Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan digelar di Papua pada 2 s.d. 15 Oktober 2021. Terdapat empat kabupaten dan kota yang menjadi tuan rumah, salah satunya Kota Jayapura.

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano menyatakan masyarakat sangat bangga atas kepercayaan rencana penyelenggaraan PON XX di Papua. Terlebih telah dibangunnya venue-venue yang bertaraf internasional.

“Kita bangga menjadi 10 provinsi di Indonesia yang bisa diberikan kepercayaan. Maka orang Papua mengatakan ‘Torang Bisa’. Itu akan kita buktikan dengan kesiapan masyarakat yang luar biasa antusiasnya,” kata Benhur Tomi Mano dalam acara Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang bertajuk “Mengintip Kesiapan PON XX Papua” yang berlangsung virtual, Kamis (24/06/2021).

Menurut Benhur, bersama TNI dan Polri, pihaknya pun telah melaksanakan gebyar vaksinasi di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Merauke. Antusias masyarakat pun sangat tinggi mengikuti vaksinasi COVID-19.

Benhur mengatakan, hal ini sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo bahwa masyarakat yang tinggal dekat dengan venue harus divaksinasi. Termasuk mereka yang menjual aksesoris-aksesoris dan para penonton.

“Itu terbukti, di klaster Kota dan Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke sekarang antusias masyarakat untuk datang divaksin cukup tinggi,” ujar dia.

Walikota Jayapura mengaku, telah memberikan dorongan kepada seluruh masyarakat termasuk kepada tiga bupati di Papua untuk bersama- sama mensukseskan penyelenggaraan PON XX Papua.

Wali Kota Jayapura pun menegaskan bahwa empat kabupaten dan kota tempat diselenggarakanya PON XX sangat aman.

Menurutnya, kejadian yang diberitakan di media-media nasional lokasinya jauh dari empat Kota dan Kabupaten tempat diselenggarakanya PON XX.

“Papua aman. Jika bapak dan ibu melihat di media-media nasional bahwa kejadian yang terjadi itu bukan berada di dekat wilayah penyelengaraan PON. Tidak, itu jauh. Penerbangan bisa 1 atau 2 jam sampai ke daerah itu,” tutur Walikota.

Benhur kembali memastikan bahwa Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Timika kondisnya sangat damai dan aman.

“Kami siap untuk menyambut duta- duta olahraga dari seluruh Indonesia untuk ajang prestasi di Tanah Papua,” kata dia seraya berharap, dalam penyelenggaraan PON XX, Provinsi Papua bisa menjadi juara umum. (*)

Oleh: Astrid Puteri (Peneliti Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia)

Pekan Olahraga Nasional XX di Papua dipastikan akan berlangsung pada Oktober 2021 mendatang, di tengah pandemi Covid-19. Untuk menyukseskan even olahraga berstandar nasional ini, pemerintah dan sejumlah pihak menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat, termasuk para pelajar di Bumi Cendrawasih.

Perhelatan PON XX Papua tidak sekedar pertandingan olahraga biasa, melainkan akan menjadi ajang mengukir prestasi serta silahturami antar putra-putri Indonesia untuk merakit dan mempererat persaudaraan.
Menjelang penyelenggaran even tersebut, sejumlah pihak saling bersinergi melakukan persiapan yang matang agar kegiatan bisa berjalan dengan sukses meski dalam situasi pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama dengan Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua menggelar vaksinasi bagi siswa sekolah tingkat SMP hingga SMA/SMK. Kegiatan ini digelar untuk menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke pada 2-15 Oktober 2021.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Mathius D Fakhiri menuturkan, “nantinya para siswa yang telah divaksinasi akan turut serta menyemarakkan PON dengan menjadi penonton. Pasalnya, surat vaksinasi menjadi syarat bagi masyarakat untuk menonton ajang olahraga tersebut secara langsung.”

Kegiatan vaksinasi pelajar ini diselenggarakan di sejumlah sekolah yang lokasinya berdekatan titik pertandingan. Target pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 12-18 tahun di klaster sekitar venue PON XX sebanyak 57.000 orang. Untuk tercapainya target tersebut, maka kegiatan vaksinasi tidak hanya dilakukan Polda saja, tetapi sejumlah unsur pemerintah baik dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, serta Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua turut memfasilitasi kegiatan yang dinamakan menjadi gebyar vaksin.

Kolonel Inf. Rahmat Puji Susetyo menuturkan bahwa, pelaksanaan vaksinasi massal yang diselenggarakan BIN Daerah Papua turut menggandeng sejumlah rumah sakit (RS) milik TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU) dan rumah sakit milik Polri serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik pemerintah daerah guna mempercepat proses vaksinasi di Kabupaten Jayapura.

Untuk diketahui, Kabupaten Jayapura merupakan salah satu klaster pelaksanaan Pekan Olahraga Nasionala (PON) XX tahun 2021, sehingga ditargetkan minimal 75 % warga di Papua dapat divaksin. Dengan kesadaran dan atusiasme warga Papua akan pentingnya vaksin Covid-19, target penerima vaksin yang sebelumnya hanya sekitar 700 orang per harinya justru melebihi dari 1.000 orang.

Hal ini menjadi kabar baik untuk kita semua, karena nantinya baik atlet maupun orang-orang yang datang akan merasa aman, karena semua warga sekitar sudah di vaksin. Banyaknya masyarakat dan pelajar yang mengikuti vaksin merupakan satu pertanda bagus, karena kesadaran dan antusiasme masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan penyelenggaran PON XX ini telah meningkat.

Oleh karena itu, mari kita dukung program vaksinasi massal di Papua sehingga kesuksesnya penyelenggaraan PON XX Tahun 2021 di Papua dapat terwujud. Bangun narasi positif di berbagai ruang media publik yang dapat menumbuhkan optimisme serta soliditas guna bersama-sama membangun kebanggaan bangsa demi PON XX yang sehat dan aman.

Oleh: Yosepen Maniagasi (Mahasiswa Papua di Kota Medan)

Pada Oktober 2021 akan diselenggarakan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX di Jayapura dan beberapa kota lain di Papua, seperti Merauke, Timika, dan Biak. PON XX Papua bukan saja momentum ajang adu prestasi atlet di berbagai cabang olahraga, tetapi juga memiliki arti strategis baik untuk Papua, terutama untuk bangsa dan negara Indonesia. PON tidak saja berjuang untuk prestasi olahraga, tetapi lebih dari itu, yakni menyempurnakan prestasi pembangunan di Bumi Cenderawasih.

Penyelenggaraan PON menunjukkan peran konsisten pemerintah dalam membangun Papua, bahkan komitmen dan tekad untuk mengakselerasi pembangunan kesejahteraan masyarakat Papua terutama Orang Asli Papua. Selain itu, akselerasi pembangunan sebagai bukti prestasi Indonesia tidak hanya di mata publik dalam negeri, tetapi juga pembuktian kepada masyarakat internasional.

Untuk itu, pelaksanaan PON selaras dengan komitmen Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat sebagai bagian dari harapan rakyat Indonesia. Percepatan itu dituangkan dalam Inpres No 9/2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Dalam konteks ini, penyelenggaraan event PON dan pencanangan Inpres Kesejahteraan memiliki tujuan yang hampir identik. PON berarti pertandingan demi prestasi olahraga, sekaligus PON menjadi titik tolak reorientasi pembangunan Papua sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Kabinet 11 Maret 2020, yaitu membangun Papua dengan cara-cara baru, pandangan baru, paradigma baru, dan pendekatan baru.

Artinya, Inpres Kesejahteraan mendorong akselerasi mendekatkan rakyat Papua pada kesejahteraan yang tidak berorientasi pada hasil tapi proses. Ini tentu membutuhkan waktu, ketekunan, keuletan, gairah, iklim yang kondusif, serta kolaborasi antara kerja filosofis, sosiologis, politis, dan teknokratis. Analoginya, seperti persiapan seorang atlet untuk berlaga di arena pertandingan guna meraih prestasi dan trofi.
PON menjadi indikator pemerintah bahwa Papua mampu menyelenggarakan suatu event olahraga nasional. Wilayah yang selama ini dimitoskan dengan keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohan, terbukti mampu melaksanakan PON.

Mitos ini yang hendak dibongkar lewat PON dan sekaligus Inpres Kesejahteraan untuk memacu terwujudnya kesejahteraan dan keadilan di Tanah Papua. Mitos ketertinggalan dan keterbelakangan yang selama ini identik dengan Papua, yang membuat negara melakukan intervensi untuk mengeliminasinya.

Papua tidak seperti yang diidentikkan sebagian orang. Lewat PON dan Inpres Kesejahteraan, Presiden Jokowi hendak membuktikan bahwa keduanya adalah mandala perjuangan meraih prestasi di bidang olahraga, dan pada saat yang bersamaan Papua pun meraih kesuksesan di bidang pembangunan guna mencapai kesejahteraan, sekaligus mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua.

PON XX Papua tahun 2021 akan diselenggarakan bulan Oktober 2021 dan akan digelar di empat wilayah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika dengan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin olahraga, serta 679 nomor pertandingan. Multievent nasional  tersebut juga akan dihadiri oleh sekitar 6500 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia.

Atas latar belakang tersebut, Komunitas Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) memberikan dukungannya  melalui deklarasi virtual dan aksi posting konten positp dari seluruh warganet, Milenial, serta kalangan santri pada (17/8) tepat pada hari kemerdekaan RI ke-76, kemarin.

Ketua FPMSI Rusdil Fikri menjelaskan tujuan diadakannya deklarasi virtual serta dukungan penyelenggaraan PON XX Papua agar memeriahkan dan membangun optimisme Bangsa melalui suksesnya PON XX Papua.

“Menciptakan optimisme dan antusiasme semarak dukungan berbagai kalangan terhadap penyelenggaraan PON XX Papua tahun 2021 yang sehat, taat prokes, dan aman dari provokasi KST stau Kelompok Separatis Teroris ” ujar Rusdil.

Rusdil bersama Warganet serta kalangan  santri mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan daerah untuk tetap melaksanakan PON XX Papua karena akan memberikan kontribusi positif maupun kesejahteraan masyarakat Papua.

“Lewat event  PON XX dapat mensinergitas Keindahan Alam dan Budaya Papua agar semakin dikenal sehingga menumbuhkan perekonomian serta  Kesejahteraan Rakyat Papua” kata Rusdil.

Komunitas FPMSI juga mengajak dan mensosialisasikan PON XX Papua di jagat media sosial lewat aksi posting konten informasi positif seputar PON XX dan  kegiatan deklarasi virtual   warganet dan kalangan santri dalam rangka mendukung suksesnya penyelenggaraan PON XX Papua,  dengan isi deklarasi sebagai berikut.

Pertama, Siap menjaga Persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945 Serta Kebhinekaan.

Kedua, Siap berkontribusi melalui aksi penyebaran konten narasi positip seputar persiapan penyelenggaraan PON XX Papua di media publik demi Mendukung Suksesnya PON XX Papua yang Sehat Dan aman Dimasa Pandemi Covid-19.

Ketiga , Siap bekerjasama melawan hoaks dan konten provokasi yang disebarkan KST Papua dengan penyebaran narasi Optimisme menyukseskan PON XX Papua yang aman dan sehat demi Indonesia sejahtera.

Jakarta, 17 Agustus 2021.
Tertanda, Warganet Bersama Kalangan Santri Milenial.

Oleh: Halimatussyadiah (Warganet Kota Depok) 

Pekan Olahraga Nasional XX atau PON XX yang diselenggarakan di Papua tahun ini adalah ajang olahraga nasional terbesar yang akan diselenggarakan mulai dari 2 – 15 Oktober 2021 dan lokasi utama penyelenggaraannya adalah di Stadion Lukas Enembe. Hal tersebut menjadi sebuah kebanggaan bagi warga Papua, karena PON XX merupakan ajang yang penting dalam kancah nasional. 

Kita ketahui bersama bahwa kegiatan ini telah ditunda setahun lamanya karena angka kasus Covid-19 masih cukup tinggi di Indonesia dan hal tersebut tentunya memberikan dampak yang buruk jika pemerintah dan masyarakatnya tidak fokus kepada penanganan Covid-19. Tahun ini, pemerintah mengoptimalkan upaya agar PON XX tetap terselenggara dengan berbagai proteksi dari Virus Corona, salah satunya dengan cara melakukan vaksinasi kepada seluruh atlet maupun peserta pendukung lainnya.

Seiring dengan dekatnya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada Oktober mendatang, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus berupaya untuk mempersiapkan PON XX di Papua. Ajang olahraga ini diyakini mampu menyelaraskan kemampuan Indonesia dalam kancah nasional, juga sebagai ajang unjuk kemampuan para atlet dan menunjukkan bahwa Indonesia tidak kalah dengan atlet-atlet internasional. 

Sementara itu, dengan banyaknya keragaman di Indonesia, PON XX Papua mampu memperkuat kebhinekaan dan keutuhan NKRI, sebab pelaksanaannya melibatkan banyak pihak di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, dukungan dari setiap ras, bangsa, suku dan lain sebagainya juga sangat terbentuk dalam kegiatan ini. Terlebih pemerintah juga menekankan terkait keamanan dan kenyamanan di daerah dalam mendukung pelaksanaan PON XX. Maka dari itu, peran aktif masyarakat dibutuhkan untuk menjaga agar situasi tetap kondusif. 

Dukungan sejumlah pihak terus mengalir agar PON XX dapat terlaksana dan berjalan dengan baik. Masyarakat juga terus menyebarkan konten positif di media sosial terkait PON XX dengan rasa nasionalisme karena dengan terlaksananya PON XX bisa menyatukan bangsa Indonesia. Banyaknya dukungan dari sejumlah pihak terkait pelaksanaan PON XX di Papua mendatang, diharapkan seluruh pihak dan masyarakat dapat turut mendukung keberlangsungan PON XX.

Oleh : Alfisyah Dianasari )*

Hampir setiap event atau moment special, kabar bohong atau hoax kerap menghiasi sehingga menimbulkan keresahan masyarakat. Masyarakat pun diminta mewaspadai hoax tentang PON XX Papua dan ikut mendukung kesuksesan acara tersebut.

Pada event PON XX sendiri, beredar kabar terkait lowongan pekerjaan menjadi crew runner PON XX Papua. Informasi lowongan kerja tersebut menyebar luas melalui grup whatsApp. Dalam pesan tersebut tertulis dibutuhkan 900 orang untuk event PON XX Papua 2021 bulan September – Oktober 2021.

Tertera juga kualifikasi yang dibutuhkan, job description, gaji UMR Jakarta atau Rp 4.5 Juta per bulan, hingga sejumlah fasilitas lain yang diberikan kepada pelamar kerja. Setelah diselidiki ternyata informasi tersebut adalah salah alias Hoax. Kabar tersebut telah dibantah oleh ketua 2 PB PON, Roi Letlora. Pihaknya juga mencari tahu dari mana sumber awal kabar tersebut.

Sebelumnya, beredar kabar terkait adanya surat dengan kop surat KONI Provinsi Papua perihal perubahan jumlah cabang olahraga PON XX yang rencananya akan diselenggarakan pada tahun 2020. Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe, bahwa berdasarkan surat KONI Pusat Nomor 24 tahun 2019 tentang penetapan cabang olahraga, nomor pertandingan dan kuota atlet PON XX tahun 2020, yang semula berjumlah 47 cabor untuk dikurangi menjadi 35 cabor.

Namun, hal tersebut ditepis oleh Kapisa selaku Kadispora Papua, karena kala itu belum ada pernyataan resmi maupun surat dari pemerintahan Papua untuk perubahan atau pengurangan cabor. Cabang Olahraga sepak takraw yang diisukan tidak dipertandingkan, rupanya telah masuk kedalam daftar cabor yang dipertandingkan, bertempat di Kota Jayapura yang merupakan cluster paling banyak dalam menyelenggarakan cabor paling banyak.

Tercatat akan ada 6.484 atlet dari seluruh penjuru Indonesia yang akan berpartisipasi dalam PON XX Papua. Kemudian, total ada 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang olahraga, dan 679 nomor pertandingan/perlombaan.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali optimis bahwa penyelenggaraan PON XX akan berjalan dengan lancar. Menpora Zainudin juga menyatakan bahwa PON diundur pada tahun 2021 karena adanya Pandemi, dimana situasi covid-19 mempersulit akses pengiriman peralatan dan perlengkapan ke Papua.
Sebelumnya, KONI Pusat sempat mengusulkan agar event multicabang tersebut dilaksanakan tanpa penonton agar menghindari kerumunan. Hal tersebut tidak lepas dari kondisi pandemi Covid-19 di mana kasus positif covid-19 di Indonesia masih tinggi. PB PON XX Papua merespons usulan tersebut dengan menyiapkan opsi regulasinya.

Pihak PB PON juga berjanji akan memaksimalkan broadcasting sebagai langkah antisipasi kemungkinan tersebut. Meskipun finalisasi ada tidaknya penonton di PON tergantung dengan keputusan Presiden RI Joko Widodo.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo telah memberikan instruksi terkait percepatan vaksinasi bagi atlet dan masyarakat di sekitar venue. Kementerian Kesehatan, melalui Kepala Seksi Kesehatan Olahraga Prestasi, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Harry Papilaya, mengatakan bahwa pihaknya terus menyiapkan kebutuhan kesehatan selama PON. Pada Juni dan Juli, mereka sudah melakukan pelatihan untuk tenaga kesehatan khusus yang bertugas mengawal PON.

Pada kesempatan berbeda, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua berencana untuk memvaksinasi sekitar 2/3 masyarakat di sekitar venue PON.

Pihaknya juga mengharapkan bantuan dan asistensi dari Kementerian Kesehatan untuk program vaksinasi kepada masyarakat di sekitar venue. Apabila masyarakat sudah divaksin, mereka tentu dapat ikut memeriahkan pesta olahraga tersebut.

Sementara itu, vaksinasi telah berjalan sesuai standar, kepada atlet maupun masyarakat umum. Alasannya jelas, kala itu kasus covid-19 meningkat dan pembangunan venue ikut terhambat. Pemerintah tentu saja tidak ingin mengorbankan kesehatan dan keselamatan seluruh atlet.

Jika atlet, pelatih dan seluruh elemen yang berperan dalam kemeriahan PON XX telah mendapatkan vaksinasi, tentu saja diharapkan perhelatan ini akan berjalan tanpa gangguan yang berarti.

Kita juga memiliki peran dalam mensukseskan PON XX, salah satunya adalah dengan tidak menyebarkan kabar yang tidak jelas tentang PON. Event PON diharapkan tidak hanya bergulir sebagai formalitas event 5 tahunan saja, tetapi juga harus berjalan dan bermakna khususnya bagi Provinsi Papua yang pada tahun ini akan menjadi tuan rumah PON XX.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Depok

Oleh: Erika Teodhora (Warganet Kota Kupang, NTT)

Ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua akan berlangsung bulan Oktober 2021 mendatang. Diketahui perhelatan olahraga nasional empat tahunan akan digelar di tengah pandemi Covid-19. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengatakan Kemenkominfo telah menyiapkan dukungan berupa media center dan pelaksanaan komunikasi publik agar PON Papua makin semarak dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Konten informasi sangat penting untuk disiapkan, secara khusus oleh juru bicara dari masing-masing cabang olahraga, Pengurus Besar PON hingga bagi awak media selama meliput PON XX Papua.

Selain itu, saat ini media sosial menjadi lebih mudah untuk diakses bahkan sepersekian detik media selalu update terhadap informasi/isu yang tengah terjadi. Hal tersebut kerap kali menjadi ancaman masyarakat Indonesia, akan tersebarnya berita hoaks yang dinilai dapat memecah belah bangsa. Banyaknya berita bohong yang beredar juga bisa menyebabkan masyarakat hilang kepercayaan kepada pemerintah.

Sebagai masyarakat Indonesia yang baik dan bijak, sudah sepatutnya kita mengakses informasi yang sudah terbukti kebenarannya, sehingga warga tidak lagi termakan oleh berita bohong yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Membaca konten narasi dari media yang sudah terpercaya juga dapat menghindari kita dari ancaman berita hoaks yang banyak beredar.

Kominfo juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menyebarkan informasi positif di tengah persiapan pelaksanaan PON XX, terlebih reporter-reporter perlu menyampaikan dengan diksi-diksi yang akurat dan penuh semangat, kameramen-kameramen perlu menampilkan angle-angle olahraga yang menantang dan hebat sehingga memberikan kebanggan bagi warga Indonesia.

Pemerintah juga mengajak masyarakat agar ruang digital tidak diisi dengan informasi hoaks, berita yang simpang siur, adu domba, hate speech dan saling mencela. Maka dari itu, sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan PON XX Papua digelar bisa berlangsung dengan optimal.

Sebagaimana tujuan diadakannya PON XX, yakni untuk mempersatukan bangsa Indonesia dan memaknai perbedaan yang ada di negara kita sendiri. Jangan sampai karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, membawa kita menjadi bangsa yang terpecah belah. Bhinneka Tunggal Ika harus tetap terpelihara di hati masing-masing rakyat Indonesia.

Oleh: Deny Setiawan (Warganet Kota Sidoarjo)

Jelang pelaksanaan PON XX yang akan dilaksanakan pada 2 Oktober 2021 hingga 15 Oktober 2021 mendatang, pemerintah mengetatkan beberapa aturan agar dalam pelaksanaannya dapat sesuai dengan yang direncanakan. Dukungan yang terus berdatangan baik dari masyarakat maupun tokoh agama maupun tokoh Papua itu sendiri agar pelaksanaan kegiatan akbar olahraga nasional ini, dapat berjalan lancar dan sukses di Bumi Cendrawasih Papua.

Salah satunya adalah tokoh perempuan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Marta Itlay mengajak seluruh masyarakat ikut sukseskan PON XX karena hal ini bagian dari pembangunan Papua. Marta juga menekankan pentingnya keterlibatan anak muda papua dalam kegiatan ini, serta untuk tidak terpengaruh isu-isu yang akan menghalangi pelaksanaan PON XX Papua.

PON XX 2021 Papua mengangkat tagline “Torang Bisa” yang merupakan bentuk penyemangat khas Papua. Keberlangsungan gelaran ini akan menunjukkan kemajuan pembangunan Papua. Pemerintah terus mematangkan konsep yang akan diterapkan, mengingat PON XX ini merupakan ajang unjuk kehebatan atlet Indonesia agar dapat bersinar di kancang nasional.

Selain itu, PON XX 2021 Papua memakai logo bergambarkan Stadion Papua Bangkit yang merupakan simbol olahraga di Bumi Cenderawasih. Logo PON 2021 Papua tidak hanya menampilkan Stadion Papua Bangkit, tetapi juga tiga buah segitiga runcing yang mencirikan gunung-gunung di Tanah Papua.

Banyaknya ikon yang ditonjolkan dalam filosofi PON XX ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak keberagaman yang harus kita rawat bersama. Karena lewat PON XX 2021 yang digelar di Papua dapat memperkuat kebhinnekaan dan keutuhan NKRI.

Oleh : Robert Pitiray )*

PON XX sangat istimewa karena diselenggarakan di masa pandemi Covid-19 dan dilaksanakan di Papua. Oleh sebab itu, diperlukan sinergitas bersama untuk mewujudkan PON XX Papua yang sehat dan aman, baik dari Corona maupun gangguan Kelompok Separatis Teroris (KST).

Tahun 2020 dijadwalkan penyelenggaraan PON ke-20 di Papua tetapi sayangnya ada pandemi Covid-19 yang menghantam dunia, sehingga acara ini diundur setahun. Lantas beberapa bulan sebelum jadwal (oktober 2021) ternyata masih saja ada Corona, bahkan pemberlakuan PPKM yang ketat. Namun ini bukan alasan lagi untuk kembali menunda lomba, karena panitia sudah punya strategi khusus agar acaranya aman dari virus Covid-19.

Salah satu usaha panitia agar tidak ada kluster Corona baru di arena PON XX adalah dengan menggunakan drone militer. Alat modern ini bisa memantau di sekitar arena pertandingan agar tidak terjadi kerumunan, sehingga jika ketahuan ada yang berdesak-desakan untuk menonton rombongan atlet, akan langsung dibubarkan. Hal ini dinyatakan oleh Ketua II PB PON Roi Letlora.

Roi menambahkan, drone ini sangat canggih karena bisa mendeteksi detail sampai ke wajah orang-orang di sekitar arena PON XX, bahkan mereka yang masuk dalam blacklist juga bisa terpampang nyata, sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan. Drone bisa menjangkau sampai 3KM dan sangat membantu untuk pengamanan acara sekaligus mencegah Corona.

Drone yang bentuknya pesawat mini akan mengamankan 3 arena PON, sehingga dipastikan seluruh pertandingan berjalan dengan aman dan tidak ada kerumunan massa. Selain memakai drone, pengamanan juga ditambah dengan aparat dan para pemuda Papua yang menjadi relawan. Mereka akan melakukan tindakan preventif agar tidak terjadi kerumunan dan kerusuhan atau situasi buruk lain.

Selain drone, upaya lain panitia untuk mengamankan acara ini dari kluster Corona baru adalah dengan vaksinasi. Seluruh panitia, atlet, dan offisial wajib diinjeksi vaksin agar memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19. Vaksinasi sangat penting karena pada berbagai pertandingan olahraga ada kontak fisik, sehingga mencegah terjadi penularan virus via droplet dari atlet yang ternyata OTG.

Saat pertandingan olahraga memang diperbolehkan untuk melepas masker karena akan sangat pengap dan menghambat pernafasan sang atlet. Misalnya di cabang olahraga renang dan sepakbola. Oleh karena itu, jangan sampai ada droplet yang tersebar dan akibatnya pertandingan dihentikan gara-gara Corona. PON XX adalah acara akbar sehingga wajib 100% sukses.

Selain atlet, panitia, dan offisial, maka masyarakat di sekitar arena PON XX juga mendapatkan vaksinasi. Hal ini dilakukan untuk membentuk kekebalan komunal agar semua orang bebas Corona. Sehingga baik di luar maupun dalam arena pertandingan tidak akan ada penyebaran virus Covid-19.

Untuk vaksinasi dan pengamanan dengan drone memang perlu dana khusus tetapi tidak perlu khawatir karena panitia akan mendapatkan anggaran yang cukup. Yang penting acara akan berjalan tanpa kerusuhan dan aman dari Corona. Sehingga masyarakat Papua amat bangga karena menjadi saksi, untuk pertama kalinya PON XX diselenggarakan di Bumi Cendrawasih.

Pengamanan PON XX dari ganasnya virus Covid-19 sudah dilakukan dengan maksimal. Saat ini tinggal menunggu waktu untuk pembukaan acara olahraga level nasional ini, oleh karena itu panitia terus bersiap dan memastikan seluruh orang mendapatkan injeksi vaksin. Jangan sampai ada kluster Corona baru yang bisa mengacaukan PON XX dan membuat semua orang merana.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Timika

PON XX Papua yang berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 nanti, direncanakan akan mempertandingkan 37 cabang olahraga dengan total 679 pertandingan, 56 nomor disiplin olahraga dan 6.442 atlet yang tersebar di empat klaster penyelengara, di antaranya Kota Jayapura, Kabupaten Merauke dan Mimika dan Kabupaten Jayapura.

Guna mensukseskan pagelaran tersebut, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, menargetkan 70 persen warga yang tinggal di sekitar arena lokasi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua klaster Kabupaten Jayapura mendapatkan vaksinasi Covid-19, di antaranya Distrik Sentani, Sentani Timur dan distrik Waibhu.

“Kami harap 70 persen masyarakat di Kabupaten Jayapura, khususnya di tiga distrik yang memiliki venue pelaksanaan PON, harus mendapatkan vaksin Covid-19. Jadi, minimal 70 persen warga yang ada di tiga distrik ini harus tervaksin. Kami optimistis capaian vaksinasi tiga distrik bisa melebihi target tersebut,” ujar Mathius Awoitauw.

Lebih lanjut, Mathius mengatakan bahwa dirinya berharap agar masyarakat mendukung penuh program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Jayapura.

“Saya harap masyarakat tidak mempercayai informasi bohong atau hoaks yang tersebar di media sosial, yang sifatnya menyesatkan. Saya sendiri sudah divaksin dan itu sudah dilakukan sebanyak dua kali. Jadi saya harap kepada masyarakat di daerah ini agar menjemput program ini dan mendukung pemerintah. Supaya pelaksanaan vaksin ini dapat menjangkau seluruh masyarakat di daerah ini,” tambah Mathius.

Menyikapi hal tersebut, peneliti MPPI, Muhammad Irandito, mengatakan bahwa dukungan masyarakat menjadi kunci sukses bagi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX pada 2-15 Oktober 2021 di Papua.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa program vaksinasi pandemi Covid-19 bagi atlet akan menumbuhkan kepercayaan diri dalam ajang berprestasi, kesehatan atlet, kesehatan official dan kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama suksesnya PON XX Papua. Perlu dukungan semua pihak untuk suksesnya PON XX Papua dengan aman dan kondusif ditengah pandemi Covid-19.

“Program vaksinasi pandemi Covid-19 bagi atlet akan menumbuhkan kepercayaan diri dalam ajang berprestasi, kesehatan atlet, kesehatan official dan kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama suksesnya PON XX Papua. Perlu dukungan semua pihak untuk suksesnya PON XX Papua dengan aman dan kondusif ditengah pandemi Covid-19”, ujar Muhammad Irandito.