menaati protokol kesehatan, agar tidak terkena keganasan corona.

Saat vaksin Sinovac sudah mendarat di Indonesia, maka masyarakat lega karena mereka akan disuntik dan mendapatkan tambahan kekebalan tubuh dari corona. Apalagi ketika vaksin diberikan oleh pemerintah secara gratis. Masyarakat makin dimudahkan untuk mendapatkan akses kesehatan dengan lebih cepat.

Program vaksinasi nasional sudah dimulai dan yang diprioritaskan adalah tenaga kesehatan, baru para pekerja di sektor pelayanan publik, misalnya guru, wartawan, dll. Hukum dari vaksinasi ini adalah wajib, karena jika semua orang sudah divaksin, kekebalan kelompok akan terbentuk. Kita bisa bebas dari status pandemi yang memilukan.

Masyarakat diminta untuk taat dan mau disuntik vaksin. Karena vaksin corona yang masuk ke Indonesia terbukti aman. Presiden Jokowi yang membuktikannya sendiri, karena beliau yang pertama kali disuntik vaksin Sinovac. Pasca injeksi, tidak ada efek samping berat yang terlihat. Juga setelah 1-2 bulan kemudian, beliau tidak menampakkan gejala sakit apa-apa setelah disuntik.

Selain aman, vaksin corona juga dijamin halal MUI. Pihak MUI yang memberi garansi, karena sudah meneliti aspek kehalalan dan keamanan vaksin covid-19, bahkan saat masih dibuat di lab di RRC. Mereka memang mengawasi mulai dari awal pembuatan hingga selesai dan setelah diuji lagi, terbukti halal. Karena vaksin ini tidak mengandung gelatin babi atau bahan non halal lainnya.

Jika MUI sudah menjamin, masihkah kita menolak vaksinasi? Ketika sudah halal, maka haram hukumnya untuk ditolak. Jangan ada yang ikut-ikutan kaum antivaks yang menyebalkan, yang percaya bahwa segala vaksin itu berbahaya. Justru jika tidak disuntik vaksin akan berbahaya karena menyebabkan tubuh mudah terkena corona.

Setelah mendapat giliran vaksinasi, maka menunggu injeksi berikutnya dalam waktu sekitar 2 minggu. Saat sudah divaksin apakah 100% aman dari corona? Jawabannya belum tentu, jika tidak disiplin pakai masker. Hal ini bukan berarti kualitas vaksinnya jelek, karena efikasi dari vaksin Sinovac mencapai lebih dari 65%. Melainkan vaksin corona berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Ketika sudah divaksin maka masih tetap wajib menaati protokol kesehatan. Tak hanya 3M bahkan harus 5M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Semua wajib dilakukan tanpa kecuali. Karena saat ini virus covid-19 makin ganas dan bermutasi, oleh karena itu protokol 5M menyempurnakan perlindungan pasca vaksinasi.

Memakai masker masih wajib dilakukan, karena menurud dokter Reisa Brotoasmoro, efektivitas pemakaian masker baru terjadi ketika ada minimal 75% orang yang memakainya dalam 1 lingkungan. Jika kita malas pakai masker dan ditiru oleh anak-anak dan tetangga, apa jadinya? Apakah mau terkena corona massal?
Masker masih wajib dipakai bahkan pasca vaksinasi. Karena belum semua orang disuntik vaksin, sehingga herd immunity belum terbentuk. Kenakan masker sesuai standar WHO, yakni masker kain atau masker sekali pakai, yang mudah didapatkan di minimarket sekalipun.

Patuhi juga protokol kesehatan lain seperti mencuci tangan atau pakai hand sanitizer. Sementara menjaga jarak dan menghindari kerumunan bisa dilakukan sekaligus, karena kita memang tidak boleh berdekatan dengan orang lain untuk sementara. Juga wajib hindari keramaian, karena siapa tahu di sana ada OTG. Kurangi juga mobilitas karena terbukti jika ada pergerakan massal, mengakibatkan naiknya pasien covid.

Tetaplah berdisiplin dalam menaati protokol kesehatan dan jangan lelah memakai masker. Walau sudah disuntik vaksin, disiplin prokes masih wajib dilakukan. Karena vaksinasi meningkatkan kekebalan tubuh tetapi corona yang ada di luar sana makin bermutasi dan mengganas.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor