Oleh : Firza Ahmad )*

Ketika praperadilan Rizieq ditolak oleh hakim, maka kasusnya akan diteruskan. Ia gagal untuk berkelit dari hukuman dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di dalam bui. Rizieq terbelit berbagai kasus sehingga penyelidikannya akan tetap dilanjutkan.

Rizieq Shihab hanya bisa gigit jari saat praperadilan kasusnya ditolak mentah-mentah oleh hakim di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sahyuti, sang hakim tunggal, beralasan bahwa penyelidikan yang dilakukan oleh polri sudah benar. Juga lengkap dengan bukti dan saksi. Sehingga gugatan praperadilan dinyatakan tidak logis.

Ketika praperadilan Rizieq ditolak, maka penegak hukum akan melanjutkan kasusnya. Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengky menyatakan bahwa proses penyidikan yang dilakukan terhadap tersangka (Rizieq) yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya dilanjutkan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kombes Pol Hengky menerangkan, kelanjutannya adalah dengan cara penyidik menyerahkan berkas perkara kepada jaksa penuntut umum untuk diteliti dan dilaksanakan sidang terkait materi pokok perkara. Penyidik akan membawa 3 berkas perkara, yakni kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung, serta kasus di sebuah RS swasta di Bogor.

Berkas perkara Rizieq ada 3, karena ia terbukti melanggar peraturan lebih dari sekali. Pertama, pada kasus kerumunan di Petamburan, ia mengundang 10.000 orang untuk datang ke pesta pernikahan putrinya. Padahal sudah jelas melanggar protokol kesehatan. Ia melanggar 2 pasal sekaligus, yakni pasal 160 dan 216 KUHP dengan ancaman pidana 6 tahun.

Kedua, Rizieq jadi tersangka tunggal kasus kerumunan di Megamendung. Ia berceramah dan membuat banyak orang datang, dan tidak ada physical distancing. Dalam kasus ini ia terbelit pasal 216 KUHP, pasal 14 ayat 1 dan 2 UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit. Juga pasal 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

Sedangkan di kasus RS swasta, Rizeq melanggar pasal 14 ayat 1 dan 2 tentang wabah penyakit. Juga pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana, serta pasal 216.
Banyaknya pasal yang membelit Rizieq otomatis membuat gugatan praperadilan ditolak oleh hakim. Bagaimana bisa ia meminta kebebasan, padahal melanggar berbagai aturan? Indonesia adalah negara hukum dan sebagai WNI ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang berkali-kali melanggar hukum.

Masyarakat mendukung penuh polri untuk mengusut kasus Rizieq. Mereka sudah gerah terhadap tingkahnya yang sok aksi dan membanggakan statusnya. Padahal sebagai penceramah, seharusnya ia memberi teladan baik. Namun kebalikannya, ia malah mempengaruhi jamaahnya untuk melanggar protokol kesehatan.

Rizieq tidak bisa berkelit dari jerat hukum karena kekeras-kepalaannya, ia menularkan corona ke 80 orang jamaahnya. Mereka terinfeksi virus covid-19 pasca menghadiri acara di Petamburan dan Megamendung. Sehingga amat wajar jika Rizieq dihukum karena menyebabkan orang lain sakit parah.

Jika saja Rizieq Shihab menuruti aturan untuk karantina mandiri 14 hari pasca pulang dari luar negeri, akan terlihat ia terkena corona atau tidak. Namun karena merasa sehat, ia malah jumawa dan akhirnya mengakibatkan banyak orang celaka. Kesombongannya berakhir di penjara dan ia hanya bisa menangis saat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari kasus Rizieq, masyarakat merasa pemerintah sudah berbuat adil, dengan menghukumnya sesuai dengan pasal-pasal yang ada. Hukuman dirasa sudah pantas dan ia harus belajar untuk taat kepada peraturan di Indonesia. Jangan mentang-mentang punya jabatan dan banyak fans, lalu jadi sombong dan tidak mengindahkan hukum.

Masyarakat mendukung penuh kelanjutan penyidikan kasus Rizieq, karena faktanya, ia terkena banyak pasal dari beberapa kasus. Sehingga bisa jadi hukumannya akan ditambah dan dendanya juga diperbesar. Seorang public figure seperti Rizieq tidak sepantasnya sengaja melanggar peraturan dan mencelakai banyak orang.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Oleh : Zakaria )*

Rizieq Shihab dikabarkan pernah dirawat di sebuah RS swasta di Bogor. Desas-desus berkata bahwa ia dan istri kena corona, namun belum ada keterangan resmi tentang hal ini. Seharusnya sejak dulu ia mau dites swab dan karantina mandiri, serta disiplin pakai masker, sehingga fisiknya tidak mudah kena corona.

Kabar sakitnya Rizieq Shihab membuat publik mengaitkannya dengan terbentuknya klaster corona baru di Petamburan dan Bogor. Karena di 2 tempat itu pernah ada kegiatan yang mengundang keramaian dan dihadiri oleh panglima FPI tersebut. Jika ada banyak orang terjangkiti virus covid-19, mungkinkah sang habib juga tertular corona?

Jika benar ia kena corona maka amat disayangkan, karena sebenarnya sudah banyak yang memperingatkannya untuk tes swab, sepulang dari Arab Saudi. Namun Rizieq Shihab menolaknya dengan alasan sudah melakukan tes tersebut sebelum naik pesawat. Ia juga ngotot tak mau karantina mandiri 14 hari, namun langsung tancap gas melakukan safari ceramah.

Masyarakat juga menyesalkan mengapa pihak manajemen Rumah Sakit terkesan menutup-nutupi kondisi kesehatan Rizieq Shihab? Malah para pengurus FPI yang memberi keterangan bahwa ia kelelahan dan hanya melakukan general check up bersama sang istri. Sehingga harus dirawat di Rumah Sakit selama beberapa hari.

Tentang tes swab juga belum ada keterangan yang jelas. Jika benar Rizieq Shihab akhirnya sudah melakukan tes swab, mengapa hasilnya tidak dipublikasikan? Maka publik makin menduga bahwa ia positif corona namun sayangnya malu mengakuinya, karena sudah terlanjur percaya diri untuk tidak isolasi mandiri.

Walikota Bogor Bima Arya mencak-mencak dan mengancam akan melaporkan manajemen RS swasta itu, karena dianggap tidak kooperatif. Seharusnya tiap tes swab diketahui olehnya, sehingga bisa diadakan tracing dan menelusuri siapa ODP dan OTG selanjutnya. Namun karena pihak Rumah Sakit malah terkesan melindungi Rizieq Shihab, maka bisa dipermasalahkan.

Masyarakat tidak bersimpati akan kabar sakitnya Rizieq Shihab. Mereka malah terkesan lega karena jika ia sakit, maka akibat dari perbuatannya sendiri. Rizieq Shihab bertindak arogan dan tak mau tes swab karena tak percaya dengan hasil tes di Indonesia. Ketika ia sakit maka salahnya sendiri karena tak mau isolasi mandiri, padahal itu adalah protokol wajib bagi ODP.

Ia juga tak tertib memakai masker. Karena saat dijemput oleh jamaahnya di bandara, Rizieq Shihab melakukan orasi dan menurunkan maskernya. Padahal hal itu sangat bahaya, karena bisa menularkan virus covid-19 lewat droplet. Juga ada kumpulan massa yang bisa menyebarkan virus, karena mereka melanggar aturan jaga jarak.

Keluarga Rizieq Shihab juga tidak mau melakukan tes swab. Padahal status mereka juga ODP karena telah menyelenggarakan pesta besar, yang mengundang 10.000 orang. Mereka juga berkontak dengan Rizieq Shihab yang saat itu statusnya belum pasti kena corona atau tidak, tapi kena resiko tinggi karena habis bepergian dari luar negeri.

Masyarakat juga ikut gemas karena saat ini rumah sang habib malah dijaga oleh anggota FPI. Apa mereka takut keluarga habib akan ditangkap aparat? Sehingga bertindak berlebihan dan terkesan paranoid. Padahal ketika ada petugas yang datang, mereka hanya ingin menjemput untuk lakukan tes swab dan menyemprot disinfektan ke dalam rumah.

Ketika Rizieq Shihab diduga kena corona, maka masyarakat tak menunjukkan simpati. Karena ia terbukti bandel dan melanggar banyak protokol kesehatan. Mulai dari menolak tes swab, ogah karantina mandiri, melepas masker, sampai mengumpulkan massa. Tingkah laku sang habib yang sudah keterlaluan membuat banyak orang malah mem-bully-nya saat ia sakit.

)* Penulis warganet tinggal di Bogor

Oleh : Dodik Prasetyo )*

Rizieq Shihab membuat ulah dengan sengaja mengundang 10.000 orang dalam pesta pernikahan putrinya, dengan alasan sekalian memperingati maulid. Ia juga masih sempat mengisi acara di Bogor dan tempat lain. Buntut dari peristiwa-peristiwa ini adalah terbentuknya klaster corona baru di Petamburan dan Bogor.

Setelah Rizieq Shihab kembali ke Indonesia awal november 2020, setiap hari ada saa berita tentangnya. Sayang narasi beritanya selalu negatif, karena ia ngotot melakukan safari ceramah dan membuat pesta besar-besaran. Padahal sudah jelas melanggar protokol physical distancing. Ia juga bandel dan tak mau tes swab di Indonesia dan menolak karantina mandiri.

Sekitar 10 hari setelah acara pernikahan di rumah Rizieq, dilaporkan ada 80 orang yang kena corona. Mereka adalah orang-orang yang diundang oleh pemimin FPI ke pesta, dan sebagian adalah hadirin dalam ceramah yang mendatangkan Habib Rizieq. Terbentuknya klaster corona ini sudah diprediksi oleh ahli epidemiologi.

Lurah Petamburan juga dikabarkan hasil tes swab-nya positif setelah ia menghadiri pesta tersebut. Bahkan Rizieq dan istrinya saat ini masuk IGD di sebuah Rumah Sakit swasta di Bogor. Keluarganya pun akan melakukan tes swab massal. Namun anak-anaknya mengelak jika mereka kena corona, alasannya hanya medical check up biasa.

Sayangnya publik tak mempercayai omongan mereka karena cek medis tahunan mengapa harus menginap di IGD? Mungkin ia malu karena jika terbukti positif corona, karena terbukti keras kepala dan tak mau tes swab beberapa saat setelah mendarat di Bandara Soekarno Hatta, dan mengabaikan protokol untuk karantina mandiri selama 14 hari.

Lain lagi dengan jamaah dan tamu pada acara yang dihadiri Rizieq. Ada beragam reaksi saat mereka dinyatakan positif corona. Ada yang biasa saja dan mau isolasi mandiri sekeluarga, dan ada yang malah tidak percaya dengan hasil tesnya. Sementara orang lain ada yang shock berat karena tak menyangka akan mengidap penyakit berbahaya.

Jika sudah terlanjur sakit massal, apa mereka masih mau menyalahkan orang lain dan pemerintah? Padahal mereka mendatangi acara tersebut atas kesadaran sendiri, jadi tidak boleh menyalahkan orang lain. Walau sudah pakai masker namun pada ceramah tersebut tidak ada penerapan aturan jaga jarak, sehingga membuat penularan corona makin cepat.

Apalagi pada pesta dan ceramah tersebut, ada sesi makan bersama. Saat itulah virus mengintai, karena banyak orang yang melepas masker dan mulai menyuapkan hidangan. Ditambah lagi jika mereka tidak sengaja memakai perangkat makan yang sama atau kurang higienis, penularan virus covid-19 akan lebih cepat terjadi.

Wakil Sekjen MUI Najamuddin Ramli menyesalkan kerumunan yang terjadi pada acara yang dihadiri oleh Rizieq. Menurutnya, kerumunan itu telah merusak kerja keras tim satga penanganan covid-19 selama berbulan-bulan. Karena massa memadat saat Rizieq datang di bandara, saat acara di Petamburan, Bogor, dan tempat-tempat lain.

Seharusnya masyarakat tertib dan tetap menaati protokol kesehatan, walau saat ini sudah fase adaptasi kebiasaan baru. Janganlah membuat pesta atau acara peringatan akbar, karena masih sangat berbahaya. Karena siapa tahu pada tempat itu ada orang tanpa gejala yang tak sengaja menularkan corona. Lebih baik menahan diri agar semua aman dan sehat.

Kerumunan pada acara yang dihadiri Rizieq telah membuat bom klaster corona baru dan mencengangkan publik. Mereka yang sakit akhirnya menyesal karena bandel dan tak mengindahkan larangan tim satgas covid untuk tertib melakukan physical distancing. Nasi telah menjadi bubur. Semoga tidak ada lagi acara serupa yang memakan banyak korban.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Zakaria )*

 Rizieq Shihab tiba di Indonesia dan bersemangat untuk melakukan safari ceramah. Namun sayang niatnya ditolak mentah-mentah oleh banyak orang di berbagai kota. Mereka melarang sang Rizieq untuk berceramah, karena dianggap sebagai pembuat onar dan pemecah-belah persatuan Indonesia.

Pimpinan FPI  Rizieq Shihab dikenal sebagai sosok yang berorasi tanpa tedeng aling-aling. Karakternya yang keras terbaca dari isi ceramah yang sangat provokatif dan mengajak pengikutnya untuk melakukan jalan kekerasan. Tak peduli siapa musuhnya, anggota ormas diperbolehkan untuk melakukan kekejaman. Ia juga menggunakan kata yang sangat kasar dan tak pantas didengar.

Ceramah  Rizieq yang provokatif membuat masyarakat menolak kedatangannya. Memang ia merencanakan safari ceramah dari kota ke kota. Rupanya setelah 3,5 tahun lari ke Arab,  Rizieq rindu pidato di depan jamaahnya. Namun sayang penolakan dari berbagai elemen masyarakat membuatnya harus pikir-pikir sebelum berangkat.

Di Medan, massa yang menamakan diri sebagai Laskar Front Pembela Pancasila melarang Habib Rizieq untuk datang ke Sumatera. Mereka cukup emosi sampai menjadi perhatian publik. Aksi yang diadakan di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara dilakukan, karena Habb Rizeq dianggap sebagai pemecah belah umat dan suka melakukan hate speech.

Zulkarnain, koordinator aksi, menyatakan bahwa seharusnya Habib Rizieq tidak mengabaikan protokol kesehatan. Selain itu, sebagai keturunan Nabi seharusnya ia meniru teladannya. Namun Habib Rizieq malah menghina umat lain. Pria ini juga meminta Gubernur Sumut Edy Rachmayadi untuk tak memberi izin jika Habib Rizieq akan singgah ke Medan.

Selain di Medan, di Banten juga ada gelombang penolakan yang sama. Bahkan ada beberapa kelompok yang kompak melakukannya, dari Anshor, Banser, dan Laskar Pendekar Banten Sejati. Komariha, koordinator aksi, menyatakan bahwa mereka menolak kedatangan Habib Rizieq karena akan membuat keresahan di Banten. Rizieq juga suka mengumbar kebencian ke pihak lain.

Penolakan massal di daerah ini sayangnya ditanggapi negatif oleh FPI. Mereka tak gentar dan berencana akan terus melakukan safari ceramah, dan tak mempedulikan kelompok yang melarang kedatangan Habib Rizieq. Sayangnya ormas ini tetap nekat dan jika benar-benar melakukan safari, akan ada penolakan yang lebih besar lagi.

Jika ada kelompok masyarakat yang menolak kedatangan Habib Rizieq untuk berceramah, memang sangat wajar. Karena ia tak pernah memberi kesejukan pada jamaahnya, namun malah mengajak untuk berperang melawan musuh. Padahal kita sudah merdeka. Siapa lagi musuhnya? Sebenarnya musuh manusia adalah hawa nafsunya sendiri.

Ceramah Habib Rizieq juga kontroversial karena sangat provokatif dan menggunakan diksi yang kasar. Bagaimana bisa di acara keagamaan muncul kata yang terlarang? Seharusnya ia menghaluskannya dan menggunakan istilah lain. Namun ngotot berceramah dengan gayanya yang urakan dan arogan, dan meresahkan masyarakat.

Penolakan safari ceramah ini juga terjadi karena Habib Rizieq sering melakukan hate speech dan menyerang pemerintah, ulama lain, bahkan berani menghina aparat. Apakah tidak malu, seorang keturunan Nabi melakukan hal negatif seperti ini? Betul-betul jauh dari akhlak seorang habib yang artinya ‘kesayangan’, karena bukannya dicintai, ia justru dibenci banyak orang.

Jika Habib Rzeq sadar, maka ia akan beristirahat saja dan melakukan karantina mandiri selama 2 minggu, karena baru pulang dari Arab. Bukannya ngotot bepergian dengan alasan safari ceramah. Karena sudah ada banyak orang yang berdemo, jadi lebih baik dibatalkan saja.

Penolakan pada safari ceramah Habib Rizieq menunjukkan masyarakat Indonesia yang masih ingin bersatu dan cinta damai. Mereka tak mau situasi kondusif ini dikotori oleh ulah Habib Rizieq yang melakukan safari ceramah padahal sebenarnya ia menebar teror dan provokasi dari kota ke kota.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Oleh : Abdul Rahman )*

Terjadi banyak penolakan terhadap safari ceramah yang akan dihadiri oleh Habib Rizieq. Masyarakat terang-terangan melakukannya karena merasa ia tidak memberi kesejukan, malah memecah-belah bangsa. Juga selalu memakai diksi kasar, yang amat tidak pantas dilakukan sebagai seorang penceramah agama.

Kepulangan Habib Rizeq ke Indonesia disambut oleh para pengikutnya. Namun sayang ia membandel dan tak mau karantina 14 hari, bahkan langsung tancap gas untuk safari ceramah. Mulai dari Bogor, Petamburan, hingga kawasan lainnya. Padahal kita tahu bahwa acara itu mengundang banyak orang dan jelas melanggar protokol kesehatan.

Namun Habib Rizieq ngotot tak melanggar karena beralasan telah melakukan tes swab di Aran. Padahal ia bukan seorang tenaga medis sehingga siapa tahu berstatus orang tanpa gejala. Sesampainya di Indonesia, ia malah senang karena acara ceramah yang dihadirinya mampu menarik ribuan orang. Namun ada kelompok yang antipati karena ia melanggar protokol kesehatan.

Tak heran ceramah Habib Rizieq ditolak di mana-mana. Ia memang berencana mengadakan safari dari kota ke kota, namun belum sampai ke sana sudah ada kelompok masyarakat yang protes. Di Semarang, Aliansi Masyarakat Damai Kota Semarang (AMDKS) mengelar aksi untuk menolak ceramah Habib Rizieq karena bermuatan provokatif dan juga politis.

Koordinator aksi, Rico Septian, menyatakan bahwa masyarakat Semarang menginginkan kedamaian tanpa kegaduhan. Mereka mengedepankan sikap toleran, harmonis, dan rukun. Jangan sampai di Jawa Tengah, khususnya Semarang, jadi gaduh karena ulah Habib Rzieq yang provokatif. Sehingga merusak suasana kerukunan yang sudah kondusif.

Penolakan terhadap safari ceramah Habib Rizieq juga terjadi di Surabaya. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Cinta NKRI menolak kedatangan Rizieq ke Jawa Timur. Beberapa orang membentangkan spanduk yang berisi tentang alasan penolakan, yakni ia pemecah belah umat. Ia juga sering merusak persatuan dan menyulut kebencian.

Banyaknya penolakan di daerah menunjukkan bahwa masyarakat selama ini sudah sangat gerah dengan kehadiran Habib Rizieq selalu membuat kegemparan. Sepulang dari Tanah Suci, gaya ceramahnya tidak jadi santun, tapi tetap berapi-api dan menghina pihak lain. Bahkan ia tak segan menggunakan kata kasar yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pemuka agama.

Bagaimana jika dalam acara ceramah itu ada anak kecil yang mendengarkannya? Mereka akan mendapatkan diksi kotor lalu bisa saja menirunya di rumah, padahal tak tahu artinya. Tidak seharusnya ceramah agama diracuni dengan kata negatif yang bisa merusak orang lain. Karena hakikatnya, penceramah seharusnya membawa kebaikan, bukan keburukan.

Ceramah Habib Rizieq juga terbukti melanggar protokol kesehatan. Namun ia beralasan telah mengenakan masker, dan peserta ceramah juga memakainya. Juga ada puluhan tempat cuci tangan yang disediakan. Namun ia lupa telah melanggar aturan physical distancing. Kita juga tak tahu apa mereka memakai masker terus atau sesekali dilepas.

Masyarakat jadi geram karena dari acara-acara yang dihadiri Habib Rizieq, terbentuk klaster corona baru. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya 80 orang pasien covid! Itu dari hasil tes acak, dan bisa jadi ada puluhan OTG lain. Dengan alasan ini, maka ketika ada ceramah Habib Rizieq yang dibubarkan, ia tak boleh marah. Karena setiap acaranya membuat lonjakan pasien covid-19.

Sudahi saja safari ceramah Habib Rizieq karena ia terbukti memecah-belah perdamaian bangsa, juga terus memprovokasi banyak orang. Ceramahnya juga bermuatan politis dan menggunakan kata-kata kasar. Ketika ada banyak orang yang menolak Habib Rizieq untuk datang ke daerahnya, akan sangat wajar. Karena mereka tak ingin wilayahnya dikacaukan.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Banten

Oleh : Andhika Dewantoro )*

Ceramah Habib Rizieq sangat kontroversial karena penuh dengan diksi yang kasar. Masayrakat sangat menyayangkannya karena tak sepatutnya seorang pemuka agama berkata jelek. Apalagi ia berceramah di kerumunan, yang makin menyulitkan langkah tim satgas covid-19 dalam memberantas corona.

Habib Rizieq Shihab langsung semangat berceramah begitu kembali ke Indonesia. Namun sayang saat acara tersebut, yang dilontarkan adalah caci-maki. Bahkan ia memperbolehkan pemenggalan terhadap seseorang yang menghina nabi. Kesucian acara peringatan maulid jadi ternoda oleh isi ceramahnya yang sangat kontroversial dan radikal.

Tak hanya izin untuk melakukan tindak kejahatan, Habib Rizieq juga dihujat karena mempergunakan kata yang sangat buruk untuk menyebut seorang wanita tuna susila. Dari sekian banyak diksi, mengapa yang dipilih adalah yang terjelek? Seolah-olah ceramah jadi aangnya untuk curhat namun dengan kata-kata yang kasar dan vulgar. Sungguh tak elok dilihat.

Netzen mengaku sangat kecewa saat melihat rekaman ceramah Habib Rizieq yang ditayangkan di salah satu channel Youtube. Menurut mereka, sebagai pemuka agama tak seharusnya menyebut kata jelek itu. Ia juga tidak bisa beralasan kepeleset lidah, karena terbukti mengucapkannya berkali-kali, berarti memang disengaja.

Jazuli Fawaid, Wakil Ketua MPR menyesalkan ceramah Habib Rizieq yang sangat kasar. Menurutnya, tidak boleh cacian dibalas dengan cacian. Karena kita harus meniru akhlak Nabi Muhammad yang tidak pernah membalas ucapan jelek dari musuh. Seharusnya kita tidak boleh saling hina, karena harus kembali ke akhlak yang terpuji.

Dulu ada cerita saat Nabi Muhammad dimaki seorang yang buta tapi tidak membalas, namun beliau malah menyuapinya setiap hari. begitu Nabi tiada, orang buta itu baru tahu siapa yang telah memberinya makan. Seharusnya sebagai keturunan Nabi, Habib Rizieq menru perbuatan mulia tersebut. Bukannya mencaci-maki seenak perutnya sendiri.

Apakah ia lupa salah satu hadis yang berbunyi ‘berkatalah baik atau benar’? Sebagai orang alim, seharusnya ia paham tentang hal itu, tapi tidak memperaktekannya. Sungguh sayang, karena jangan hanya menghafal tapi tidak melakukannya di lapangan.

Ceramah Habib Rizieq yang sangat provokatif tentu meresahkan masyarakat dan mengganggu perdamaian di Indonesia. Juga berpotensi merusak kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Seharusnya sepulagn dari Arab, ia menjadi seseorang yang lebih baik. Namun publik kecewa karena malah ceramah dengan beringas seperti dulu.

Ceramah Habib Rizieq juga berpotensi menghambat penanganan corona. Karena ia ngotot untuk unjuk gigi di hadapan puluhan ribu orang. Dalam acara tersebut, walau semua roang memakai masker dan face shield, namun tidak ada physical distancing. Sehingga menimbulkan klaster corona baru dan malah merepotkan tim satgas penanganan covid.

Saat ceramah, ia juga membuka masker sehingga takut akan mengeluarkan droplet. Padahal ia jelas baru pulang dari Arab dan menolak untuk tes swab. Iya kalau negatif corona. Jika positif akan sangat gawat karena tega menularkan virus covid-19 ke seluruh jamaahnya.

Seharusnya ia beradaptasi di masa pandemi dengan melakukan ceramah online, tuh sudah ada channel Youtube yang setia menyiarkannya. Selain itu, penonton di internet juga jauh lebih banyak dibanding dengan ceramah di dunia nyata. Namun kengototannya membuat Habib Rizieq makin dijauhi rakyat, karena mereka sangat kecewa melihat kelakuannya yang tak pernah berubah.

Hentikan saja ceramah Habib Rizieq sekarang juga karena memecah-belah persatuan bangsa dan menyinggung kerukunan antar umat beragama. Tidak seharusnya seorang pemuka agama malah berkata kasar di depan publik. Ceramahnya juga berpotensi membuat klaster corona baru dan mengkhawatirkan di masa pandemi.

)* Penulis adalah lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Raavi Ramadhan )*

Beberapa waktu belakangan ini, Aparat Penegak hukum gencar menurunkan baliho raksasa bergambar Habib Rizieq Shihab. Masyarakat justru merasa senang dengan adanya penertiban tersebut, karena mereka sudah antipati terhadapnya. Baliho yang dicopot juga mengandung provokasi dan berpotensi merusak perdamaian di Indonesia.

Habib Rizieq Shihab dan para anggota FPI meradang karena baliho bergambar HRS diturunkan oleh aparat. Mereka menganggap peristiwa ini tidak adil. Karena itu menurut mereka, mencopot baliho adalah tugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), bukan anggota TNI.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman menyatakan bahwa penurunan baliho bergambar Habib Rizieq adalah perintahnya. Menurutnya, anggota Kodam Jaya akan mencopot baliho yang provokatif. Juga menindak tiap orang yang mengajak untuk melakukan revolusi. Karena jangan sampai ada yang merusak persatuan dan kesatuan di Indonesia.

Lanjut Mayjen TNI Dudung Abdurrachman, baliho tersebut sudah pernah dicopot oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja. Namun ternyata diberdirikan lagi. Akhirnya beliau memerintahkan anak buahnya untuk langsung menurunkan baliho raksasa bergambar Habib Rizieq tersebut, karena tidak tertib. Pernyataan ini memukul telak protes FPI dan Habib Rizieq.

Pernyataan Pangdam Jaya membuat dugaan masyarakat dibenarkan. Saat video pencopotan baliho viral, memang terlihat aparat berbaju hijau loreng. Masyarakat juga mendukung penuh tindakan tentara karena mereka selama sudah merasa gerah sejak Habib Rizieq kembali ke Indonesia. Karena terus membuat berita yang kontroversial dan memilukan.

Habib Rizieq dianggap sosok yang menebar permusuhan dan teror, bukan kebaikan. Masyarakat merasa kecewa karena ia yang sebagai pemuka agama dan keturunan Nabi, malah berceramah dengan nada yang sangat keras dan sengaja menentang pemerintah. Ia berkoar-koar tentang revolusi akhlak, namun yang sebenarnya adalah dugaan tindakan makar.

Selain itu, baliho Habib Rizieq juga bernada provokatif. Sehingga dikhawatirkan akan mengajak masyarakat untuk menentang pemerintah. Juga merusak perdamaian di Indonesia. Kita adalah negara pancasila dan demokrasi, jadi tindakan ormasnya yang mau menang sendiri dan terus meminta agar dimaklumi padahal melakukan perbuatan buruk, adalah salah besar.

Selain itu, masyarakat juga sadar bahwa Indonesia adalah negara yang berbhinneka tunggal ika. Baliho Habib Rizieq yang diturunkan adalah sebuah simbol ketua ormas yang sayangnya masih rasis dan tidak merepresentasikan pemimpin yang baik. sehingga ketika balihonya dilepas, reaksi mereka adalah gembira, bukannya sedih.

Ormas yang dipimpin oleh Habib Rizieq malah menuduh istana yang memerintahkan pencopotan baliho. Hal ini membuat masyarakat geleng-geleng kepala. Untuk apa Presiden bertindak seperti ini? Apakah anggota ormas itu berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara? Jangan asal fitnah jika tidak ada bukti.

Donny Gahral dari Kantor Staf Presiden menyatakan bahwa TNI dan Polri sudah dsumpah untuk menjaga persatuan di Indonesia. Namun ketika ada kelompok yang ingin merusak perdamaian dan persatuan, maka TNI boleh bertindak. Dalam artian, tindakan anak buah Kodam Jaya tidak melanggar hukum, karena diperbolehkan, demi perdamaian di Indonesia.

Jangan lupa bahwa TNI adalah sahabat rakyat dan masyarakat malah mendukung penuh tindakan aparat untuk menertibkan baliho sejenis. Karena TNI berusaha menjaga agar kondisi masyarakat tetap kondusif. Semoga tidak ada yang termakan provokasi, oleh baliho maupun media jenis lain.

Pencopotan baliho bergambar Habib Rizieq oleh anggota Kodam Jaya sangat disetujui masyarakat karena mereka sudah sangat diresahkan oleh provokasi dari HRS dan ormasnya. Habib Rizieq dianggap sosok yang selalu membuat onar dan melontarkan ceramah yang provokatif. Sehingga wajar ketika ada baliho raksasa yang memuat fotonya langsung diturunkan.

)* Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Dodik Prasetyo )*

Habib Rizieq disemprit karena mengundang kerumunan dan melanggar PSBB. Pelanggaran ini dilakukan berulang kali dan membuat masyarakat geram. Walau ia mengaku sudah membayar denda, namun tetap saja bersalah. Karena ia tidak pernah meminta maaf dan dengan sengaja melanggar protokol kesehatan.

Kedisiplinan masyarakat diperlukan agar pandemi segera berakhir. Namun sayangnya banyak yang melanggar protokol kesehatan dan PSBB, termasuk Habib Rizieq. Baru saja menginjakkan kaki di Bandara, sudah menggemparkan karena disambut oleh ribuan orang. Padahal prosedurnya ia harus karantina 14 hari, baru boleh bertemu dengan orang lain.

Habib Rizieq menolak karantina mandiri namun langsung ngegas dan menghadiri berbagai undangan. Mulai dari peresmian tempat hingga mengisi acara pengajian. Bahkan ia juga mengundang 10.000 orang untuk menghadiri pesta pernikahan anaknya. Padahal sudah jelas melanggar aturan jaga jarak dan dikhawatirkan ada klaster corona baru.

Masyarakat langsung geram karena Habib Rizieq tidak pernah berusaha mencegah datangnya ribuan orang yang datang untuk melihatnya berceramah, dan sengaja mengundang banyak orang serta menyelenggarakan pesta besar-besaran. Sebagai pemimpin ormas seharusnya ia memberi teladan, namun malah memberi contoh yang jelek.

Habib Rizieq melanggar Perbup nomor 60 tahun 2020 tentang PSBB di masa adaptasi kebiasaan baru. Karena ia mengundang kerumunan saat menghadiri acara di Bogor. Sanksinya adalah denda 50.000 hingga 50 juta rupiah. Hal ini dikemukakan oleh Iwan Setiawan, Wakil Bupati Bogor.

Sanksi sebesar itu wajar sebagai efek jera agar Habib Rizieq tidak mengulanginya. Selain itu, ada pula sanksi progresif yang nilainya bisa 2 kali lipat, agar semua orang pikir-pikir saat akan mengadakan acara yang mengundang keramaian. Karena di masa pandemi ini kita masih harus mematuhi protokol kesehatan, agar semua orang selamat dari corona.

Lagipula, jika melanggar protokol kesehatan lalu membayar denda, maka orang akan menggampangkan saja. Sediakan uang sampai 50 juta untuk membayarnya, habis perkara. Padahal efek ke belakangnya sangat besar. Bisa-bisa makin banyak acara yang diadakan karena mereka mencontoh pernikahan anak Habib Rizieq yang tidak dibubarkan oleh aparat.

Mereka beralasan tidak apa-apa mengadakan pesta yang mengundang banyak orang. Toh tidak akan ada aparat atau tim satgas yang menghalau, karena buktinya tidak ada yang menegur saat acara di rumah Habib Rizieq diselenggarakan. Jangan sampai ada anggapan petugas hanya berani pada orang biasa tapi takut menyemprit seorang Habib.

Jika ada banyak yang menyelenggarakan pesta besar-besaran, maka pandemi tidak akan berakhir. Karena makin banyak yang terkena corona dan imunisasi vaksin covid-19 belum diadakan. Apa mau kita sakit dan tidak tertolong lagi, hanya karena mencontoh tokoh yang salah? Jangan terlalu cinta pada seseorang jika ia tidak memberi teladan yang baik.

Memang setelah kegemparan di acara pernikahan putrinya, Habib Rizieq mengaku tidak akan melakukan safari ceramah. Dikabarkan ia kelelahan dan semoga saja bukan terkena corona. Karena lurah Petamburan sudah positif covid-19 setelah menghadiri acara tersebut. Hal ini membuktikan bahwa terbentuknya klaster corona baru bisa ada saat ada kerumunan.

Kalau misalnya Habib Rizieq positif covid-19, maka akan sangat runyam. Karena akan ada puluhan ribu orang yang berpotensi tertular. Selain proses tracing-nya sulit, mereka juga bisa kesusahan karena menolak untuk rapid test atau swab. Padahal tes itu dimaksudkan demi keselamatan bersama.

Kerumunan yang disebabkan Habib Rizieq sanagt menyusahkan karena corona akan terus menyebar jika mereka tak mau ditertibkan. Seharusnya ia diam-diam saja di rumah dan karantina 14 hari, serta tidak ceramah terlebih dahulu. Namun malah melanggar PSBB dan protokol kesehatan.

)* Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Oleh : Putu Prawira )*

Habib Rizieq terus mengadakan safari ceramah setibanya di tanah air. Rupanya ia rindu dengan jamaahnya. Namun sayang dalam acara tersebut, tidak memenuhi protokol kesehatan dan banyak orang berjubel. Masyarakat pun menolak ceramah Habib Rizieq yang terbukti terus memprovokasi warga dan menghambat penanganan Covid-19.

Gerombolan massa terlihat di seputar Petamburan, tanggal 14 november lalu. Mereka ingin pergi ke kediaman Habib Rizieq yang akan mengadakan acara mantu sambil merayakan maulid nabi. Masyarakat ingin mendengar ceramahnya setelah 3 tahun ia pergi ke Arab. Namun sayang dalam acara yang dihadiri 10.000 orang, semuanya melanggar protokol kesehatan.

Bukan kali ini Habib Rizieq berceramah dan menarik kerumunan massa. Pada acara peringatan di Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, tanggal 12 november lalu, banyak orang datang dan lupa untuk tidak menjaga jarak. Bahkan yang lebih parah, ada yang tidak mengenakan masker. Besoknya ada acara serupa di Bogor dan lagi-lagi ribuan orang menyemut, hanya karena ingin melihat wajah Habib Rizieq dan mendengarkan ceramahnya dari dekat.

Miris sekali ketika kita melihat masyarakat berjubel dan sampai rebutan tempat duduk, karena ingin menyimak ceramah Habib Rizieq. Padahal kegiatan ini bisa membentuk klaster corona baru. Namun masyarakat abai akan aturan physcal distancing. Terbukti Lurah Petamburan dinyatakan positif covid-19 setelah ia mendatangi acara resepsi sekaligus ceramah Habib Rizieq.

Jika sudah ada  bukti seperti ini, masihkah mereka mengelak? Habib Rizieq dan ormasnya terus saja melakukan playing victim dan beralibi bahwa acara itu bersifat privat dan hanya mengundang 30 orang. Sementara mereka tak bisa menolak puluhan ribu anggota ormas yang hadir. Padahal beberapa hari sebelumnya, pengacara FPI Aziz Yanuar menyatakan undangannya 10.000 orang.

Kebohongan itu membuat masyarakat geram karena dengan entengnya mereka  menyalahkan tamu yang hadir. Meski telah membayar denda karena melanggar protokol kesehatan, sebesar 50 juta rupiah, namun tidak ada kata maaf dari mereka. Padahal Habib Rizieq bisa saja berstatus OTG, karena habis bepergian ke luar negeri.

Ketika diwawancarai, pengacara FPI Aziz Yanuar juga menyalahkan acara lain yang dianggap melanggar protokol kesehatan. Padahal perbandingannya tidak apple to apple, karena pada acara yang dihadiri Habib Rizieq, sang penceramah menolak untuk melakukan karantina mandiri. Jadi resiko menularkan corona jauh lebih besar kepada segenap anggota ormas yang menghadiri acaranya.

Tamu yang datang saat acara ceramah selain melanggar protokol kesehatan juga lupa bahwa Habib Rizieq menolak untuk tes swab ulang, karena tidak percaya dengan tenaga kesehatan di Indonesia. Padahal bisa saja ia tertular corona di perjalanan. Ketika misalnya ia positif covid-19 dan menularkannya ke 10.000 tamu, apa mau membiayai obat dan kamar perawatannya?

Dokter Wiku Adisasmita, juru bicara tim satgas covid-19, mengingatkan agar jangan jadi orang yang egois. Karena saat ada kerumunan, maka akan membawa malapetaka di masa pandemi. Apalagi jika ada orang di situ yang tidak memakai masker. Dalam artian bisa saja ia berstatus OTG dan akan menularkan corona melalui droplet.

Pernyataan Dokter Wiku seharusnya disimak baik-baik oleh Habib Rizieq. Karena jika 1 saja orang yang kena corona, akan menular ke keluarganya dan banyak orang lain yang berkontak dengannya. Terlebih, dalam acara ceramah akan sulit untuk melakukan tracing. Bisa jadi ada buku tamu tapi alamatnya kurang lengkap, sehingga menyulitkan kerja tim satgas.

Ceramah di masa pandemi harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan dan dilakukan di lingkup kecil. Tujuannya agar tidak ada pembentukan klaster corona baru. Jangan marah jika ada kerumunan massa di acara ceramah yang dihalau aparat, karena mereka hanya melaksanakan tugasnya. Seharusnya Habib Rizieq melakukan evaluasi. )* Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Zakaria )*

Ceramah Habib Rizieq yang penuh kontroversi mendapat kecaman dari masayarakat. Mantan Ketua MK juga merasa resah dengan ceramah itu yang terlalu keras dan mengumbar kebencian. Bahkan berani menantang pemerintah. Padahal seharusnya ceramah agama memberi kesejukan di masyarakat, bukannya memprovokasi.

Habib Rizieq beraksi kembali setelah pulang ke tanah air, 10 november 2020. Ia berceramah dengan gaya khasnya: menggunakan kata kasar dan penuh provokasi. Anehnya saat itu tidak ada jamaah yang mengingatkan. Padahal tidak seharusnya tokoh yang mengaku suci mengotori panggung acara peringatan maulid dengan ceramah yang menggunakan diksi brutal.

Jimly Asshidiqie, mantan Ketua MK, turut menanggapi ceramah Habib Rizieq Shihab. Menurut Jimly, ceramah ketua ormas tersebut penuh dengan kebencian. Juga kontroversial dan menantang. Padahal ia adalah pemimpin dari organisasi massa. Sebagai pemimpin, seharusnya ia merukunkan, mengadilkan, memakmurkan, dan mengawal kebebasan.

Namun sayang Habib Rizieq gagal merukunkan karena justru malah mengobarkan api permusuhan ke pemerintah. Ia selalu menganggap pemerintah zalim dan sibuk memprovokasi jamaah untuk ikut membenci juga. Sayang sekali, ketika Habib Rizieq mempergunakan popularitasnya untuk mempengaruhi ke hal negatif, bukan positif.

Jimmly menambahkan, seolah-olah organisasi massa tersebut tidak peduli dengan aturan negara. Selain selalu mengkritik pemerintah, ada pula kecurigaan bahwa ia adalah sebuah gerakan perlawanan. Dalam artian sudah mengarah ke politik. Sayang sekali ketika ada acara ceramah agama dibelokkan ke tujuan tertentu seperti ini dan sangat melenceng dari harapan.

Pernyataan Jimly dibuktikan ketika Habib Rizieq terang-terangan melanggar protokol kesehatan dengan menyelenggarakan acara yang menarik massa. Pesta pernikahan putrinya, Najwa, sekalian disatukan dengan peringatan maulid dan mengundang 10.000 orang. Padahal di masa pandemi ini, sangat bahaya karena bisa membuat klaster corona baru.

Bukti dari klaster ini adalah Lurah Petamburan yang setelah menghadiri acara pernikahan Najwa, diklaim positif corona, melalui tes swab yang akurat. Ini baru 1 orang yang terdeteksi, bagaimana dengan sisanya? Sayang sekali mereka sudah mendengarkan ceramah provokasi lalu terpengaruh dan berpotensi tertular virus covid-19.

Selama ini Habib Rizieq memang terkenal dengan gaya ceramah yang tanpa tedeng aling-aling. Publik mengira sekembalinya ia dari Arab, akan berubah jadi kalem dan santun. Namun sayangnya Rizieq tetaplah Rizieq yang ceramahnya menggelegar dan menyindir pemerintah. Masyarakat jadi antipati karena ia tidak berubah jadi lebih baik.

Selain gaya ceramahnya yang keras, Habib Rizieq menggunakan kata kasar yang tidak seharusnya didengar oleh anak kecil. Padahal ada beberapa diksi lain untuk menghaluskannya, namun ia tak mau memilihnya. Bagaimana jika dalam acara itu ada balita yang dibawa oleh ayahnya? Ia akan dengan mudah meniru dan pikirannya diracuni oleh ceramah tersebut.

Publik juga kecewa berat ketika Rizieq membiarkan ada penceramah lain yang mendoakan jelek kepada para pemimpin di Indonesia. Bukankah seorang pemuka agama seharusnya memberi contoh yang baik? Namun malah berdoa yang jelek dan membuat masyarakat makin tidak bersimpati. Padahal doa yang jelek akan kembali kepada dirinya sendiri.

Padahal seharusnya di masa pandemi covid-19 kita bahu-membahu untuk menolong satu sama lain. Namun Habib Rizieq malah sengaja memecah belah kedamaian di Indonesia dan dengan sengaja melanggar protokol kesehatan. Jika masyarakat akhirnya terbagi jadi 2 kubu, bagaimana cara agar bisa bekerja sama melawan corona?

Seharusnya Habib Rizieq tahu diri dan menahan agar tidak mengeluarkan kata-kata kasar saat ceramah. Juga berubah jadi lebih santun dan tidak memecah-belah persatuan bangsa. Padahal ia dulu beberapa kali pernah terlibat kasus dan jangan sampai terpeleset lagi karena ngotot ceramah dengan gaya provokatif.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor