Oleh : Zakaria )*

Pekan Olahraga Nasional ke-XX akan dilaksanakan di Papua pada akhir tahun 2021. Semua pihak optimis bahwa pelaksanaannya akan sesuai dengan jadwal, walau Indonesia tengah digempur Covid gelombang kedua.
Untuk pertama kalinya Provinsi Papua akan menjadi tuan rumah PON XX. Ini adalah sebuah kebanggaan karena masyarakat di Bumi Cendrawasih dianggap mampu untuk menjadi tuan rumah dari acara level nasional.

Rencananya PON digelar tahun 2020 tetapi karena pandemi diundur jadi tanggal 2-15 oktober 2021. Adapun lokasi PON XX rencananya akan dilaksanakan di 4 Kabupaten/Kota, yaitu Kota Jayapura, Kab.Jayapura, Kab. Mimika, dan Kab.Merauke.
Akan tetapi, di pertengahan tahun 2021 kita diberi cobaan lagi berupa serangan Corona gelombang kedua.

Masyarakat jadi waswas, apakah PON XX akan diundur lagi? Namun kecemasan ini ditenangkan oleh menpora.
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyatakan bahwa PON XX akan tetap digelar sesuai jadwal. Persiapan sudah sesuai dengan rencana. Persiapan infrastruktur juga tidak masalah, komunikasi panitia besar PON dengan sub-sub juga bagus. Sehingga optimis akan tetap bisa di-handle walau dilakukan di tengah pandemi.

Dalam artian, tidak benar jika ada desas-desus bahwa PON akan ditunda lagi karena Corona. Penyebabnya karena jika jadwalnya akan terus mundur dan mundur, malah akan kacau dan membuat biaya membengkak. Ketika jadwal PON diundur lagi entah kapan, maka akan ada biaya pemeliharaan venue, transportasi, dan lain sebagainya.

Amali menambahkan, untuk mengatasi agar aman dari Corona maka atlet, pelatih, offisial, dan panitia sendiri sudah divaksin covid-19 pada bulan juni 2021, sehingga tubuh mereka mendapatkan imunitas yang bagus. Billy Haumasse, koordinator medis KONI Papua menyatakan bahawa pada vaksinasi tahap awal, ada 300 orang yang mendapatkan injeksi.

Selain itu, masyarakat di sekitar arena PON XX juga mendapatkan vaksin, agar lingkungan di sana benar-benar aman dari Corona. Namun vaksinasi untuk atlet lebih diutamakan karena ia selalu berolahraga tiap hari, sehingga ketahanan tubuh perlu disempurnakan dengan injeksi. Apalagi ketika berlaga di lapangan atau venue pertandingan, mereka berkontak fisik, sehingga jika sudah divaksin akan sama-sama aman dari virus covid-19.

Sementara itu panitia juga mendapatkan jatah vaksinasi karena mobilitasnya sangat tinggi jelang PON XX dan saat acara olahraga ini berlangsung. Mereka perlu mendapatkan kekebalan tubuh yang baik, agar tetap fit dan bekerja dengan tubuh yang prima. Jangan sampai ada diskriminasi, dalam artian hanya atlet dan official yang divaksin sementara panitia tidak.

Jika hal itu terjadi maka akan sangat buruk karena panitia sebenarnya juga rentan kena Corona dan akan menularkan ke banyak orang. Sehingga agar sama-sama adil, semua pihak yang mengurus PON XX mendapatkan jatah vaksin dan diurus oleh KONI dan perwakilan dari Kemenkes. Vaksinasi adalah untuk pencegahan, sehingga tidak boleh ada panitia yang menolaknya.

Selain itu, ketika PON XX diselenggarakan dan kasus covid masih tinggi, maka skenario terburuknya adalah mengadakan acara ini tanpa penonton. Hal ini untuk mencegah terjadinya klaster Corona baru. Walau digelar tanpa supporter yang datang langsung ke venue pertandingan, tetapi mereka bisa menyaksikannya via online karena ada siaran langsungnya.

PON XX akan tetap diselenggarakan walau Indonesia tengah digempur pandemi. Penyebabnya karena jika terus diundur maka jadwalnya akan kacau-balau. Untuk mencegah penularan Corona maka semua pihak mulai dari atlet, offisial, panitia, sampai masyarakat di sekitar arena PON divaksin covid. Sehingga mereka mendapatkan kekebalan tubuh. PON juga bisa jadi digelar tanpa penonton agar tidak membentuk klaster baru.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Alfred Jigibalom )*

Pekan Olahraga Nasional ke-XX akan diselenggarakan di Papua pada oktober 2021. Pemerintah berusaha mempersiapkannya dengan maksimal mulai dari pembersihan venue sampai kelengkapan alat olahraga, semua dicek demi kesuksesan acara akbar ini.

Papua sangat bangga kala ditunjuk jadi tuan rumah PON XX. Penyebabnya karena ini untuk pertama kalinya pesta olahraga level nasional diselenggarakan di Bumi Cendrawasih. Kehormatan ini sangat disyukuri karena orang-orang di Papua diangap mampu untuk menyelenggarakannya.

Rencananya PON dilaksanakan tahun 2020 tetapi karena pandemi, diundur jadi oktober 2021. Kemunduran ini tidak dipermasalahkan, malah jadi lebih banyak waktu untuk persiapan agar semuanya benar-benar sempurna. Penyebabnya karena di era streaming, penonton PON tak hanya dari Indonesia, tetapi juga netizen dari seluruh dunia. Sehingga kesuksesan PON adalah sebuah kebanggan bagi pemerintah Indonesia.

Persiapan untuk PON XX Papua yang pertama tentu adalah dengan mengecek venue yang akan digunakan. Mulai dari Stadion Utama Papua Bangkit, arena aquatic, sampai Sirkuit balap motor Freegeb Merauke. Ada pula arena khusus untuk softball dan baseball di kawasan Kampus Universitas Cendrawasih di Kota Jayapura dan kawasan AURI (Lanud Silas Papare) Kabupaten Jayapura.

Arena-arena ini akan menjadi saksi bisu saat para atlet berlaga, sehingga pemerintah membuat dan merawatnya sebagus mungkin. Pembuatannya bukan sebuah pemborosan, karena bisa digunakan lagi hingga puluhan tahun ke depan. Masyarakat di Bumi Cendrawasih akan lebih sehat karena bisa berolahraga di arena aquatic maupun di sekitar Stadion Utama Papua Bangkit yang bertandar internasional.

Kemudian, persiapan yang juga penting adalah listrik. Pemerintah mengutus PLN untuk mengerjakan kelistrikan untuk mendukung PON XX dan sudah mencapai 95%, targetnya selesai agustus 2021. Sebanyak 564 personel disiapkan untuk menjaga pasokan listrik. PON adalah acara super penting, sehingga jangan sampai terjadi korslet atau listrik mati, yang bisa mengganggu konsentrasi para atlet saat bertanding.

Pemerintah juga mengutus Kementrian Perhubungan untuk mempersiapkan transportasi. Sebanyak 428 shuttle bus disiakan untuk alat transportasi pra atlet dari/ke arena pertandingan. Ada 4 klaster penyelenggara pertandingan sehingga rutenya pun dibagi 4, yakni di Kabupaten Jayapua, Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Merauke.

Menteri Perhubungan Budi Karya menyatakan bahwa transportasi air juga disiapkan untuk mendukung mobilitas para atlet, berupa kapal kecil dan bus air. Dermaga Ponton Danau Sentani juga telah diperbaiki agar kapal-kapal itu bisa tertambat dengan selamat.

Selain transportasi, penginapan para atlet juga dipersiapkan dengan matang. Mereka rencananya akan beristirahat di Wisma Atlet yang baru selesai dibangun. Fasilitas di dalamnya cukup lengkap dan menjadi penginapan yang representatif untuk para atlet dan officialnya. Gedung itu sekaligus jadi kantor KONI Papua.
PON XX diselenggarakan di tengah pandemi, sehingga pelaksanaanya harus sesuai dengan protokol kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua selaku panitia besar PON bidang kesehatan membuat desain protokol saat PON XX berlangsung. Salah satunya, seluruh atlet dan pihak lain (termasuk panitia) harus divaksinasi covid dan dites rapid sebelum bertanding.

Desain protokol ini sangat penting agar tidak terjadi klaster corona baru. Sehingga seluruh atlet, official, dan panitia sendiri dipastikan aman dari bahaya virus covid-19. Sedangkan untuk penonton PON XX, panitia belum memutuskan.
Jika memang rawan maka kemungkinan terburuknya adalah digelar tanpa penonton, tetapi mereka terus berdoa agar pandemi lekas selesai, agar pertandingan digelar dengan penonton yang langsung datang ke stadion.

PON XX adalah acara maha penting karena kesuksesan PON adalah kesuksesan pemerintah Indonesia juga. Persiapan-persiapan terus dilakukan agar acara ini berlangsung dengan lancar, mulai dari transportasi, penginapan, hingga vaksinasi para atlet, official, dan panitia. Semarak PON XX dinanti masyarakat karena acara olahraga bisa menyatukan bangsa.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Bali

Oleh : Moses Waker )*

Masyarakat Papua antusias menyambut Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX di Papua. Selain dapat meningkatkan persaudaraan, PON Papua merupakan ajang untuk mengenalkan talenta muda Papua.

Keberhasilan even Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan harga diri masyarakat Papua. Hal tersebut dikatakan oleh ketua Komita Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman. Marciano juga berujar, Pelaksanaan PON 2021 merupakan harga diri seluruh bangsa Indonesia sebagai tolak ukur negara luar dalam melihat penanganan Covid-19 di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KONI saat menghadiri rapat koordinasi persiapan PON XX 2021 yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua di Ruang Sasana Karya Kantor Gubernur Papua.

Sebagai Informasi, PON XX 2021 akan digelar pada 2-5 Oktober 2021. Terdapat 37 cabang dan 10 cabang ekspedisi yang akan dipertandingkan. Karena pandemi Covid-19 masih berlangsung, Ketua KONI meminta agar semua orang yang terlibat dalam pelaksanaan PON XX 2021 harus sudah divaksin.

Marciano optimis, situasi dan kondisi di lokasi penyelenggaraan PON XX 2021 kan kondusif. Adapun lokasi yang dimaksud meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Sementara itu, pada 19 Juni 2021 lalu, Panitia PON XX menggelar acara bertajuk Gebyar PON XX. Dalam acara tersebut sejumlah hiburan disajikan seperti, pertunjukkan musik daerah hingga menyediakan stand usaha ekonomi bagi 35 pelaku usaha kecil menengah di kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Pelaku UMKM Jayapura juga menjual berbagai macam makanan, kuliner, baju batik Papua, tas noken serta kopi khas Papua.Seorang warga Papua bernama Marthinus mengatakan, bahwa warga Papua sangat mendukung penyelenggaraan PON XX Papua untuk menjadi tuan rumah.

Sementara itu, ketua Panitia pagelara gebyar PON XX Papua Otniel Desa berharap acara gebyar PON XX Papua bisa memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Papua telah siap menggelar penyelenggaraan PON Papua.

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) di Jayapura menuturkan, Tuhan memberikan tanah kita Port Numbay dengan segala keindahan obyek wisata pantainya, sehingga dapat mendatangkan pemasukan untuk kesejahteraan, apalagi saat PON 2021 ini, di mana tentu saja wisatawan akan berbondong-bondong datang ke kota Jayapura. Dirinya mengakui, keindahan objek wisata pantai di Kota Jayapura merupakan peluang yang bagus untuk mendatangkan uang bagi masyarakat pengelola pantai.

Pada kesempatan berbeda, sekretaris komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Kenius Kogoya berharap agar seluruh masyarakat Papua selalu optimis dan mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua.

Kenius menuturkan, bahwa PON tidak hanya milik pemerintah maupun KONI, akan tetapi juga milik seluruh warga masyarakat yang berada di Papua. Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak pesimis dan harus optimis bahwa PON harus sukses di Papua. Tidak boleh kita menanggapi hal-hal yang membuat kurang bagus di sini, meskipun pihaknya tahu ada yang terjadi di Papua, tetapi dukungan terhadap event ini harus tetap solid.

Bagi Papua, PON adalah event yang sangat penting, karena event ini tentu saja akan menjadi nilai tambah bagi pemerataan pembangunan di Papua hingga pemerataan pembangunan ekonomi di Papua. Karena sukses PON tidak hanya soal sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi saja.

Event nasional ini patut didukung karena PON mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di kampung-kampung apalagi masyarakat bisa menjual aksesoris khas lokal Papua, juga makanan-makanan khas lokal bisa dijual di tempat wisata. Hal itu tentu saja akan mendongkrak penjualan ekonomi bahkan PAD di setiap daerah yang ditunjuk sebagai cluster PON.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 bagi atlet diprioritaskan bagi mereka yang akan melakukan pertandingan di kancah internasional maupun dalam negeri.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menkes Budi Sadikin ketika dirinya meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para atlet, pelatih maupun tenaga pendukung di Istora Senayan.

Dirinya juga berharap, agar vaksinasi yang diberikan kepada para atlet, nantinya akan mendukung para atlet untuk dapat mengibarkan Bendera Merah Putih di Luar Negeri.

Event PON harus didukung secara maksimal, apalagi event yang mempertandingkan beberapa cabang olahraga tersebut diselenggarakan di Papua, sehingga sudah semestinya event ini menjadi pembuktian bahwa Wilayah Timur Indonesia memiliki kapabilitas untuk menyelenggarakan multievent terbesar di Indonesia.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Oleh : Alfred Jigibalom )*

Pekan Olahraga Nasional ke-XX yang akan diselenggarakan di Papua beberapa bulan lagi, akan tetap dilaksanakan. Walau saat ini masih pandemi, tetapi jadwalnya tidak bisa ditunda lagi. Pasalnya, pelaksanaan PON sudah diundur selama setahun. Jika diundur lagi tentu akan mengacaukan semuanya. Tentu saat dilaksanakan harus sesuai dengan protokol kesehatan.

PON adalah ajang level nasional yang bergengsi, karena para atlet dari seluruh penjuru Indonesia berlaga untuk menunjukkan performa terbaiknya. Tahun 2021, PON XX diselenggarakan di provinsi Papua dan Papua Barat. Masyarakat di Bumi Cendrawasih sangat bangga karena untuk pertama kalinya, ajang sebesar PON diselenggarakan di sana.

Akan tetapi sampai pertengahan tahun 2021 pandemi belum selesai juga, sehingga pelaksanaan PON XX menjadi perdebatan. Akankah ditunda atau dilaksanakan tanpa penonton? Karena bagaimanapun kita harus menaati protokol kesehatan dan dilarang untuk membuat kerumunan.

Kenius Kogoya, Sekretaris Umum KONI Papua menyatakan bahwa PON XX Papua berbeda karena dilaksanakan di tengah pandemi covid. Ia juga tak tahu apakah penyelenggara mengizinkan adanya penonton atau tidak. Karena jika tidak ada penonton, maka sedikit banyak akan mempengaruhi para atlet, mereka jadi kurang bersemangat dalam berlaga karena tidak ada suporter.

Usulan untuk menyelenggarakan PON XX Papua tanpa penonton diungkapkan oleh Marciano Norman, Ketua Umum KONI pusat. Menurutnya, kita harus menyiapkan skenario terburuk alias PON tanpa penonton. Lagi-lagi karena alasan pandemi.

Keputusan untuk menyelenggarakan PON XX tanpa penonton masih belum fix 100%, tetapi ini lebih baik daripada penundaan kembali. Karena sebenarnya acara olahraga ini seharusnya diselenggarakan di akhir tahun 2020, tetapi ditunda jadi tahun 2021 karena alasan pandemi. Jika ditunda lagi maka jadawal akan kacau-balau karena banyak yang di-cancel.

Selain itu, ketika PON XX ditunda, maka akan berpengaruh pada psikologis atlet. Mereka sudah berlatih keras demi acara ini, dan saat harus ditunda lagi harus kecewa berat. Apalagi persiapan fisik dan mental mereka juga butuh biaya yang tak sedikit. Sehingga jika PON XX digeser jadwalnya jadi tahun 2022, akan membutuhkan lebih banyak uang.

Alasan lain adalah persiapan venue seperti GOR, arena racing, kolam renang, dll sudah hampir siap 100%. Sehingga saat ditunda tentu gedung dan tempat pertandingan olahraga tersebut akan sia-sia. Selain itu, biaya perawatannya juga cukup mahal. Jadi jadwal penyelenggaraan PON XX memang harus ditepati, yakni tahun 2021.

Masyarakat Papua juga menanti apakah penyelenggaraan PON XX jadi pada tahun ini atau tahun depan. Mereka sebenarnya banyak yang ingin agar PON dilaksanakan sesuai dengan jadwal, karena sudah excited menunggu selama lebih dari setahun. Penyelenggaraan PON amat membanggakan karena baru kali ini warga Papua dipercaya jadi panitia.

Jalan tengahnya adalah PON XX bisa diselenggarakan tahun 2021, karena belum tentu tahun depan pandemi sudah usai. Selain itu acara ini juga bisa dilaksanakan dengan penonton, tetapi harus sesuai dengan protokol kesehatan. Para atlet dan official wajib melakukan tes swab. Tiap orang yang masuk venue harus mencuci tangan, memakai masker, dan tidak boleh berkontak fisik walau hanya bersalaman.

Para penonton juga harus menjaga jarak, caranya adalah dengan memberi tanda silang pada kursi-kursi di dalam stadion atau venue lain. Jadi para suporter tidak akan berdampingan dan berdesak-desakan dan tetap menjaga jarak.
Namun resiko dari menjaga protokol menjaga jarak adalah daya tampung venue yang hanya bisa maksimal 50%. Akan tetapi hal ini lebih baik, daripada menyelenggarakan PON tanpa penonton sama sekali atau bahkan ditunda tahun depan.
Masyarakat yang tak bisa menonton langsung bisa melihatnya via gawai karena ada siaran langsung.
Pelaksaanaan PON XX Papua tak bisa di-cancel lagi karena harus sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh KONI pusat. Seluruh panitia di Papua juga bersemangat untuk menyelenggarakannya. Tentu dengan menaati protokol kesehatan dan tidak membuat kerumunan.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali

Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX direncanakan akan berlangsung pada tanggal 2-15 Oktober 2021 di Jayapura, Papua.

Bupati Jayapura Matius Awoitauw pada Selasa (22/6/2021) mengatakan bahwa penyelenggaraan PON ke-XX di Papua merupakan perjuangan Pemprov Papua.

“PON di Papua ini merupakan perjuangan dari pemerintah Provinsi Papua, saya ikuti proses itu. Pemprov luar biasa berjuang, bahwa PON harus ada di Papua,” kata Matius.

Dari perjuangan itu, menurut Matius, pemerintah pusat akhirnya memberikan kesempatan kepada pemprov untuk menggelar PON. Semua itu sebagai bukti perhatian pemerintah pusat kepada seluruh wilayah di Indonesia.

“Meskipun ada keterbatasan yang luar biasa, tapi ini memang kita bersama untuk meyakinkan bahwa olahraga ini bisa membangun persaudaraan dan persatuan. Kalau dilihat dari kesiapan calon tuan rumah yang lain, mungkin lebih siap. Papua nggak ada apa-apanya. Tapi kita tekad untuk mempersiapkan,” katanya.

Matius berharap penyelenggaraan PON ke-XX dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi olahraga hingga ekonomi.

“Kita berharap arena ini menghasilkan atlet terbaik untuk bisa mewakili Indonesia. Tetapi kita juga harus melihat sisi lain dari pelaksanaan PON Papua,” kata Matius.

Terkait antusiasme masyarakat, Matius menyatakan masyarakat sudah tidak sabar menyambut penyelenggaraan PON ke-XX Papua.

“Mereka ingin sekali PON ini berhasil dan mereka ingin sekali untuk dilibatkan,” ujar Matius.

Penyelenggaraan PON terakhir dilaksanakan tahun 2016 di Bandung, Seharusnya, ajang olahraga ini digelar tahun 2020 lalu. Namun karena ada pandemi Covid-19, jadwal penyelenggaraannya diundur ke tahun 2021.

Pada even PON ke-XX Papua ini akan dipertandingkan 37 cabang olahraga, yang pelaksanaannya di 4 klaster yaitu kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Kabupaten Mimika.

Pada Sabtu (19/6/2021), Panitia Besar PON XX bersama Pemprov Papua juga telah menyelenggarakan acara gebyar 4 klaster menjelang PON Papua. Acara ini menampilkan hiburan musik daerah dan menyediakan stand usaha ekonomi bagi 35 pelaku usaha kecil menengah di kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Acara gebyar PON XX Papua ini diselenggarakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Papua telah siap menggelar penyelenggaraan PON Papua.

Pada PON XX Papua tahun 2021 ini memperkenalkan 2 maskot yaitu Kangpho dan Drawa yang terinspirasi dari dua hewan khas Papua.

Kangpho singkatan dari kanguru pohon yaitu satwa marsupial (mamalia) yang memiliki kantung di perutnya. Sedangkan Drawa adalah burung jantan dewasa yang memiliki hiasan didominasi warna merah, jingga dan warna campuran antara merah dan jingga pada bagian sisi perutnya.

Selain maskot, ada pula tagline dengan kalimat “Torang Bisa” (Kami Bisa).

#torangbisa bermakna penyemangat khas Papua untuk mengobarkan semangat kepada para atlet yang akan bertarung pada PON XX. (**)

Oleh Defaryo Kagoya

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 di Papua merupakan momentum yang tepat bagi bangsa Indonesia dalam mempercepat pemerataan pembangunan Papua. Pembangunan prasarana dan sarana cabang-cabang olahraga akan diikuti oleh dukungan pembangunan infrastruktur dasar lainnya yang mendukung pengembangan wilayah Papua.

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menyampaikan perhatian Presiiden Jokowi terhadap PON XX Papua sebagai suatu hal yang unprecedented, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah PON. Hal ini ditunjukkan dengan kemajuan pembangunan infrastruktur olahraga di Tanah Papua yang masif. Inilah sebagai bukti komitmen Pembangunan Indonesia-sentris yang dicanangkan Presiden, dimana Tanah Papua menjadi prioritasnya.

PON XX dipastikan akan di gelar di Papua pada 2-15 Oktober 2021, dengan mengangkat tagline “Torang Bisa!” yang merupakan bentuk penyemangat khas masyarakat Papua yang tercermin dari kemampuan panitia melaksanakan PON dan mampu beradaptasi pada kondisi pandemi. Lokasi penyelengaraan PON XX terbagi kedalam 4 kluster, yaitu kota Jaya Pura, kabupaten Jayan Pura, kabupaten Mimika, dan Merauke.

Sosialisasi penyelenggaraan PON terus dimasifkan dengan menggandeng pesepak bola nasional, Boaz Salossa serta publik figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Boaz ditunjuk sebagai duta, karena merupakan represntasi Papua sebagai tuan rumah dan sebagai putra daerah yang memiliki prestasi serta kehidupan sosial yang baik. Sedangkan Raffi dan Nagita ditunjuk sebagai ikon, karena memiliki follower dan kapasitas sebagai influencer yang dapat menyosialisasikan PON XX dalam waktu singkat.

Penentuan Papua sebagai tuan rumah merupakan bukti nyata kepedulian Pemerintah terhadap Papua. PON XX akan menjadi momentum perputaran ekonomi yang melibatkan wirausaha Papua dalam mempromosikan produknya terhadap 34 provinsi yang akan berkunjung ke Papua. PON XX juga akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian, karena meninggalkan warisan pembagunan yang akan mendorong percepatan pembangunan di Papua.

Objek wisata Papua akan menunjukkan pesonanya dalam menyambut para atlet dan menarik para pendatang untuk berkunjung. Budaya Papua juga akan turut serta menunjukkan keunikkannya dalam menarik para pendatang. Hal tersebut akan menciptakan peluang yang dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Sejumlah persiapan terus dilakukan pemerintah dalam mensukseskan ajang olahraga nasional utama tersebut, seperti pembangunan venue, perbaikan jaringan internet, strategi keamanan dan protokol kesehatan. Pembangunan venue dipastikan hampir rampung untuk dapat digunakan saat PON XX dimulai. Disamping itu, pemerintah terus berupaya memperbaiki Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL), sehingga dukungan transmisi bisa berlangsung dengan baik.

Dari segi keamanan, TNI dan Polri bekomitmen akan senantiasa menjaga keamanan PON XX dan telah mempersiapkan strategi pengamanan dengan melibatkan stakeholders, seperti pemerintah provinsi, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Dari segi protokol kesehatan, pemerintah akan memberikan vaksinasi kepada panitia, atlet, tim dan masyarakat sekitar dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Bahkan, atlet, tim dan pihak terkait akan melakukan tes Covid-19 setiap 4 hari sekali.

Papua bangga menjadi tuan rumah, hal tersebut terlihat pada antusias masyarakat dalam menyambut penyelenggaraan PON XX yang akan menampilkan keunggulan serta keunikan daerah. Papua juga menegaskan kesiapan penyelenggaraan PON XX, terbukti dengan terbangunnya venue dan fasilitas pendukung yang dipastikan siap digunakan saat PON XX dimulai.

PON XX di Papua adalah penguatan jatidiri bangsa Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai ke Merauke, dari Asia sampai ke Pasifik, dari tanah Melayu sampai ke kepulauan Melanesia. Pelaksanaan PONXX juga tidak terlepas dari upaya percepatan pembangunan kesejahteraan Tanah Papua serta semangat dan jiwa berolahraga yang melekat serta identik dengan Tanah Papua. Oleh Karena itu mari seluruh elemen bangsa Indonesia agar turut mensukseskan event historis PON XX 2021 di Papua. XX bukan sekedar menjadi harga diri Papua, tapi menjadi harga diri Indonesia

(Mahasiswa Papua di Jayapura)

Oleh : Sabby Kosay )*

Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan event olahraga multicabang yang diikuti oleh seluruh Provinsi di Indonesia. Pada tahun ini Papua kebagian jatah untuk menjadi tuan rumah dalam event berskala nasional tersebut. Masyarakat Papua merespons positif acara tersebut, sehingga diharapkan mampu mempromosikan Papua kepada Dunia.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua juga meminta dukungan masyarakat adat untuk mendukung Training Center (TC) atlet-atlet Papua yang akan berlaga di pekan Olahraga Nasional (PON) XX tanggal 02-13 Oktober 2021 mendatang.

Sementara itu, pemerintah Kota Jayapura juga menyiapkan sejumlah obyek wisata pantai untuk mendukung penyelenggaraan PON XX Papua di kluster kota Jayapura, Papua.

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) di Jayapura menuturkan, Tuhan memberikan tanah kita Port Numbay dengan segala keindahan obyek wisata pantainya, sehingga dapat mendatangkan pemasukan untuk kesejahteraan, apalagi saat PON 2021 ini, di mana tentu saja wisatawan akan berbondong-bondong datang ke kota Jayapura.

Dirinya mengakui, keindahan objek wisata pantai di Kota Jayapura merupakan peluang yang bagus untuk mendatangkan uang bagi masyarakat pengelola pantai.

Pada kesempatan berbeda, sekretaris komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Kenius Kogoya berharap agar seluruh masyarakat Papua selalu optimis dan mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua.

Kenius menuturkan, bahwa PON tidak hanya milik pemerintah maupun KONI, akan tetapi juga milik seluruh warga masyarakat yang berada di Papua.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak pesimis dan harus optimis bahwa PON harus sukses di Papua. Tidak boleh kita menanggapi hal-hal yang membuat kurang bagus di sini, meskipun pihaknya tahu ada yang terjadi di Papua, tetapi dukungan terhadap event ini harus tetap solid.

Bagi Papua, PON adalah event yang sangat penting, karena event ini tentu saja akan menjadi nilai tambah bagi pemerataan pembangunan di Papua hingga pemerataan pembangunan ekonomi di Papua. Karena sukses PON tidak hanya soal sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi saja.

Event nasional ini patut didukung karena PON mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di kampung-kampung apalagi masyarakat bisa menjual aksesoris khas lokal Papua, juga makanan-makanan khas lokal bisa dijual di tempat wisata. Hal itu tentu saja akan mendongkrak penjualan ekonomi bahkan PAD di setiap daerah yang ditunjuk sebagai cluster PON.

Pada kesempatan berbeda, Tokoh perempuan di Wamena, Marta Itlay, mengajak kepada seluruh masyarakat di Papua untuk menyukseskan PON XX di Papua.

Ia mengatakan, bahwa masyarakat harus antusias untuk turut serta dalam mendukung pelaksanaan PON 2021 di Papua.

Marta menyebutkan dukungan kegiatan PON di Papua juga patut didukung oleh anak muda di Papua sebagai penerus bangsa. Oleh karena itu, jangan sampai kita terpengaruh oleh hal yang merugikan dan menghalangi pelaksanaan PON XX 2021 DI Papua.

Pelaksanaan PON di Papua akan mendatangkan banyak atlet dari seluruh Indonesia. Untuk itu, masyarakat harus menjadi tuan rumah yang baik dan membantu pelaksanaan PON berlangsung baik dan lancar.
Penyelenggaraan PON di Papua tidak hanya sebagai ajang memperebutkan medali semata. Hal yang paling penting adalah menjadi arena untuk memperkuat jalinan persaudaraan, jalinan persatuan dan solidaritas antardaerah.

Presiden Joko Widodo sempat mengingatkan, bahwa PON di Papua itu bukan hanya kompetisi olahraga semata. Namun PON adalah arena bersama untuk merayakan keragaman, mempertebal semangat persaudaraan dan arena memperkuat persatuan dan kesatuan. Sehingga ditengah Pandemi ini, tentu semua pihak akan tetap mempersiapkan diri sebaik mungkin.

PON memiliki sejarah yang panjang, event tersebut pertama kali dilakukan pada tahun 1948 dalam kondisi perang dan diblokade Belanda, pemerintah Indonesia tak gentar menggelar hajatan besar Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama. Presiden Ir Soekarno sendiri hadir dalam pembukaannya pada 9 September 1948.

Saat itu PON tidak hanya menyelenggarakan event olahraga semata, PON juga mengandung pesan politik, dimana dengan terselenggaranya PON ini bermaksud ingin menunjukkan kepada Belanda bahwa Indonesia adalah negara berdaulat.

Dalam event PON nanti, tak kurang akan ada 6.442 atlet dari berbagai penjuru Tanah Air akan datang ke Papua. Jumlah tersebut belum ditambah official dan suporter. Tentu hal tersebut akan menjadikan Papua menjadi semakin semarak dengan semangat persatuan.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Oleh : Moses Waker )*

Masyarakat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan PON XX di Papua. Perhelatan olah raga nasional tersebut diharapkan dapat mengasah talenta generasi muda dan mempererat persaudaraan sesama anak bangsa.

Ketua Umum KONI Pusat sempat menyampaikan bahwa beberapa provinsi memang tidak menganggarkan dana secara cukup untuk KONI Daerah, karena pada saat penyusunan R-APBD 2021, beberapa pemerintah provinsi masih berasumsi bahwa PON akan ditunda akibat pandemi Covid-19 yang belum mereda.

La Nyalla Mahmud Mattalitti selaku Ketua DPD RI, mengajak kepada pemerntah provinsi se-Indonesia untuk menyukseskan PON dan Peparnas di Papua. Tak hanya itu, dirinya juga memberikan solusi terkait penambahan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi untuk KONI daerah masing-masing.

Pada kesempatan berbeda, Tokoh perempuan di Wamena, Marta Itlay, mengajak kepada seluruh masyarakat di Papua untuk menyukseskan PON XX di Papua.

Ia mengatakan, bahwa masyarakat harus antusias untuk turut serta dalam mendukung pelaksanaan PON 2021 di Papua.

Marta menyebutkan dukungan kegiatan PON di Papua juga patut didukung oleh anak muda di Papua sebagai penerus bangsa. Oleh karena itu, jangan sampai kita terpengaruh oleh hal yang merugikan dan menghalangi pelaksanaan PON XX 2021 DI Papua.

Mantan Kapten Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam mengaku dirinya kagum dengan venue-venue yang telah dibangun di empat cluster. Menurutnya, dengan begitu Papua sudah sangat siap menjadi tuan rumah PON XX 2020.

Senada dengan kekaguman tersebut, mantan pemain terbaik Liga Indonesia 1996, Ronny Wabia mengatakan, bahwa dirinya sangat mendukung perhelatan pesta olahraga terbesar di Indonesia itu.

Ronny optimis, bahwa dengan digelarnya event PON XX di Papua ditambah dengan pembangunan sejumlah venue megah, akan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial dari Tanah Papua di masa mendatang.

Ia berharap, pada event PON XX nanti atlet-atlet Papua bisa meraih prestasi terbaik di rumah sendiri.

PON memiliki sejarah yang panjang, event tersebut pertama kali dilakukan pada tahun 1948 dalam kondisi perang dan diblokade Belanda, pemerintah Indonesia tak gentar menggelar hajatan besar Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama. Presiden Ir Soekarno sendiri hadir dalam pembukaannya pada 9 September 1948.

Saat itu PON tidak hanya menyelenggarakan event olahraga semata, PON juga mengandung pesan politik, dimana dengan terselenggaranya PON ini bermaksud ingin menunjukkan kepada Belanda bahwa Indonesia adalah negara berdaulat.

Tentu saja sejarah baru di Papua akan tercetak pada September nanti, dimana penyelenggaraan PON di Papua merupakan loncatan peradaban dan sejarah baru bagi masyarakat Papua.

Pelaksanaan PON di Papua akan mendatangkan banyak atlet dari seluruh Indonesia. Untuk itu, masyarakat harus menjadi tuan rumah yang baik dan membantu pelaksanaan PON berlangsung baik dan lancar.

Zainudin Amali menuturkan, pemerintah balum berencana mengeluarkan opsi penundaan atau pembatalan karena masih berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

Tentu saja berbagai opsi harus dipersiapkan dari berbagai daerah dan cabang olahraga sudah jauh-jauh hari dilakukan. Pihaknya tetap berharap penyakit covid-19 atau virus corona ini segera berakhir sehingga rencana untuk menggelar PON tepat waktu bisa tetap berlangsung.

Seiring dengan persiapan yang terus berjalan, ia juga mempersiapkan pencegahan untuk menekan penyebaran corona. Tentu dengan membatasi hal-hal yang melibatkan banyak orang, dimana pasti akan berpengaruh terhadap pekerja yang mempersiapkan venue atau tempat-tempat penginapan atlet.

Amali mengatakan, pemerintah tentu harus berhitung dan melakukan evaluasi dengan semakin meluasnya virus corona.

Untuk PON, pihaknya akan mengevaluasi perkembangannya bulan depan. Pemerintah harus bicara dengan KONI Pusat dan KONI Daerah serta para pimpinan cabang olahraga untuk mengambil keputusan, penyelenggaraan PON di Papua tidak hanya sebagai ajang memperebutkan medali semata. Hal yang paling penting adalah menjadi arena untuk memperkuat jalinan persaudaraan, jalinan persatuan dan solidaritas antardaerah.

Presiden Joko Widodo sempat mengingatkan, bahwa PON di Papua itu bukan hanya kompetisi olahraga semata. Namun PON adalah arena bersama untuk merayakan keragaman, mempertebal semangat persaudaraan dan arena memperkuat persatuan dan kesatuan. Sehingga di tengah Pandemi ini, tentu semua pihak akan tetap mempersiapkan diri sebaik mungkin.

PON adalah perhelatan multievent yang penting, dimana sukses dan tidaknya acara tersebut juga dipengaruhi oleh dukungan dari masyaraka yang membantu kondusifitas selama PON berlangsung.

) *Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Bali

Oleh : Halimatusya’diyyah (Warganet dari Tangsel)

Pemerintah meminta kepada semua pihak untuk tidak meragukan kesiapan Papua yang pada tahun ini berkesempatan menjadi tuan rumah PON XX. Cukup dengan memberikan dukungan yang positif, maka PON XX Papua ini akan berjalan sesuai dengan rencana.

Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan hal yang banyak ditunggu oleh warganet. Meskipun banyaknya penghalang di tengah krisis pandemi seperti saat ini, pemerintah tetap berupaya untuk tetap mengadakan PON XX di Papua dengan semua persiapan yang telah dilakukan.

Sudah sejak lama olahraga menjadi arena mempersatukan anak bangsa, kendati berbeda agama, ras maupun suku tetapi di dalam arena semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi yang terbaik.

PON XX di Papua ini juga merupakan ajang bagi Indonesia untuk membuktikan kepada dunia luar, bahwa Indonesia merupakan negara rukun yang menjalin persaudaraan, persatuan, dan solidaritas antar daerah. Melalui PON XX ini juga dapat memberikan banyak dampak positif di berbagai bidang.

Seluruh persiapan yang dilakukan tentunya sudah sangat maksimal, seperti memberikan vaksinasi kepada seluruh atlet yang turut serta dalam PON XX ini. Pemerintah juga siapkan jaminan keamanan untuk penyelenggaraan PON tahun ini.

Prestasi yang nantinya diukir oleh peserta yang mengikuti, diharapkan menjadi batu loncatan agar dapat mencetak prestasi di kancah internasional dan akan membawa nama harum Indonesia. Tak hanya itu, relasi dan kerja sama yang nantinya terjalin akan membawa dampak baik bagi bangsa Indonesia.

Sebagai wujud dari kegigihan bangsa Indonesia, maka adanya PON XX ini merupakan sebuah wadah untuk menjalin persaudaraan, persatuan dan solidaritas antar daerah serta mendorong Papua menuju Indonesia Maju.

PON XX Papua Tahun 2021 ini bisa menjadi pemicu bagi seluruh pihak untuk meningkatkan pemerataan pembangunan di semua daerah yang masih terbilang minim perhatian. Oleh karenanya, PON XX tidak hanya mampu meningkatkan persatuan dan persaudaraan masyarakat, namun juga mampu menjadi pendorong pemerataan pembangunan hingga peningkatan perekonomian daerah.

Oleh: Anwar Ibrahim (Warganet Kota Depok)

Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada Presiden Joko Widodo yang telah menetapkan Provinsi Papua secara resmi sebagai Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional XX Tahun 2021.

Dengan adanya kesempatan untuk menjadi tuan rumah yang merupakan sebuah kehormatan bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Papua ini, tampak jelas bahwa di dalamnya terkandung kepercayaan, sejuta harapan, dan sejumlah cita-cita luhur dari Pemerintah Republik Indonesia yang ingin diwujudkan bersama.

Semangat dan pikiran yang besar dari Pemerintah Provinsi Papua dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah, telah tampak dari berbagai upaya yang telah dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan melalui langkah-langkah persiapan.

Diantaranya sebagian besar venue dalam rencana pelaksanaan PON XX merupakan bangunan baru seperti Stadion Papua Bangkit di Kabupaten Jayapura dan Mimika Sport Complex di Timika yang baru saja pembangunannya rampung. Hal tersebut membuktikan Papua siap sebagai tuan rumah PON XX Tahun 2021.

Matahari yang selama ini telah kami ketahui selalu terbit dari Timur, maka dengan melihat kesungguhan Pemerintah Provinsi Papua dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah pesta olahraga, kami pun memiliki keyakinan bahwa bangkitnya Indonesia dari pandemi berawal dari Papua.

Sejak pandemi menyerang, Indonesia tidak pernah menyerah bahkan semangat terus berkobar untuk melanjutkan vis misi Indonesia Maju. PON XX Papua menjadi salah satu bukti keteguhan bangsa di tengah krisis akibat pandemi.

Doa kami bersama bahwa dengan terlaksananya penyelenggaraan PON XX Tahun 2021 dapat mendukung terwujudnya Papua Bangkit dan Mandiri, mari membangun ketangguhan bangsa di masa pandemi dengan menyukseskan PON XX Papua.