Oleh : Kelvin Levy )*

Warga mendukung kesuksesan Pekan Olah Raga (PON) XX yang aman dan sehat. Hal itu tercermin dari optimalisasi pengamanan oleh TNI/Polri hingga penerapan Prokes ketat selama pertandingan PON XX.
Pemerintah telah menjamin penyelenggaraan PON XX di empat daerah di Papua akan berjalan dengan aman, meski konflik bersenjata di sana masih terus terjadi. Selain itu, pemerintah juga mewaspadai munculnya klaster baru Covid-19 dalam pesta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Berbagai cara dipersiapkan oleh pemerintah agar atlet yang datang dari berbagai provinsi dapat bertanding secara sehat dan aman dalam event multicabang yang digelar empat tahun sekali tersebut.

Berbagai upaya yang akan dilakukan pemerintah antara lain melakukan tes Covid-19 secara berkala kepada atlet, membatasi jumlah penonton, menerapkan protokol kesehatan, mengadakan tempat isolasi terpadu, serta menjamin keamanan di lokasi olahraga dan venue PON.

Isu keamanan memang sempat menjadi tanda tanya besar dalam penyelenggaraan PON XX Papua, baik dari sisi kesehatan karena pandemi Covid-19 maupun persoalan keamanan lantaran konflik bersenjata di sana.

Namun Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjamin lokasi penyelenggaraan PON di Jayapura dan Sekitarnya aman dari konflik bersenjata. Dirinya memastikan bahwa Polri, TNI dan Badan Intelijen Negara bertanggungjawab menjaga keamanan selama penyelenggaraan PON.

Sebelumnya, kelompok pro kemerdekaan Papua yang dipimpin oleh Lamek Taplo terlibat kontak senjata dengan personel TNI di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Kelompok kriminal bersenjata ini membakar puskesmas, sekolah dan bank Kiwirok. Seorang perawat asal Jayapura juga ditemukan meninggal karena melarikan diri ke hutan saat peristiwa tersebut terjadi.

Konflik bersenjata saat itu juga berlanjut dengan baku tembak antara personel TNI dan kelompok kriminal bersenjata pimpinan Ngalum Kupel di Bandar Udara Kiwi, Pegunungan Bintang. Prajurit Dua Ida Bagus tewas tertembak dalam insiden tersebut.

Meski konflik di Papua masih terurs terjadi, Kepala Bidang Hubungan masyarakat Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal, mengatakan saat ini tidak ada kekhawatiran atau isu tertentu yang menjadi perhatian kepolisian jelang pembukaan PON. Ia menyebutkan kerja kepolisian dalam mengamankan PON XX sudah seratus persen.

Sementara itu juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemerintah akan menambah alokasi vaksin bagi daerah penyelenggara PON Papua untuk mengejar target vaksinasi sebelum pertandingan akbar tersebut dimulai.

Pada kesempatan berbeda, sekretaris komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Kenius Kogoya berharap agar seluruh masyarakat Papua selalu optimis dan mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. Kenius menuturkan, bahwa PON tidak hanya milik pemerintah maupun KONI, akan tetapi juga milik seluruh warga masyarakat yang berada di Papua.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak pesimis dan harus optimis bahwa PON harus sukses di Papua. Tidak boleh kita menanggapi hal-hal yang membuat kurang bagus di sini, meskipun pihaknya tahu ada yang terjadi di Papua, tetapi dukungan terhadap event ini harus tetap solid.

Bagi Papua, PON adalah event yang sangat penting, karena event ini tentu saja akan menjadi nilai tambah bagi pemerataan pembangunan di Papua hingga pemerataan pembangunan ekonomi di Papua. Karena sukses PON tidak hanya soal sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi saja.

Pada kesempatan berbeda, Tokoh perempuan di Wamena, Marta Itlay, mengajak kepada seluruh masyarakat di Papua untuk menyukseskan PON XX di Papua. Ia mengatakan, bahwa masyarakat harus antusias untuk turut serta dalam mendukung pelaksanaan PON 2021 di Papua.

Marta menyebutkan dukungan kegiatan PON di Papua juga patut didukung oleh anak muda di Papua sebagai penerus bangsa. Oleh karena itu, jangan sampai kita terpengaruh oleh hal yang merugikan dan menghalangi pelaksanaan PON XX 2021 DI Papua.

Penyelenggaraan PON XX di Papua tidak hanya sebagai ajang memperebutkan medali semata. Hal yang paling penting dari penyelenggaraan event bergengsi tersebut adalah menjadi arena untuk memperkuat jalinan persaudaraan, jalinan persatuan dan solidaritas antardaerah.

PON XX Papua juga menjadi bukti bahwa Papua bisa menjadi tuan rumah event skala nasional, hal ini dibuktikan dengan pembukaan PON yang sangat meriah di arena olahraga terbaik di Asia Pasifik, sesuai dengan tagline PON kali ini “Torang Bisa”.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Palangkaraya

Kapolda Papua, Brigjen Mathius D. Fakiri, mengatakan Papua aman dan kondusif serta jaminan keamanan dan keselamatan para atlet yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Bumi Cenderawasih, 2-15 Oktober 2021.

“Saya menyuarakan bahwa Papua dalam keadaan aman dan kondusif. Raihlah prestasi dalam hajatan PON XX. Kami memberikan jaminan keamanan serta keselamatan bagi semua orang,” kata Brigjen Mathius D. Fakiri

Hal ini juga didukung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menegaskan bahwa kunci keberhasilan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON Papua) XX Papua 2021 adalah penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Penerapan protokol kesehatan ini dinilai sangat penting supaya tidak menimbulkan masalah-masalah pada momentum PON XX Papua, baik pada saat pelaksanaan hingga berakhirnya perhelatan olahraga nasional ini.

“PON ini salah satu keberhasilannya apabila kita mematuhi protokol kesehatan secara ketat supaya tidak meninggalkan masalah-masalah baru,” ujar Ketua Umum KONI.

Ketua Umum KONI, pihaknya telah mempelajari penerapan protokol kesehatan pada Olimpiade Tokyo beberapa waktu lalu untuk ditetapkan pada PON XX Papua.

Contohnya adalah pembatasan aktivitas setiap atlet yang bertanding, yakni hanya di lingkungan wisma atlet dan venue pertandingan masing-masing, sesuai cabang olah raga yang diikutinya.

Selain itu, lanjut dia, khusus untuk olahraga yang berkontak fisik (body contact) antarpemain, sebelum bertanding diwajibkan melakukan tes swab antigen tanpa meninggalkan wisma atlet.

“Dan itu wajib, tidak ada satupun atlet yang lepas dari itu untuk keselamatan semuanya, untuk keselamatan atlet itu sendiri, untuk keselamatan lawannya, untuk keselamatan yang lain,” imbuh Ketua Umum KONI.

Oleh : Timotius Gobay )*

PON XX menjadi ajang yang sangat penting karena bisa menggerakkan roda perekonomian di Papua. Selain itu, lomba olahraga nasional ini juga bisa membangkitan industri kreatif, sehingga diharapkan dapat mendapat dukungan seluruh masyarakat.

Untuk pertama kalinya, Pekan Olahraga Nasional XX diselenggarakan di Papua, pada Oktober 2021. Lomba ini sangat penting karena diadakan di tengah pandemi, karena bisa memicu perekonomian yang hampir oleng gara-gara corona. Jika ada pagelaran di Bumi Cendrawasih maka otomatis para atlet dan turis lokal akan membeli suvenir dan benda-benda hasil industri kreatif lain.

PB PON menyatakan bahwa mereka menyediakan tempat bagi industri kreatif, tidak hanya pertambangan. Dalam artian, PON XX bisa menaikkan nilai ekonomi bagi hasil industri kreatif, salah satunya adalah suvenir. Asisten Direktur Perwakilan Bank Indonesia Papua Dwi Putra Indrawan menyatakan bahwa perhelatan PON XX membangkitkan potensi ekonomi Papua, di antaranya pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Untuk pembelian suvenir PON XX, maka bisa dilakukan di laman resmi PON XX. Ada berbagai suvenir yang tersedia, yakni kaus, tas, dan sepatu. Dalam artian, seluruh WNI bisa memesan suvenir ke sana tanpa harus membeli jauh-jauh ke Papua. Apalagi penonton acara ini diperbolehkan jadi terbatas, dan mereka yang hanya menyimak lewat TV bisa membeli suvenir secara online.

Pembelian lewat online memang jadi solusi. Pertama, untuk memperluas cakupan pembeli, sehingga yang mendapakan suvenir tidak hanya warga di Papua dan Papua Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia. Sehingga penjualan suvenir diharap bisa meningkat dan menambah finansial produsen maupun marketer suvenir.

Untuk pembuatan suvenir, maka PB PON menggandeng 12 produsen lokal dan 12 artisan dari Indonesia. Kaos dan sepatu tidak sekadar biasa saja, tetapi didesain dengan menarik, sehingga jika melihatnya orang akan paham tentang PON XX Papua. Penyebabnya karena suvenir bisa juga dijadikan ajang promosi pada gelaran olahraga nasional ini.

Suvenir yang dibeli di PON XX Papua salah satunya adalah produksi dari Exodos dan Dominate. Mereka mengangkat kearifan lokal Papua dengan suvenir beraksen kain Melle Taba, dan ini sangat bagus. Penyebabnya karena PON diadakan di Papua sehingga memang sebaiknya suvenirnya juga mengangkat kebudayaan Papua.

Industri kreatif bisa bangkit karena jika ada suvenir yang dibeli, maka mereka memproduksinya terus, dan jika PON selesai bisa saja masyarakat repeat order karena tahu bahwa kualitasnya baik. Sehingga bisnis mereka akan maju karena sudah memiliki langganan, dan meningkatkan kesehatan finansialnya.

Kebangkitan industri kreatif ini amat penting karena saat pandemi, sektor ini amat terpukul, karena termasuk UMKM. Ketika ada pesanan dari PB PON, maka produsen akan senang karena bisnisnya akan selamat dari ancaman gulung tikar. Mereka bisa survive dan membuat kaos serta barang-barang lain, dan melanjutkan bisnisnya. Sehingga sektor UMKM akan tertolong.

Sektor UMKM memang harus ditolong karena merekalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Sehingga jika UMKM maju, otomatis keadaan finansial negara akan membaik. Industri kreatif tidak boleh dibiarkan mati begitu saja, karena pebisnisnya yang rata-rata anak muda wajib dimotivasi dan diberi pesanan, agar bisa melanjutkan usahanya.

Industri kreatif di Indonesia, khususnya Papua, bisa bangkit berkat keberadaan PON XX. Pebisnis UMKM yang menjadi produsen suvenir bisa memproduksi kaos, sepatu, dan barang-barang lain, untuk dijual pada penonton acara ini. Dijualnya suvenir via online juga memudahkan pengiriman dan menaikkan penjualannya di skala nasional.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali

Oleh : Siti Zulaiha )*

Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua sudah sangat dinantikan masyarakat. Selain mampu mempercepat pembangunan di Papua, PON XX menjadi momentum untuk memberdayakan ekonomi rakyat.

Sandiaga Salahudin Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menilai perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dapat memberdayakan ekonomi dan wisata. Pada akhirnya, pesta olahraga akbar tersebut berpotensi meningkatkan kesejahteraan warga lokal. Hal tersebut disampaikan ketika Sandiaga Uno berkesempatan untuk meninjau kesiapan multievent akbar tersebut di Stadion Lukas Enembe, Papua.

Sandiaga berujar, ini merupakan momentum bagi Papua dan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan wisata olahraga. Pemerataan pembangunan Papua, serta titik balik kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Papua. Dalam PON XX, ia melanjutnya, sebanyak 25 ribu noken produk kreatif griya Papua sudah disiapkan untuk menjadi merchandise bagi atlet dan ofisial. Serta, ratusan pekerja ekonomi kreatif di bidang event. Hal ini dapat menggebrak produk kreatif asal Bumi Cenderawasih.

Ia menambahkan, bahwa Presiden Joko Widodo sudah memberikan izin, agar PON Papua dapat dihadiri penonton terbatas 25%. Tentunya, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan sudah mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap.

KemenParekraf juga melakukan supervisi agar pembukaan dan penutupan PON sesuai dengan CHSE. Dengan begitu, pelaksanaan PON Papua dapat berjalan dengan aman, karantina atlet, sistem bubble, integrasi sistem PeduliLindungi, serta sinyal telekomunikasi yang baik.

Sandiaga mengatakan, ada empat cluster, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke. Pihaknya mengharapkan agar acara opening dan closing PON XX Papua dapat berlangsung dengan lancar.

Diperkirakan akan ada lebih dari tiga ribu orang bakal terlihat dalam persiapan PON XX di stadion dan juga tersebar di berbagai lokasil. Seribu penari asli Papua, dengan artis lokal daerah dan koreografer Papua juga akan dilibatkan untuk memeriahkan ceremonial tersebut.

Sementara itu, penyelenggaraan cabang olahraga ekshibisi e-sports resmi dibuka di lapangan dalam ruangan hoki, arena hoki dan kriket di Doyo Baru Kabupaten Jayapura, Papua. Ajang tersebut tentu saja membawa pesan akan besarnya potensi industri ekosistem digital sebagai penguatan perekonomian nasional.

Sandiaga Uno dalam sambutannya sebagai pembina Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) mengatakan, dengan besarnya potensi nilai ekonomi yang ditawarkan, e-sports diharapkan akan terus berkembang. Hal ini bertujuan agar e-sports dapat semakin kontributif terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Perlu diketahui bahwa sumbangan industri e-sports pada tahun 2019 tercatat sebesar 1,3 miliar dolar Amerika Serikat. Dalam setahun saja, pendapatan industri e-sports mampu tumbuh sebesar 33 persen menjadi 1,8 miliar dolar Amerika Serikat. Salah satu potensi nilai ekonomi adalah memberikan panggung istimewa kepada potensi dan talenta lokal, hal yang dilakukan PB ESI dengan mempertandingkan gim buatan anak bangsa Lokapala.

Pertandingan persahabatan gim lokal Lokapala akan sangat positif dalam memacu gairah industri gim lokal baik di pentas nasional maupun internasional.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Harian PB ESI Komjen Pol Bambang Sunarwibowo. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di industri e-sports, baik dari prestasi maupun pengembangan ekosistem dan industrinya. Melalui ekshibisi e-sports PON XX Papua 2021 yang digelar hingga 26 September nanti, PBESI ingin menyampaikan pesan kepada dunia tentang potensi besar industri e-sports di Indonesia.

Dia berujar, kesiapan Indonesia menjadi penyelenggara e-sports-tourism berskala internasional dan optimisme akan terwujudnya visi Indonesia Emas sebagai kekuatan ekonomi digital dunia pada 2045.

Ia juga mengungkapkan, masuknya e-sports sebagai cabang olahraga akan memberikan kesempatan untuk melakukan pembinaan atlet secara berjenjang. Lebih dari itu, dipertandingkannya e-sports dalam PON Papua kali ini juga menjadi bukti bahwa e-sports tidak lagi ekslusif dimiliki oleh mereka yang bertempat tinggal di kota besar, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

PON XX Papua merupakan perhelatan PON yang pertama kali menyelenggarakan pertandingan e-sports, hal ini tentu saja menjadi sejarah baru bagi Indonesia dalam kancah olahraga digital.

Multieven PON tentu tidak hanya bertujuan untuk mempersatukan wilayah melalui olahraga, tetapi dari sisi ekonomi, even tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian di banyak sektor seperti wisata, kerajinan tangan, kuliner dan masih banyak yang lainnya.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh: Abner Wanggai*

Event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tinggal menghitung hari, Badan Nasional Penanggulangan Terosisme (BNPT) meminta kepada seluruh pihak untuk waspada akan adanya aksi terorisme pada PON ke 20 tersebut.

Boy Rafli Amar selaku Kepala BNPT menjelaskan, pihaknya telah memberi masukan kepada pihak penyelenggara serta pimpinan lembaga di daerah pelaksanaan PON XX Papua terkait potensi ancaman terorisme.

Boy menilai, aksi teror bisa dilakukan kelompok ISIS maupun kelompok kriminal bersenjata (KKB). Apalagi Papua sendiri merupakan daerah yang pertama berkaitan dengan ISIS, pernah dilakukan penangkapan 11 warga masyarakat di Merauke pada bulan Mei yang lalu.

Lebih lanjut Boy mengingatkan, ancaman serangan teror di tengah acara PON XX Papua menjadi sebuah keniscayaan.

Selain adanya kelompok ISIS di Papua, kelompok kriminal bersenjata juga patut menjadi perhatian. Dalam catatannya, KKB belakangan mulai turun gunung dan melakukan serangan teror di pemukiman atau tempat umum. Seperti penembakan warga negara asing yang terjadi di kawasan PT Freeport Indonesia.

Termasuk juga aksi teror di daerah Kuala Kencana yang menjadi salah satu pusat administrasi dan pemukiman pekerja PT Freeport Indonesia.

Ini tentu menjadi sebuah catatan yang perlu diperhatikan, dan pihaknya (red:BNPT) juga akan memberikan masukan kepada petugas yang bertanggung jawab di bidang keamanan. Masalah ini-pun kemudian akan dibahas bersama Menko Polhukam.

Pada kesempatan berbeda, Markas Beesar Polri telah menyiapkan langkah antisipasi pengaman PON Papua untuk mencegah gangguan dari kelompok bersenjata.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, kelompok bersenjata telah masuk ke dalam daftar kemungkinan gangguan terorisme yang akan terjadi.

Ia menegaskan bahwa seluruh aspek pengamanan telah dipersiapkan dengan matang, baik pengamanan orang, barang, lokasi, maupun kegiatan. Tentunya pihaknya berharap agar pergelaran PON di Papua dapat berjalan dengan aman dan damai.

Untuk memberikan dukungan di sektor pengamanan, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo mengirimkan 101 anggota Brimob untuk membantu pengamanan perhelatan multicabang PON XX Papua.

Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, mengatakan bahwa Brimob Polda Gorontalo berada di bawah kendalo operasi (BKO) pengamanan PON XX mulai 2 hingga 15 Oktober.

Personel tersebut nantinya akan ikut terlibat secara langsung dalam pelaksanaan pengamanan dengan Brimob Nusantara. Kapolda menuturkan, bahwa mereka telah melalui pelatihan cara pengamanan sesuai dengan objek yang ditentukan.

Irjen Pol. Akhmat Wiyagus berpesan kepada para personel agar tetap menjunjung tinggi kearifan lokal di Papua saat pengamanan nanti.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan arahan kepada aparat keamanan untuk mempertegas pengamanan PON XX dan Peparnas XVI.

Ia menegaskan ulang, hal-hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum PON dibuka dan pada saat pertandingan berlangsung.

Mahfud MD meminta kepada aparat agar hari-hari yang tersisa sebelum PON dibuka untuk terus mematangkan rencana pengamanan, termasuk deteksi, kontijensi dan terus melakukan simulasi-simulasi pengamanan.

Termasuk bila ada peralatan pendukung yang dibutuhkan supaya segera dilaporkan, agar pengamanan PON di Papua di empat klaster yakni di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika dipastikan baik.

Hal lain, menurut Mahdfud yang perlu dimatangkan adalah pengamanan para atlet dan kontingan, baik di venue atau lokasi-lokasi pertandingan, di penginapan termasuk saat para kontingan berinteraksi dengan warga masyarkat.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang hadir dalam kesempatan tersebut, juga meminta persiapan teknis supaya disempurnakan. Dalam mempersiapkan waktu yang tersisa, Mendagri meminta agar mengikuti standar dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan, karena tidak hanya persoalan keselamatan, tapi juga aspek hukum yang bisa muncul di kemudian hari bila melenceng dari rencana semula.

Keamanan di Papua merupakan salah satu isu krusial yang harus mendapatkan perhatian aparat, ancaman kelompok kriminal tidak bisa diabaikan. Apalagi mereka tidak senang jika Papua mendapatkan perhatian dari pemerintah yang tengah membangun Papua. TNI-Polri perlu bersinergi untuk menjamin keamanan atlet, ofisial serta panitia besar yang terlibat selama kegiatan PON berlangsung.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Oleh : Rahmat Soleh )*

PON XX akan diselenggarakan bulan Oktober 2021 dan panitia berusaha keras agar penyelenggaraannya aman dan memenuhi protokol kesehatan. Masyarakat pun diminta untuk ikut menyukseskan pelaksanaan PON XX di Papua dengan aktif mengikuti program vaksinasi maupun menjaga situasi kondusif di masyarakat.

Apakah Anda menunggu pembukaan PON XX Papua pada tanggal 2 Oktober 2021? Di tengah pandemi, menonton acara olahraga menjadi hiburan yang nikmat, agar pikiran tidak stress gara-gara Corona. Sudah lama juga kita tidak menyaksikan tayangan lomba olahraga, terakhir di ASEAN Games 2018 lalu. Sehingga PON XX ditunggu masyarakat dengan sangat antusias.

Panitia PON XX juga berusaha agar acara ini terselenggara dengan mematuhi protokol kesehatan karena saat ini masih pandemi. Semua atlet, offisial, dan panitia sudah divaksin sebelum mendarat di Papua. Vaksin menjadi syarat agar tidak terbentuk klaster Corona baru. Bahkan penduduk di sekitar arena PON XX juga divaksin agar menciptakan kekebalan kelompok.

Selain vaksinasi, untuk menjaga agar semua pihak yang terlibat di PON XX agar tetap sehat adalah dengan pemberlakuan prokes yang ketat. Para atlet hanya boleh melakukan mobilitas dari Wisma Atlet ke arena pertandingan. Di GOR atau lapangan, ia hanya boleh bergerak dari tempat istirahat ke tempat berlaga, dan sebaliknya. Ia dilarang keras untuk keluyuran keluar GOR apalagi mengadakan acara jumpa fans.

Presiden Jokowi akhirnya memberi restu untuk menyelenggarakan PON XX dengan penonton. Syaratnya, masyarakat yang menjadi supporter harus sudah divaksin (2 kali injeksi). Jumlah penonton juga dibatasi agar tidak terjadi kerumunan. Mereka yang boleh menonton juga merupakan tamu undangan dari Pemda Papua, sehingga bukan orang sembarangan.

Selain menjaga agar tidak terjadi klaster Corona baru, maka panitia juga berusaha agar PON XX berlangsung dengan aman, dengan bantuan dari aparat. Setidaknya 9.000 orang polisi diterjunkan untuk mengamankan PON XX, tidak hanya di arena pertandingan, tetapi juga di sekitar Wisma Atlet. Panitia juga menjamin keamanan kontingen dari provinsi lain dan mereka tidak usah khawatir.

Polisi juga rajin melakukan razia terutama untuk menangkap pesepeda motor yang membawa senjata tajam. Razia makin ketat dilakukan, khususnya di Kota Jayapura dan 3 klaster PON lainnya. Masyarakat juga tidak kaget akan adanya razia, karena mereka sadar bahwa ini cara polisi untuk mengamankan Papua, khususnya di dekat arena PON XX.

Razia dilakukan dengan ketat karena jangan sampai ada anggota KST atau oknum yang berhasil mengacaukan PON, karena acara ini harus berhasil. KST memang sempat meneror di daerah Maybrat dengan tujuan mengacaukan pengamanan pra PON. Sehingga aparat makin ketat dalam menjaganya.

Salah satu upaya untuk mencegah masuknya KST adalah dengan mengirimkan intelijen. Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata. Deteksi dini diperlukan agar nantinya PON berjalan lancar. Dalam artian, perlu upaya pencegahan sebelum terlanjur ada ancaman, baik dari KST, OPM, maupun oknum lain.

Pengamanan memang makin diperketat, apalagi PON XX diselenggarakan kurang lebih 2 minggu lagi. Jelang pembukaannya maka makin sering dilakukan razia. Tujuannya agar tidak ada oknum yang berusaha mengacaukan PON dengan cara apapun.

PON XX diselenggarakan dengan prokes ketat karena masih masa pandemi, dan vaksinasi menjadi salah satu syarat sebelum atlet diperbolehkan untuk masuk ke Papua. Penonton juga boleh masuk ke arena pertandingan tetapi benar-benar terbatas dan hal ini untuk mencegah kerumunan. Pengamanan pra PON juga makin diperketat oleh aparat.

)* Penulis adalah kontributor Forum Suluh Masyarakat Boyolali

Oleh : Timotius Gobay )*

Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua akan berlangsung pada bulan Oktober 2021. Masyarakat Papua pun mengapresiasi persiapan penyelenggaraan kegiatan tersebut yang telah memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan.

Kesiapan provinsi Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tidak perlu diragukan. Menteri Zainudin Amali telah menegaskan bahwa persiapan PON berjalan dengan lancar. Venue-venue yang dipersiapkan untuk menggelar PON Papua-pun kini sudah banyak yang rampung dan mulai menggelar tes event.

Zainudin menuturkan, persiapan secara fisik sudah baik, tinggal sedikit pembenahan untuk venue dan penginapan. Beberapa minggu yang lalu, Menpora bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto, meninjau langsung persiapan PON yang dihelat di empat klaster, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.

Dalam kunjungan tersebut Menpora turut memastikan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta agar masyarakat yang tinggal di sekitar venue untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Zainudin mengakui bahwa pihaknya masih mengejar target vaksinasi, karena targetnya harus 70% masyarakat di sekitar venue sudah mendapatkan vaksin Covid-19. Ia menuturkan perihal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk para atlet. Ia mengatakan telah meminta sebanyak 5 ribu dosis vaksin Covid-19 untuk atlet nasional ke kementerian kesehatan.

PON memang tidak selevel dengan Olimpiade, namun keduanya adalah multievent yang melibatkan banyak atlet dan banyak faktor, termasuk dalam memenuhi standar kesehatan di tengah wabah virus corona yang belum mereda.

Tidak berbeda dengan pelaksanaan Olimpiade di Tokyo, dimana event internasional tersebut harus diundur satu tahun karena adanya pandemi, begitu juga dengan PON XX Papua yang rencananya akan digelar pada 2020 terpaksa diundur 1 tahun dan akan dilaksanakan dengan beberapa aturan baru, seperti aturan pembatasan kegiatan masyarakat yang tidak memungkinkan menggelar hajat besar ini.

Dalam hal kesiapan infrastruktur, tentunya panitia memiliki lebih banyak waktu dengan pendundaan ini. Panitia PON XX Papua juga telah menyatakan bahwa pihaknya siap menggelar hajat pesta Olahraga terbesar empat tahunan tersebut. Ketua Harian PB PON Yunus Wonda mengungkapkan, Kesiapan Papua sebagai tuan rumah sudah mencapai 90%.

Di tengah wabah Covid-19 di Tanah Air, Panitia sudah mulai melakukan penyesuaian dalam proses persiapan, misalnya acara peresmian arena-arena yang sudah selesai dilakukan secara virtual. Saat menetapkan penundaan satu tahun, semua orang berharap pandemi sudah berakhir dan tidak ada lagi pembatasan serta penghalang lainnya untuk kegiatan masyarakat.

Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sejumlah pakar epidemi dalam pernyataan baru-baru ini mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 akan bertahan dalam waktu yang lama, meskipun program vaksinasi sudah mulai dilakukan di seluruh dunia.

Dari hasil studi WHO tersebut dipastikan pada tahun 2021 segala aturan yang berkaitan dengan protokol kesehatan harus tetap diaplikasikan sebagai syarat diadakannya berbagai kegiatan yang mengundang kerumunan termasuk Olahraga.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Marciano Norman menyebutkan, bahwa pada hari Rabu 22 September 2021 merupakan hari pertama PON XX Papua. Di mana cabang olahraga yang dipertandingkan adalah softball.

Marciano juga menyebutkan, bahwa saat ini persiapan PON XX di Papua sudah mencapai 95%. Ia memerinci, kesiapan itu meliputi arena pertandingan, perangkat pertandingan, kontingen provinsi yang akan berangkat ke Papua dan perisiapan pengurus besar (PB) PON itu sendiri.

PB PON, telah mengatur kesiapan lokasi pertandingan, menyiapkan akomodasi dan transportasi, dan menyiapkan masyarakat lokal agar bisa menjadi tuan rumah yang baik. Ia juga menuturkan, bahwa banyak pihak yang sangat membantu dalam persiapan PON XX Papua 2021. Seperti Kementerian Kesehatan, TNI/Polri dan semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam optimalisasi vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat yang tinggal di sekitar arena.

Dirinya menambahkan, bahwa perhelatan PON XX Papua, merupakan waktu yang tepat untuk mendapatkan bibit atlet baru yang kelak akan berlaga mewakili Indonesia di kompetisi Internasional. Selain itu, PON XX Papua juga menjadi tolok ukur bagi provinsi-provinsi di Indonesia dalam melakukan pembinaan olahraga.

Persiapan PON XX Papua memang luar biasa, ditengah isu keamanan serta pandemi yang belum usai, Panitia besar beserta dan berbagai lembaga pemerintahan turut terlibat dalam menyukseskan multievent terbesar di Indonesia tersebut. Tentunya kita berharap agar event skala nasional tersebut dapat berjalan lancar dan mampu menghasilkan talenta terbaik Indonesia.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

JAKARTA – Tokoh Muda Papua, Steve R Mara mengatakan, PON XX Papua merupakan momentum menanamkan nilai spirit nasionalisme bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya sebagai asli putra Papua bangga bahwa PON XX kali ini di Papua dan ini merupakan tonggak sejarah karena mungkin baru akan 100 tahun lagi Papua menjadi tuan rumah berikutnya di event olahraga yang mempersatukan anak bangas ini, “ kata Steve dalam Podcast secara virtual yang digelar ICF TV Channel dengan tema “PON XX Papua, Perkuat Persaudaraan dan Persatuan, Senin, 20 September 2021.

Menurut Steve, euforia PON XX sangat terasa sama seperti di Ibukota Jakarta dimana masyarakat sangat antusias menantikan helatan ini dan siap menjadi tuan rumah yang baik.

Tentunya tambah Steve, masyarakat Papua sangat siap dan mendukung penuh PON XX ini serta menjadi tuan rumah yang baik,” ucapnya.

“Kami berharap semua masyarakat Indonesia juga mendukung penuh pelaksanaan PON kali ini, dan kami torang bisa,” tegasnya.

Pengamat Kebijakan Publik, Saiful menambahkan PON XX di Papua tentunya merupakan moment bagus untuk mempersatukan masyarakat dalam memperkuat persaudaraan .

“Sesuai dengan harapan Bapak Presiden Jokowi bahwasannya PON XX Papua harus bisa meningkatkan persatuan, mempererat persaudaraan dan solidoritas antar daerah,” kata Saiful.

Menurut Saiful, PON XX di Papua secara langsung membawa 4 macam pendekatan, pertama pendekatan solidoritas antar daerah. Dimana masing masing daerah akan mengirim putra putri terbaiknya untuk mengikuti PON tersebut , sehingga terjalin komunikasi yang bersifat membangun, bertukar pengalaman. Serta saling mengenalkan nilai nilai positif.

“Kedua pendekatan budaya, bahwasanya Papua adalah Indonesia. Budaya Papua adalah aset kebanggaan Indonesia, ketiga pendekatan kultural atau dialog yang mampu menciptakan persatuan dan kesatuan,” ucapnya.

Terakhir, pendekatan kesejahteraan dan keamanan, tentunya dalam hal ini juga sangat di tunggu – tunggu oleh seluruh masyarakat Papua. Bahwa keamanan di Papua juga harus di maksimalkan untuk menciptakan rasa persaudaraan.

“Jika seluruh rakyat Indonesia bersatu dan rasa persaudaraan yang tinggi, maka akan semakin sadar dan kompak, maka tidak akan mudah di pengaruhi oleh bujukan misalnya separatis atau radikal yang akan mengacak ngacak nilai persatuan dan persaudaraan,” tandasnya. []

PON XX akan diselenggarakan di Papua, di akhir tahun 2021. Untuk pertama kalinya, ajang olahraga terbesar ini diselenggarakan di Indonesia timur. Kesuksesan PON menjadi tugas utama panitia dan KONI Papua. Tujuannya tak hanya meraih medali sebanyak-banyaknya, tetapi juga menyatukan penonton se-Indonesia dan membuat para WNI makin tangguh.

Menpora Zainudin Amali menyatakan sukses PON XX Papua adalah sukses untuk seluruh bangsa Indonesia. Dia pun berharap masyarakat Indonesia mendukung even besar berskala nasional tersebut.

“PON XX Papua siap digelar, bahkan sudah ada yang tes even. Sebagaimana tagline Torang Bisa, Papua bisa menyelenggarakan even besar berskala nasional. Sukses PON Papua adalah Sukses Indonesia,” kata Menpora Amali.

Dua pekan yang lalu Menpora bersama Kapolri dan Panglima TNI telah meninjau 4 wilayah klaster PON, baik di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

Dari segi infrastruktur tinggal sedikit-sedikit yang perlu pembenahan dan tidak merupakan hal yang menganggu dari segi pertandingan. Demikian pula dengan SDM pendukung kesemuanya sudah siap untuk melayani kontingen dari 33 provinsi serta kontingen tuan rumah itu sendiri.

“Fisik tinggal sedikit, seperti lampu penerangan umpamanya, itupun ada pilihan untuk bertanding pagi hingga sore,” ucapnya. “Untuk SDM pendukung sudah siap relawan yang benar-benar bisa menjadi pelayan yang baik, menjadi penghubung sehingga para kontingen akan ada perasaan nyaman,” tambahnya.

Oleh : Alfred Jigibalom )*

PON XX tinggal kurang dari sebulan lagi dan pemerintah mempersiapkannya dengan optimal. Panitia dan KONI berusaha keras agar PON XX terselenggara dengan baik, meski diadakan di tengah pandemi Covid-19.

Di saat pandemi kita rata-rata mengalami kelelahan mental karena takut tertular dan terlalu lama berada di dalam ruangan. Namun tidak usah galau lagi karena sebentar lagi ada acara yang bisa mengusir stress jauh-jauh, yaitu PON XX. Acara ini akan diselenggarakan di Papua pada awal oktober 2021, dan menjadi gelaran akbar, karena baru pertama kali diadakan di Bumi Cendrawasih.

KONI Pusat terus mempersiapkan segala sesuatunya agar PON XX berjalan dengan sukses, termasuk membeli peralatan untuk memfasilitasi PON. Ketua KONI Pusat Letjen (Purn) Marciano Norman menyatakan bahwa ia sudah melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder yang ada di PON. Seperti 11 olahraga eksibisi, panitia pengawas dan pengarah, para wasit, dan technical delegate yang bertanggungjawab soal penyelenggaraan PON.

Letjen (Purn) Marciano menambahkan, ia akan terus melakukan pengecekan dan meng-update-nya, baik di klaster PON Mimika, Kota Jayapura, maupun Merauke. Juga berkomunikasi dengan para kepala daerah untuk mengatasi hambatan yang ada. Memang tak bisa dipungkiri, untuk persiapan acara sebesar PON tetap ada hambatan, tetapi bisa diatasi dengan baik.

Hambatan yang patut diwaspadai adalah ancaman teror dari Kelompok Separatis dan Teroris (KST) sehingga aparat makin ketat merazia di banyak wilayah Papua, terutama di dekat arena pertandingan. Jangan sampai ada lemparan anak panah atau senjata lain dari mereka dan tiap masyarakat yang melintas akan digeledah. Untuk mengetahui apakah mereka membawa senjata tajam atau tidak.

Persiapan PON XX dan penghapusan hambatan juga dilakukan dengan menerbangkan drone ke 4 klaster PON, yakni di Mimika, Merauke, Kota dan Kabupaten Jayapura. Drone akan memonitor keramaian dan petugas bisa membubarkannya agar tidak terjadi kerumunan. Kamera drone juga bisa mengidentifikasi siapa yang masuk ke dalam blacklist, sehingga kerusuhan akan bisa dicegah.

Persiapan lain dalam penyelenggaraan PON adalah vaksinasi. Seluruh atlet dan offisial wajib divaksin sebelum terbang ke Papua dan tentu saja panitia lokal juga diinjeksi, agar tidak terbentuk klaster corona baru. Tak hanya mereka, tetapi warga di sekitar lokasi PON juga divaksin dengan harapan muncul kekebalan kelompok dan tidak ada penularan virus Covid-19.

Menyelenggarakan PON XX di tengah pandemi memang memiliki resiko tetapi bisa diminimalisir dengan vaksinasi dan protokol kesehatan yang ketat, sehingga tidak menaikkan kasus corona di Papua. Selain vaksinasi, panitia dan atlet hanya boleh beraktivitas di arena PON dan wisma atlet. Mereka tak boleh keluyuran seenaknya sendiri karena mobilitasnya dibatasi, sebagai upaya pencegahan corona.

Persiapan sarana untuk protokol kesehatan juga sudah ada, seperti keran untuk mencuci tangan, sabun antiseptik, masker sekali pakai, hans sanitizer, dll. Sanitasi memang wajib diperhatikan dan memang untuk sterilitasi semuanya menambah anggaran. Namun bisa diatasi karena PON XX mendapatkan dana juga dari otsus jilid 2.

Selain itu, persiapan untuk penginapan para atlet juga sudah ready. Mereka akan menginap di wisma atlet sekaligus kantor KONI Papua, di wilayah Kota Jayapura. Penginapan sudah representatif dan logistiknya juga siap, agar para atlet nyaan saat beristirahat.

Persiapan PON XX nyaris 100% dan tinggal menunggu hari jelang pembukaannya. PON adalah acara besar yang mengangkat derajat Indonesia di mata dunia, sehingga wajib disukseskan penyelenggaraannya. Panitia bekerja keras agar acara ini lancar dan meminimalisir resikonya.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali