Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021, Bidang Kesehatan bertanggungjawab memberikan pelayanan kesehatan paripurna bagi seluruh peserta PON XX yang didukung Sistem Jaminan Kesehatan bagi atlet, official, panitia pelaksana dan panitia lainnya.

Dukungan tersebut dituangkan dalam penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional XX Papua (PB PON XX Papua) dengan BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Papua dan Papua Barat tentang Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam Penyelenggaraan PON XX, yang dilaksanakan di Kantor PB PON XX Otonom Lantai II, Rabu (28/7/2021).

Hadir dalam penandatangan Perjanjian Kerjasama dimaksud, Ketua Harian PB PON XX Papua yang diwakili oleh Sekretaris Umum (Sekum) PB PON XX Papua, Elia Loupatty dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr Robby Kayame.

Loupatty mengatakan, jaminan dari BPJS Kesehatan diberikan kepada atlet, official, wasit, volunteer dan Panitia Penyelenggara PON XX dengan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) aktif.

“Ini merupakan bentuk kerjasama yang ditunggu-tunggu oleh atlet, official, wasit, volunteer dan Panitia Penyelenggara PON XX,” katanya dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Rabu (28/7/2021).

Meski begitu, kata Loupatty berharap tak ada kejadian yang tidak diinginkan, selama berlangsungnya event olahraga nasional ini

Ketua Harian Panitia Besar (PB) PON Papua, Yunus Wonda, menyampaikan PON akan menjadi tanggung jawab besar bagi masyarakat yang akan menjadi tuan rumah. Untuk itu ia berpesan kepada semua lapisan masyarakat bersama-sama mensukseskan PON XX.

“Dalam iven ini di atas tanah ini harus pastikan PON bisa berjalan dengan baik. Kita akan pastikan dalam PON XX akan menyatukan seluruh anak bangsa. Biarkan seluruh orang yang hadir di sini datang dengan senyuman, dan kita berharap saat mereka pulang membawa kesan yang sama,” ujar Wonda.

Ditempat terpisah, Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, menegaskan bahwa pelaksanaan PON XX ini adalah kesempatan emas bagi dunia olahraga di provinsi tertimur Indonesia itu. Ia berharap, PON XX bisa menjadi momentum kebangkitan baru olahraga di Bumi Cenderawasih.

“Dalam waktu 100 tahun lagi PON belum tentu ada di Papua. Oleh karena itu mari kita tunjukkan sesuatu yang beda dan buktikan bahwa kitong bisa. PON ini merupakan sebuah kebangkitan baru bagi olahraga Papua, dan kehadiran PON di Papua merupakan tolak ukur pembinaan prestasi olahraga di provinsi ini. Kita harus menjadi tuan tumah yang santun dan ramah bagi seluruh kontingen,” ucap Kenius.

Menyikapi hal tersebut, Pengamat Papua dari Lesperssi, Jim Peterson, mengatakan bahwa segenap lapisan masyarakat seyogyanya mendukung dan turut serta untuk mensukseskan penyelenggaraan PON XX di Papua. Mengingat pemaknaan dari pagelaran PON tersebut terhadap dunia internasinal, yaitu negara hadir terhadap rakyat Papua.

“Segenap lapisan masyarakat seyogyanya mendukung dan turut serta untuk mensukseskan penyelenggaraan PON XX di Papua. Mengingat pemaknaan dari pagelaran PON tersebut terhadap dunia internasional, yaitu negara hadir terhadap rakyat Papua”, ujar Jim Peterson.

PEMERINTAH Papua menegaskan kesiapan mereka menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada 2-15 Oktober mendatang. Dalam hitung mundur 100 hari menjelang pembukaan PON, Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano berani menjamin bahwa Papua sangat aman untuk menyelenggarakan pesta empat tahunan yang telah tertunda satu tahun akibat pandemi COVID-19.

“Saya memberitahu kepada para gubernur, 33 KONI provinsi di seluruh Indonesia dan para atlet bahwa Papua aman, Papua damai, dan Papua siap untuk melaksanakan PON 2020,” kata Benhur. Pernyataan tersebut disampaikan Benhur menjawab kekhawatiran publik yang sempat meragukan PON Papua karena isu keamanan antara TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata beberapa bulan lalu.

Dia memastikan bahwa masyarakat tak perlu khawatir dengan isu keamanan di Papua sebab itu terjadi jauh dari lokasi venue maupun tempat tinggal atlet. Tak hanya jaminan keamanan, Benhur juga memastikan bahwa PON Papua dapat berjalan lancar berkat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di empat klaster PON yang terus dipacu. Upaya itu diharapkan bisa mencegah risiko penularan selama ajang tersebut berlangsung. “Sesuai dengan perintah presiden bahwa masyarakat harus divaksin, yang menjual aksesoris harus divaksin, atlet dan yang akan menonton juga harus divaksin. Itu terbukti di empat klaster, sekarang antusias mereka untuk datang divaksin cukup tinggi,” tuturnya.

“Kami juga sudah melakukan penyemprotan malaria di empat klaster ini.” Demikian juga dengan persiapan arena pertandingan. Menurut Benhur, venue-venue di empat klaster PON sudah tuntas 100 persen dan siap digunakan. Dia berharap meski PON Papua sudah siap secara fisik, komunikasi dan koordinasi antara Panitia Besar (PB PON) dan pemerintah daerah tuan rumah penyelenggaraan PON dapat berjalan lebih mulus sehingga persiapan PON tetap optimal. “Venue-venue di empat klaster sudah siap 100 persen. Yang terpenting adalah komunikasi, koordinasi dan keterbukaan harus dilakukan dengan baik karena ini adalah pesta olahraga terbesar”. (*)

Pekan Olahraga Nasional ke-20 kali ini akan diselenggarakan di Provinsi Papua. Sejumlah persiapan tengah dilakukan Panitia Besar PON, termasuk menyiapkan program promosi untuk menyemarakkan pesta olahraga terbesar ini dalam rangka hitung mundur 100 hari menuju PON XX Papua 2021.

Pekan Olahraga Nasional ke-20 Papua rencananya akan digelar pada 2-15 Oktober 2021. Event empat tahunan ini, akan mempertandingkan total 37 cabang olahraga dan 56 disiplin olahraga.

Semakin dekat dengan pelaksanaan PON, sejumlah persiapan terus digencarkan, mulai dari persiapan infrastruktur venue hingga program promosi untuk lebih mengenalkan PON kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

“Tak henti-hentinya, kami PB PON Papua selaku Panitia Penyelenggara, terus berupaya mensosialisasikan perkembangan terkait persiapan dan pelaksanaan PON XX Papua 2021. Kami siap menyambut seluruh kontingen maupun masyarakat dari seluruh Indonesia di tanah Papua,” jelas Ketua II PB PON XX 2021, Roy Letlora.

Untuk meningkatkan animo masyarakat tentang Pekan Olahraga Nasional ke-20 yang diselenggarakan di Provinsi Papua, Panitia Besar PON menyiapkan program promosi bertajuk PONDEMI, hitung mundur 100 hari menuju PON XX Papua 2021.

Oleh: Achmad Faisal

Gelaran multievent Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dijamin akan berjalan aman dan terbebas dari ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional PON (PB PON) XX Papua, Elia Loupatty. Selain itu, segenap masyarakat Indonesia, khususnya warga Papua, sangat antusias ingin menyukseskan even olahraga berstandar nasional tersebut.

Komitmen pemerintah yang selalu sigap untuk menjaga keamanan di bumi Cendrawasih, tidak perlu diragukan. Tentu komitmen ini akan lebih dipertegas saat moment nasional PON XX Papua. Terlebih PON ini sempat tertunda setahun yang lalu akibat pandemi Covid-19.

Jaminan keamanan ini terlihat dari pernyataan pemerintah yang menyatakan akan menerjunkan TNI-Polri dari Kodam Cendrawasih dan Polda Papua untuk mengamankan kontingen PON sejak mereka turun dari pesawat.

Pengamanan PON XX juga melibatkan pemuda setempat. Para pemuda tersebut dijadikan sukarelawan untuk ikut mengamankan PON Papua di empat klaster, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Pemuda ini direkrut oleh divisi SDM PB PON XX Papua. Dengan demikian, pengamanan PON XX bersifat persuasif dan kekeluargaan

Sebelumnya, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menegaskan Papua siap menyelenggarakan PON XX. Kesiapan tersebut didukung dengan kondisi keamanan Papua yang aman.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut mengatakan, berdasarkan laporan Bupati dan Wali Kota Jayapura, mereka sangat siap menghadapi perhelatan olahraga nasional itu.

Gubernur Papua Lukas Enembe yang juga merupakan Ketua PB PON XX mengamini pernyataan Marciano. Lukas memastikan Papua aman dikunjungi dan siap menggelar PON XX Papua.

Lukas menyatakan masyarakat Papua bangga menjadi tuan rumah PON XX. Ia juga meyakinkan bahwa tidak ada ancaman apa pun dan Papua dalam kondisi aman.

Sementara itu dukungan penyelenggaraan PON XX Papua datang dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti berharao PON XX akan menghasilkan atlet-atlet berprestasi dan bermental juara. Ke depannya, para atlet juga diharapkan mampu menembus panggung olahraga internasional. 

Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni senada dengan La Nyalla. Menurut Sylviana, senator 34 provinsi di seluruh Indonesia siap menyukseskan PON Paua 2021. Para senator akan menggaungkan PON 2021 di daerah masing-masing.

Menteri Pemuda dan Olahraga Amali memaparkan kemajuan persiapan pelaksanaan PON Papua 2021. Ia menyebut, venue pertandingan hampir semua tuntas 100 persen. Venue Panahan, Sepatu Roda, dan Dayung diperkirakan selesai April 2021. Sementara untuk persiapan akomodasi dan tranportasi atlet di Kota dan Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke hampir rampung.

Amali juga menjelaskan, kontingen olahraga dari 34 provinsi menyatakan siap mengikuti PON Papua 2021. Dapat dipastikan, semua hal terkait PON XX sudah paripurna untuk segera dilaksanakan.

Dari seluruh persiapan itu, Saya sangat yakin PON XX Papua yang dijadwalkan digelar pada 2 sampai 15 Oktober 2021 dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Sesuai dengan tagline event PON XX “Torang Bisa”, Papua pasti bisa melaksanakan event ini. Jika seluruh masyarakat Papua dapat bekerjasama dengan baik, tagline “Torang Bisa” dapat terwujud. Abaikan saja semua teror dari Kelompok Separatis Papua (KSP) yang memang berniat merusak citra Papua menjadi buruk.

PON XX menjadi sebuah kesempatan bagi Papua untuk membuktikan pada dunia bahwa Papua bisa bangkit dan lepas dari KSP yang hanya menjadi parasit perusak bagi kemajuan Papua. Ayo Papua, Torang Bisa.

)*Penulis adalah mantan jurnalis

Tenaga Ahli Komisi X DPR RI, Hasan Basri menulis di media online Kumparan (3/4/2020) dengan judul “PON Ajang Memupuk Persaudaraan, Persatuan untuk membangun Karakter Bangsa”.

Dalam tulisannya, Hasan mengatakan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX akan berlangsung di Papua. Menurutnya dalam catatan sejarah, gagasan awal dilaksanakannya PON adalah mencari bibit atlit berbakat di seluruh penjuru negeri untuk mempersiapkan diri dalam keikutsertaan Asian Games pertama kali tahun 1951 dan Olimpiade Musim Panas Helsinksi tahun 1952. Selain itu, semangat yang digelorakan melalui PON adalah memupuk persaudaraan, persatuan membangun karakter bangsa melalui olahraga.

UU No. 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN), hadir dengan tujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa.

PON di Indonesia diadakan setiap 4 tahun sekali oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan diikuti seluruh provinsi di Indonesia. Sejak pertama kali diadakan di Kota Surakarta tahun 1948, PON telah diselenggarakan 19 kali kecuali PON ke-4 yang gagal diselenggarakan karena G30S tahun 1965.

Penyelenggaraan PON ke-XX tahun 2020, sudah ditetapkan di Provinsi Papua yang sebelumnya berhasil memenangkan bidding sebagai tuan rumah penyelenggara, mengalahkan Bali dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Provinsi Papua memperoleh 66 suara pada Rapat Anggota Tahunan KONI. Tuan rumah PON ditetapkan melalui SK Menteri Pemuda Olahraga No. 0110 tahun 2014. Tercatat, Provinsi Papua pertama kali ikut adalah pada penyelenggaraan PON ke-VII Tahun 1969 di Jawa Timur.

PON ke-XX adalah Sejarah untuk Papua

Menurut Hasan Basri, menjadi tuan rumah PON ke-XX adalah sejarah untuk Papua, mengingat selama ini pelaksaaan PON hanya berputar di wilayah barat Indonesia dan pulau Jawa. Penyelenggaraan PON di Papua dinilai memiliki nilai strategis dari sisi percepatan pembangunan di wilayah Provinsi Papua yakni:

Pertama, dari sisi ekonomi akan semakin berkembang melalui pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bandar udara dan semakin meningkat sektor informal seperti hotel, restoran dan jasa pariwisata.

Kedua, dari sisi sosial-budaya, akan terjadi interaksi sosial yang massive, dimana masyarakat Papua akan dikunjungi dan berinteraksi dengan saudara-saudara sebangsanya dari seluruh wilayah Tanah Air.

Ketiga, dari sisi politik, akan mengembalikan kepercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah nasional sekaligus mengukuhkan rasa nasionalisme Indonesia di kalangan masyarakat Papua. Meskipun fasilitas olahraga di Papua masih tertinggal ketimbang daerah lainnya yang juga mencalonkan diri sebagai tuan rumah, namun penyelenggaraan PON di Papua dinilai lebih sebagai upaya untuk memperkuat identitas kebangsaan dan solidaritas nasional.

Sebanyak 37 cabang olah raga akan dilombakan dan dipertandingkan yaitu Aerosport, Akuatik, Atletik, Anggar, Angkat Berat, Baseball, Biliard, Bermotor, Bola Basket, Bola Tangan, Bola Voli, bulutangkis, Catur, Kriket, Dayung, Gulat, Hoki, Judo, Karate, Kempo, Layar, Menembak, Muaythai, Panahan, Panjat Tebing, Pencak Silat, Rugby 7s, Selam, Senam, Sepak Bola, Sepak Takraw, Sepatu Roda, Taekwondo, Tarung Derajat, Tenis, Tinju, dan Wushu.
Oleh karena itu menurut Hasan untuk mengejar sukses penyelenggaraan PON harus dipersiapkan secara ekstra tentang tenaga akomodasi bagi seluruh atlet, official, volunter, pemangku kepentingan olahraga, tamu dan seluruh penggembira yang hadir pada PON ke-XX Papua.

Jumlah atlet diperkirakan sebanyak 6.442 orang, official sebanyak 3.221 orang dan SDM pertandingan (panitia pelaksana, wasit/juri, dewan hakim, technical delegate) sebanyak 2.860 orang, total keseluruhan sebanyak 12.523 orang. Sebagaimana hasil keputusan rapat terbatas 13 Agustus 2019, standar akomodasi khusus atlet dan official sesuai peraturan KONI, minimal dengan standar pelayanan hotel bintang tiga.

Selain sukses penyelenggaraan, PON Papua diharapkan sukses administrasi tanpa meninggalkan masalah hukum, sukses ekonomi dengan memanfaatkan momen PON ke-XX sebagai pembangkit peningkatan ekonomi masyarakat setempat, dan sukses pasca-event dengan penguatan rencana pengelolaan venue-venue pertandingan pada pasca penyelenggaraan PON ke-XX Papua. Sehingga infrastruktur olahraga yang telah terbangun tidak terbengkalai dan dapat bermanfaat secara maksimal bagi kemajuan olahraga di daerah.

Sementara itu Moses Waker, Mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo menulis di neraca.co.id (12/3/2021) dengan judul “Kesuksesan PON XX Kebanggaan Rakyat Papua”.

Menurut Moses, PON ke-XX papua yang akan dilaksanakan pada akhir 2021 menjadi kebanggaan bagi warga asli Papua. Menjadi tuan rumah adalah sebuah kehormatan, karena baru kali ini acara sebesar PON diselenggarakan di Papua. Selain itu, saat acara ini dilangsungkan di Bumi Cendrawasih, rasa nasionalisme mereka akan meningkat.

Masyarakat Papua sangat bangga karena mendapatkan kesempatan jadi tuan rumah PON ke-XX. Kesempatan emas ini sangat langka, karena baru kali ini acara berlevel nasional diselenggarakan di Papua, yang notabene sangat jauh dari ibukota. Mereka senang lalu ikut meramaikan timeline Facebook dan Twitter dengan konten berupa logo PON dan foto-foto venue olahraga di Papua.

Nowela Elizabeth, penyanyi asli Papua mengaku senang akan penyelenggaraan PON di Papua. Ia merasa bertanggungjawab secara moral akan suksesnya penghelatan acara olahraga ini. Menurutnya, acara sebesar PON masih kurang gaungnya, oleh karena itu ia berusaha agar mempopulerkannya, agar semua orang tahu bahwa ada ajang olahraga berlevel nasional di Papua.

Nowela bersama Edo Kondologit dan penyanyi asli dari Bumi Cendrawasih yang lain membuat proyek dan menghasilkan single berjudul Papua Bangkit. Dengan harapan, PON ke-XX akan menjadi momen untuk membangkitkan wilayah Papua. Dalam artian, PON bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga kesempatan untuk membuat perekonomian di Bumi Cendrawasih bangkit lagi.

Kebangkitan ekonomi di Papua memang harus dilakukan, agar kondisi finansial warganya tak lagi terpuruk akibat efek pandemi. Saat ada PON, maka ribuan atlet, pelatih, dan suporter akan mengunjungi Jayapura dan kota lain yang jadi lokasi pertandingan. Otomatis mereka akan butuh makanan, dan mencari hidangan khas Papua. Akan banyak konsumen baru dan meningkatkan omzet dari pedagang makanan.

Selain itu, PON ke-XX juga akan meningkatkan komitmen berbangsa dan bernegara, serta rasa nasionalisme bagi warga asli Papua. Selama ini, mereka sudah cinta NKRI dan merasa bahwa wilayahnya adalah bagian dari Indonesia. Namun sayang ada hasutan dari kelompok separatis, sehingga perdamaian dan persatuan di Papua terancam.

Ketika ada PON ke-XX, maka seluruh rakyat bersatu untuk mendukung timnas Papua. Mereka tak menghiraukan bujukan kelompok separatis untuk berpisah. Karena merasa lebih baik menjadi bagian dari Indonesia. Papua dan Papua Barat adalah provinsi di Indonesia yang sah di mata hukum, dan rakyatnya tidak mau jika diajak membelot.

Keberadaan PON ke-XX meningkatkan rasa nasionalisme warga Papua. Karena mereka akan menonton pertandingan sambil bersatu dengan suporter lain dari seluruh provinsi, dan merasakan persatuan dalam arti yang sebenarnya. Inilah Indonesia, bangsa yang terdiri dari banyak suku, tetapi tetap bisa bersatu dan menjunjung tinggi toleransi. Serta mengutamakan perdamaian dan tidak saling mem-bully.

Penunjukan Papua sebagai tuan rumah PON ke-XX adalah suatu anugerah, karena pemerintah pusat mempercayakan provinsi tertimur di Indonesia untuk meng-handlenya. Berarti mereka merasa bahwa orang Papua sanggup jadi panitia dan mampu menyelenggarakan acara berlevel nasional.

Orang asli Papua juga dianggap cerdas dan bisa menyelenggarakan acara akbar. Berarti rumor bahwa warga di Bumi Cendrawasih dianggap sebelah mata, salah besar. Karena masyarakat Papua adalah warga Indonesia juga, dan sangat pantas diberi kesempatan untuk jadi panitia PON. Agar ada asas keadilan di seluruh Indonesia.

PON ke-XX menjadi ajang untuk bersatu walau mendukung tim dari provinsi yang berbeda. Para suporter tetap sportif dan tetap solid, walau pertandingan telah usai. Mereka tak lagi bertikai, tetapi mau bekerja sama dan saling menolong. Masyarakat Papua sangat bangga akan penyelenggaraan ini di Papua, karena dipercaya oleh pemerintah pusat.

Jadi mari kita dukung suksesnya PON ke-XX Papua. Jadikan olahraga sebagai sarana membangun karakter bangsa dan mempererat persaudaraan dari sabang sampai merauke. Dengan diselenggarakannya PON ini, tidak hanya mecari bibit-bibit atlit berbakat saja, akan tetapi bersama-sama membangun bangsa dan Negara melalui olahraga.

“PON XX Papua: Torang Bisa”!! (*)

JAKARTA – Pemerintah memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada tahun 2021 ini tetap berlangsung secara abnormal ditengah pandemi Covid-19 pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Meski sebelumnya sempat ditunda bahwa pelaksanaan PON XX di Papua sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2017 yang menetapkan Provinsi Papua sebagai tuan rumah. Saat ini persiapan terus dikebut oleh Panitia Nasional PON di Papua dan Jakarta.

Untuk suksenya pelaksanaan PON XX di Papua tersebut sejumlah tokoh dan selebritis tanah air menyampaikan dukungannya untuk PON XX Papua. Seperti Andy Hendra Suryaka, Kepala Bandara Letung Kepulauan Anabas yang merupakan daerah terluar Pulau di NKRI itu mendukung penuh PON di Papua.

“Kami sebagai insan penerbangan mendukung penuh PON XX di Papua sebagai wujud koneksitas antar daerah dan persatuan dan kesatuan, Indonesia bisa Papua bisa,” ucap Andy saat dihubungi, Selasa (27/4/2021).

Senada putri asli Papua, Meilanie Osok menyampaikan bahwa sudah sepantasnya Papua bangkit dan bersatu dibawah NKRI dimomen PON XX Papua.

“Torang bisa, Indonesia Maju,” ucap Meilanie.

Bonny Mandolang, JPKP Papua juga menyampaikan dukungannya secara penuh atas PON XX di Papua pada Oktober mendatang.

“Aman dan sukses, Torang Bisa, NKRI,” ucap Bonny.

Sekretaris Jenderal PWRI, Supriyanto Jagad menegaskan tanah Papua yang diberkahi sumber daya alam agar perlu dijaga dan tetap dipertahankan sebagai satu kesatuan NKRI.

Oleh karenanya kata Supriyanto dengan momen PON XX di Papua sudah selayaknya bumi cendrawasih maju ekonomi nya, maju masyarakatnya atau sumber daya manusianya.

Tak hanya mereka sejumlah selebriti tanah air senior sampai dengan jebolan kontes dangdut pun turut mendukung suksesnya PON di Papua seperti Ike Nurjanah, Risty Tagor, Dedy Dukun, Dul Djaelani, Lia Pecut, Sandy Pas Band, Rizal Jibran dan lainnya yang terangkum dalam video podcasts di akun kanal YouTube ICF TV dan SMI TV. []

Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) merupakan komunitas masyarakat yang terdiri dari pegiat sosial media, baik YouTuber, blogger, vlogger, dan konten kreator, untuk kesekian kalinya , FPMSI senantiasa mengajak warganet dan generasi milenial  untuk turut serta mensukseskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada Oktober 2021 nanti. Seluruh persiapan yang dilakukan sudah sangat maksimal, seperti  pembangunan.infrasttukur  dan pemberian  vaksinasi kepada seluruh atlet yang turut serta dalam PON XX ini. Pemerintah juga berkomitmen memberikan  jaminan keamanan untuk penyelenggaraan PON di Papua  tahun ini.

“Kesiapan yang dilakukan oleh pemerintah dengan dibantu oleh dukungan warganet dan masyarakat lainnya secara masif merupakan sebuah gebrakan seluruh masyarakat agar dapat menyadari bahwa Papua mampu menyelenggarakan acara nasional khususnya PON XX nanti” ujar Ketua FPMSI Rusdil Fikri.

Dengan pencapaian berbagai.pembangunan di Papua pada era pemerintah Jokowi yang telah terukir ini, Rusdil berharap masyarakat khususnya generasi milenial dan warganet dapat  ikut berpartisipasi mendukung  tergelarnya  PON ke XX demi terjalinnya relasi yang kuat dan tekad yang tinggi dalam bingkai persaudaraan  antar daerah.

“Adanya PON XX ini merupakan sebuah wadah untuk menjalin persaudaraan, persatuan dan solidaritas antar daerah dan mendorong Papua untuk semakin maju   sekaligus meneguhkan bahwa Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tak pterbantahkan ” Kata Rusdil.

Rusdil juga mengimbau dan mengajak warganet srrta kalangan milenial  untuk memviralkan konten positif yang menumbuhkan.optimisme serta melawan Informasi hoaks dan Informasi negatif seputar penyelenggaraan PON XX di Papua tahun 2021.

“Mari tumbuhkan minat partisipatif dan kontribusi berbagai kalangan khususnya warganet dan generasi milenial guna melawan berbagai konten hoaks dan provokatif seputar PON XX Papua” tambah Rusdil.

Diketahui FPMSI telah melakukan kampanye literasi positif terkait pelaksanaan PON XX Papua sejak awal maret 2021 dan juga melakukan deklarasi online bersama kalangan warganet nusantara guna dapat ikut berkontribusi  mensukseskan pelaksanaan PON XX Papua tahun 2021. Adapun isi dari Deklarasi online yang dikeluarkan.pada 17 Maret 2021 tersebut yaitu :

Pertama, Siap Menjaga Persatuan Dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945 Serta Kebhinekaan.

Kedua, Siap Bekerjasama Melawan Hoaks Dan Konten Provokatif Di Media Sosial Dalam Rangka Membangun  Optimisme Serta Persatuan Demi Suksesnya  Pembangunan Dan Pelaksanaan  PON XX Papua  Tahun 2021  Untuk Kebangkitan Bangsa di Masa Pandemi.

Ketiga, Siap Menyebarkan Konten Narasi Positif Di Lini Media Publik Guna  Mendukung PON XX di Papua Tahun 2021 Demi Terciptanya Persaudaraan, Persatuan, dan Solidaritas Antar Daerah Menuju Indonesia Maju.