Oleh : Made RAditya )*

Masyarakat di Papua amat antusias dalam menyambut Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX. Pasalnya, PON menjadi sebuah event berlevel nasional yang pertama kali diadakan di Bumi Cendrawasih. PON XX juga jadi ajang pembuktian bahwa pemuda Papua cakap dalam meng-handle sebuah perhelatan besar.

Apakah Anda suka menonton pertandingan sepakbola? Sepakbola memang sebuah olahraga yang disukai banyak orang. Lantas di PON XX, tak hanya ada pertandingan sepakbola, tetapi juga ada bola voli, renang, karate, dan berbagai cabang olahraga lain yang dipertandingkan. Anda jadi puas untuk menyaksikannya lewat layar televisi dan banyak penonton lain yang mendukung atlet dari provinsinya lain-lain.

Sebagai tuan rumah, masyarakat Papua amat antusias dalam menanti pembukaan PON XX, nanti tanggal 2 Oktober. Saat pra-PON sudah ada acara untuk menyambutnya, dan meski diadakan secara virtual, berhasil menarik hati banyak orang. Pasti nanti saat PON dibuka, akan lebih dahsyat lagi pertunjukannya, karena akan diisi oleh 2 artis nasional yang didukung oleh 35 artis lokal.

Para tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan akademisi di Papua menyuarakan kebanggaan rakyat di Bumi Cendrawasih akan penyelenggaraan PON XX. Suksesnya PON adalah harga diri bagi rakyat Papua sekaligus kepercayaan Tuhan melalui pemerintah kepada rakyat Papua, yang harus dijaga dengan baik.

Pendeta MPA Maury sebagai tokoh agama di Papua menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan berharap PON berlangsung aman dan sukses. Semoga rakyat aman-aman saja dan acara ini adalah harga diri bagi seluruh rakyat di Bumi Cendrawasih. Hal ini ia sampaikan saat menjalankan pertemuan secara virtual dengan Menkopolhukam Mahfud MD.

Sementara itu, Ketua MUI Papua KH Saiful Islam Al Payagedari menyatakan bahwa ada harapan PON XX menjadi lokomotif kemajuan Papua. Tujuannya agar maju dan berkembang dengan daerah-daerah lain. ia juga berpesan untuk tidak gamang dengan kejadian di tempat lain (maksudnya yang pernah ada gesekan dengan oknum).

Dalam artian, keberadan PON XX memang menjadi suatu hal yang menarik modernitas Papua. Penyebabnya karena saat ada lomba olahraga, tak hanya GOR dan arena pertandingan yang dibangun, tetapi juga infrastruktur pendukung. Sehingga rakyatlah yang diuntungkan karena mereka jadi bisa melintas di jalan raya beraspal dan mulus, dan mobilitasnya jadi lancar.

Selain itu, pasca PON mereka bisa memanfaatkan GOR dan arena pertandingan untuk tempat berolahraga. Penyebabnya karena fasilitas itu bukan hanya bermanfaat saat lomba saja, tetapi memang bisa digunakan untuk rakyat. Nantinya tim kebanggaan mereka, Persipura Jayapura, bisa bermarkas di Stadion Lukas Enembe yang megah dan memiliki kapasitas penonton lebih banyak (daripada stadion Mandala).

Masyarakat di Bumi Cendrawasih memang sangat antusias dalam menyambut PON, terutama di media sosial. Mereka menyuarakan rasa bahagianya dengan meng-upload foto dan status tentang PON XX, atau gambar maskotnya (Kangpho dan Drawa). PON adalah peristiwa yang baru pertama kali ada di Papua, sehingga wajar jika masyarakat jadi takjub dan gembira.

Mereka juga ada yang mendaftar jadi relawan karena ingin menjadi bagian dari PON XX. Menjadi relawan adalah sebuah kehormatan karena belum tentu orang lain diterima, dan tugas relawan tidak bisa dipandang remeh. Mereka membantu untuk menjaga keamanan di arena PON XX sekaligus mensukseskannya.

Antusiasme masyarakat amat disyukuri karena mereka juga membantu kesuksesan PON XX. Saat acara olahraga ini terselenggara maka dukungan dari warga sipil bagaikan bahan bakar yang membuatnya terus melaju. Kesuksesan PON XX adalah kesuksesan masyarakat Papua, sehingga wajar jika mereka men-support-nya.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Alysa Almira )*

Masyarakat mengapresiasi dukungan Kepala Adat di Papua terhadap Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) Papua XX. Dukungan kepala Adat tersebut diharapkan mampu menyukseskan ajang kompetisi nasional tersebut.

Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Papua semakin dekat, event yang rencananya akan dilakukan di provinsi paling timur Indonesia tersebut tentu saja perlu mendapatkan dukungan dari banyak pihak, tidak terkecuali kepala adat setempat.

Kepala Suku Afaar, Demianus Afaar, menyatakan dukungannya terhadap perhelatan PON XX Papua, khususnya di Kota Jayapura. Demianus menuturkan, pihaknya dari adat sangat mendukung perhelatan multievent terbesar di Indonesia tersebut. Menurutnya, pelaksanaan PON menjadi kebanggaan masyarakat Papua, karena event akbar tersebut merupakan event nasional yang pertama dilaksanakan, khususnya di Kota Jayapura.

Wakil Ketua Sub PB PON Kota Jayapura, Rustan Saru, menyampaikan terima kasih atas dukungan adat yang sudah mengizinkan wilayah adatnya untuk dijadikan sebagai tempat pertandingan cabang olahraga paralayang.

Sementara itu, sejumlah tokoh adat dan pemuda di Papua mengajak semua pihak agar berupaya menciptakan suasana yang aman dan kondusif menjelang pelaksanaan PON. Tokoh adat Kimamburawa sekaligus pemerhati pendidikan di Kabupaten Merauke. Denalus Pakuru, bersama perwakilan masyarakat, menyatakan sikapnya untuk mendukung pelaksanaan PON Papua XX tahun 2021 di Kabupaten Merauke.

Pernyataan ini dilakukan karena melihat even nasional ini sangat penting dan perlu dukungan oleh semua pihak mulai dari kota hingga ke kampung-kampung. Sebab, semakin mendekati pelaksanaannya, belum terlihat gema atau gaung untuk menyambut even tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada penyelenggara untuk segera mensosialisasikan sehingga semua masyarakat bisa melakukan persiapan dan ikut berpartisipasi. Lebih lanjut, Denalus menyampaikan selaku pemerhati pendidikan di Kabupaten Merauke, menuturkan bahwa penyelenggara harus segera melakukan pelatihan-pelatihan atau pembinaan kepada komponen masyarakat yang terlibat.

Ia mengatakan, pada dasarnya masyarakat sudah siap tinggal dari penyelenggara saja yang harus lebih menggerakkan. Khususnya tentang bagaimana kesiapan warga untuk mempromosikan kearifan lokal dengan melibatkan anak-anak muda asli Papua agar memunculkan Kesan bahwa masyarakat Papua menjadi bagian dari PON.

Dengan adanya PON XX, tentu akan terjadi pertukaran budaya dan informasi sehingga komponen yang terlibat perlu meningkatkan wawasan tentang budaya yang ada di Kabupaten Merauke. Ketika Papua ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX delapan tahun lalu, ada harapan yang tersemat bahwa PON bisa menjadi momentum untuk memacu pembangunan infrastruktur olahraga dan perekonomian Papua.

Penetapan tersebut sekaligus menandai untuk pertama kalinya PON akan digelar di provinsi paling timur Indonesua setelah Sulawesi Selatan yang perna menjadi tuan rumah pada 1957 silam. Bagi Papua, PON dinilai menjadi momen yang tepat untuk mempercepat pembangunan di Papua Karena akan ada pembangunan sejumlah infrastruktur dan fasilitas olahraga yang selama ini lebih banyak terfokus di Pulau Jawa saja.

PON Papua 2021 akan digelar di empat wilayah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika dengan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin olahraga dan 679 nomor pertandingan. Multievent tersebut juga akan dihadiri oleh sekitar 6500 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia. Kehadiran mereka tentu saja akan mendorong perekonomian masyarakat sekitar, mulai dari kerajinan, perkebunan hingga pariwisata.

Dalam sejarahnya, event PON merupakan ajang lompatan anak bangsa dari berbagai daerah dalam menunjukkan prestasi untuk negeri agar dapat berbicara di kancah internasional serta dapat membawa merah putih di podium tertinggi. Pelaksanaan PON XX di Papua akan diselenggarakan di 4 wilayah, yakni kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.

Sementara itu, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke dan sejumlah tokoh adat Malind mendatangi Kantor KONI setempat, lengkap mengenakan atribut adat, sekaligus memberikan dukungan penuh untuk terselenggaranya PON XX.

Atas kunjungannya tersebut, Ketua Subda PON Kabupten Merauke, menyatakan rasa terima kasih kepada LMA serta beberapa tokoh adat yang telah datang sekaligus berdiskusi secara langsug. Dukungan dari kepala adat terhadap PON XX tentu saja perlu mendapatkan apresasi, karena melalui tokoh adat-lah, masyarakat di Papua dapat dikondisikan untuk serta merta memeriahkan event 5 tahunan tersebut, sehingga even PON bisa ditangani dengan baik.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Instute

Jakarta – Ketua Bidang II PB PON Roy Letlora menjamin pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX 2021 di Papua akan berlangsung aman. Pasalnya, panitia PB PON XX sejak jauh-jauh hari sudah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“PON ini sudah mundur setahun. Isu keamanan ini sangat sensitif, kami sudah menyiapkannya 4 tahun lalu,” kata Roy dalam program acara dialog Elshinta, Selasa (21/9).

Menurut Roy, pengamanan PON XX tidak hanya melibatkan pihak kepolisian tapi juga TNI, Satpol PP, bahkan masyarakat asli Papua di sekitar venue PON serta melibatkan PAM Swakarsa. Pendekatan menggunakan PAM Swakarsa untuk merangkul dan mengantisipasi kelompok yang berbeda pendapat.

Pengamanan lainnya, kata Roy, menggunakan drone dan helikopter. Panitia dan relawan PON XX yang terlibat juga sudah melalui training Polda Papua. Tujuan training untuk mencegah indikasi terlibat kelompok terlarang.

Ia menambahkan, pengetatan keamanan juga dilakukan di pihak penonton dengan jumlah 25 persen seperti yang ditetapkan. Penonton menggunakan sistem ticketing online. Sistem online dimaksudkan untuk mendeteksi penonton yang masuk. Aparat keamanan akan menyisir penonton apakah masuk dalam daftar orang yang diwaspadai hingga dicekal.

“PON XX Papua adalah Marwah negara. Kami sangat hati-hati mengelola PON ini. PON Papua bukan hanya PON prestasi, tapi Papua bagian NKRI. Kami ajak seluruh saudara kami di Papua, mari sukeskan PON Papua 2021,” tuturnya.

Terkait kejadian penyerangan yang dilakukan kelompok separatis teroris (KST) Papua terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menurut Roy, lokasi tersebut sangat jauh letaknya dari tempat penyelenggaraan PON. Meski demikian, Roy menyebut hal itu sebagai warning, pengalihan agar pihak keamanan fokus Distrik tersebut.

Roy mengatakan, gerakan yang dilakukan kelompok tersebut sengaja dibuat karena isu Papua sangat sensitif untuk di dalam dan luar negeri. Terlebih pada pembukaan PON ada 16 negara yang hadir. Dengan demikian, isu dibuat untuk perhatian negara lain.

Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menyatakan BIN terus mengantisipasi berbagai perubahan dan perkembangan yang ada termasuk pengamanan untuk atlet dan peralatan pendukung keamanan.

“Monitoring dan jumlah pengamanan ditingkatkan dan antisipasi adanya gangguan lainnya,” kata Wawan.

Upaya lainnya, menurut Wawan, kerja sama dengan steakholder, pemerintah daerah, dan aparat keamanan untuk mendeteksi dini. Bagaimana BIN dengan sistem reguler alternatif dan emergency memastikan tidak ada gangguan dalam pelaksaan PON yang diliput banyak pihak termasuk luar negeri.

“Kita tidak ingin kenyamanan atlet terganggu. Kita harapkan berjalan sesuai dengan harapan kita,” tutur Wawan.

Wawan mengatakan, pihak aparat keamanan melakukan penyisiran dari waktu ke waktu agar lokasi penyelenggaraan PON betul-betul steril. Pemerintah juga mendorong literasi untuk menyukseskan perhelatan PON yang masuk kategori langka.

“Ini ajang bergengsi bahwa sukess PON jadi acuan untuk saudara kita yang lain. Mereka merasa memiliki, sukses bukan hanya sisi keamanan juga cabang olahraga. Mohon dukungan dari semua pihak, steakholder, dan masyarakat. Jaga kondusifitas dan nama besar saudara kita, tamu dari berbagai kalangan. Lepaskan pemikiran dan perbedaan. Pada dasarnya PON kepentingan nasional, kepentingan menuju arah bersatu, perbedaan yang ada menuju merekatkan kerukunan sebagai umat manusia seutuhnya. Semangat persatuan,” ujar Wawan.

Oleh : Aditya Akbar )*

Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX bukan sekadar lomba olahraga, tetapi suatu pembuktian yang nyata, bahwa Papua adalah bagian integral dari NKRI. Penunjukan Papua dan Papua Barat sebagai tuan rumah PON adalah sebuah kehormatan besar, sekaligus menunjukkan ke mata dunia bahwa Bumi Cendrawasih masih milik RI.

Untuk pertama kalinya, PON diselenggarakan di Papua dan ini adalah hal yang sangat disyukuri oleh seluruh rakyat di Bumi Cendrawasih, karena mereka dipercaya untuk menjadi tuan rumah sebuah acara berlevel nasional. Masyarakat amat bangga karena pemerintah, khususnya di era Presiden Jokowi, sangat memberi perhatian pada Papua dan mau membuat acara besar di sana.

PON XX bukan hanya ajang untuk berlomba antar cabor dan memperebutkan medali, tetapi menjadi sebuah acara yang membuktikan bahwa Papua adalah bagian dari NKRI. Penyebabnya karena ketika suatu lomba berlevel nasional dilaksanakan di sana, maka secara otomatis akan menunjukkan bahwa Papua adalah provinsi di Indonesia, dan tidak terbantahkan lagi.

Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyatakan bahwa PON XX akan mengubah beberapa pandangan yang menilai bahwa Papua bukanlah bagian dari Indonesia. Pasalnya, Papua menjadi tempat kebhinekaan bangsa Indonesia yang mewakili 34 kontingen atlet dari seluruh provinsi di NKRI.

Dalam artian, saat PON berlangsung, akan terlihat kekompakan para atlet, walau di lapangan mereka berlaga. Ketika PON XX diselenggarakan maka akan ada para pemuda yang mewakili daerahnya, dan mereka memperlihatkan bahwa Indonesia terdiri dari banyak etnis, termasuk Suku Dani dan suku lain di Papua, tetapi tetap bersatu.

Persatuan ini yang akan menampakkan bahwa Papua juga menjadi bagian integral dari Indonesia, baik secara hukum negara maupun hukum internasional. Penyebabnya karena tidak akan terlihat konflik antar atlet dari provinsi yang berbeda dan mereka tidak bermusuhan dengan atlet asli Papua. Mereka merupakan saudara sebangsa dan setanah air dan menyadari bahwa orang asli Papua (OAP) juga merupakan putra Indonesia.

Ketika PON XX diselenggarakan maka akan terlihat banyak atlet yang terdiri dari multi etnis dan keyakinan, tetapi tetap bersatu dalam semangat olahraga. Para atlet Papua juga melangkah dengan penuh percaya diri dan menunjukkan keramahan sebagai tuan rumah. Mereka senang karena bisa bertemu dengan olahragawan lain dan bisa saling sharing di luar arena pertandingan.

Publik akan melihat betapa kompaknya penyelenggaraan PON XX di Papua dan isu-isu yang selama ini meresahkan akan langsung dihantam, karena ternyata salah besar. Berita negatif bahwa di Papua identik dengan OPM akan terhapus, karena mayoritas warga tidak mau bergabung dengan mereka. OPM hanya segelintir oknum yang meresahkan dan mereka jadi pecundang, dan akan terus diberantas oleh aparat karena selalu mengganggu keamanan.

Papua tidak lagi identik dengan istilah ‘memerdekakan diri’ karena buktinya mereka adalah bagian integral dari Indonesia, dan masyarakatnya juga tidak mau mengibarkan bendera bintang kejora (sebagai simbol resmi OPM). Masyarakat malah menunjukkan kesetiaan pada NKRI dan sangat berterima kasih kepada pemerintah, karena di era Presiden Jokowi Papua menjadi sangat maju.

Apalagi dengan adanya PON XX nama Papua akan makin terkenal, baik di level nasional maupun internasional. Bumi Cendrawasih makin menampakkan eksotisme alamnya dan netizen internasional yang melihatnya via video streaming akan terpesona. Ternyata Papua begitu indah dan menjadi objek wisata di Indonesia yang patut dikunjungi.

Penyelenggaraan PON XX membawa banyak dampak positif dan acara ini menunjukkan bahwa Papua adalah bagian integral dari NKRI. Masyarakat di Bumi Cendrawasih amat bangga menjadi WNI dan mereka ikut mensukseskan PON agar berlangsung dengan lancar.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua kembali beraksi dengan membakar puskesmas hingga sekolah di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Tindak lanjut dari aksi tersebut, Polda Papua akan membentuk dua tim khusus untuk memburu para KST Papua.

Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, mengatakan bahwa Polda Papua telah mengirim Tim Khusus ke Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang. Mereka dikirim untuk melakukan penanganan terkait dengan terjadinya tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh KST Papua.

Menyikapi hal tersebut, dosen geopolitik UI yang juga peneliti MPPI, Muhammad Irandito Malik, mengatakan bahwa langkah penindakan dan penegakan hukum yang dilakukan oleh TNI-Polri guna mengamankan PON XX 2021 sudah tepat.

“Penindakan yang dilakukan oleh TNI-Polri terhadap KST Papua bertujuan untuk mengamankan event PON XX 2021, dan hal tersebut sudah tepat”, ujar Irandito.

Lebih lanjut, Irandito mengatakan bahwa perlunya sinergitas masyarakat Papua untuk menyukseskan PON XX Papua yang aman dari potensi ancaman aksi teror KST. Selain itu diperlukan juga dukungan bagi program vaksinasi Menjelang PON XX guna meminimalisir resiko pandemi covid-19.

“Diperlukan sinergitas dari masyarakat Papua guna menyukseskan event PON XX Papua yang bebas dari potensi ancaman aksi teror KST. Selain itu juga diperlukan dukungan bagi program vaksinasi Event PON XX guna meminimalisir resiko pandemi covid-19”, tambahnya.

Pelaksanaan PON XX Papua akan menjadi sorotan media massa dan masyarakat di dalam maupun luar negeri. Hal ini menjadi suatu tantangan bagi Pemerintah bahwa Papua adalah provinsi yang aman dan kondusif, sehingga mampu menyelenggarakan PON XX tanpa adanya gangguan keamanan.

Dalam kaitan itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman optimistis pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua akan berjalan lancar dan aman berkat persiapan yang semakin matang.

KONI memastikan seluruh aspek pendukung dari sektor keamanan, kesehatan, hingga akomodasi berjalan dengan baik untuk kesuksesan ajang olahraga terbesar di Indonesia itu.

“Saya optimistis PON Papua akan menjadi wadah pemersatu bangsa, seluruh kontingen di Indonesia dan warga Papua bersatu untuk merayakan pesta olahraga terbesar di Indonesia,” kata Marciano.

Dalam kesempatan ini, KONI memaparkan sejumlah aspek kesiapan yang menumbuhkan optimisme pelaksanaan ajang multi Event yang digelar empat tahun sekali itu.

Hal itu juga ditanggapi oleh Direktur Eropa I Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Ida Bagus Made Bimantara yang menegaskan bahwa berbagai isu di Papua seutuhnya merupakan urusan dalam negeri, dan seluruh negara memahami dan menghormati posisi Indonesia.

Dunia Internasional perlu memahami bahwa Papua menjadi tuan rumah PON XX dengan berbagai persiapan untuk menaikkan citra Papua di masyarakat. PON di Papua itu bukan hanya kompetisi olahraga semata. Namun PON adalah arena bersama untuk merayakan keragaman, mempertebal semangat persaudaraan dan arena memperkuat persatuan dan kesatuan.

Oleh : Esti Kurniati )*

PON XX akan diselenggarakan di Papua dan akan berdampak positif karena ada percepatan pembangunan dan infrastruktur, khususnya di bidang komunikasi. Pasca PON sekalipun, masyarakat bisa menikmati kemudahan komunikasi dan memanfaatkannya untuk berdagang online.

Apa yang terbayang ketika mendengar kata ‘Papua’? Selama ini, daerah paling timur di Indonesia masih identik dengan wilayah yang jauh dari modernitas. Padahal saat ini Papua sudah sangat maju, bahkan Jayapura dinilai setara dengan kota-kota besar di Amerika Serikat. Kemajuan yang ada tak hanya dari segi pembangunan fisik, tetapi juga infrastruktur untuk mendukung kelancaran komunikasi di sana.

PON XX yang diselenggarakan di Papua adalah momen penting untuk lebih mempercepat kemajuan infrastruktur di sana. Untuk mendukung acara ini, maka perusahaan BUMN di bidang telekomunikasi mendukung, agar komunikasi via telepon dan konektivitas internet berlangsung dengan lancar selama gelaran PON. Sehingga yang diuntungkan tak hanya masyarakat sipil, tetapi juga para atlet, pelatih, dan panitia.

Untuk membangun infrastruktur di bidang telekomunikasi, maka ada jaminan jaringan internet yang stabil, dan sudah berkelas dunia. Diadakan pula reherseal tanggal 2 september 2021, yang dihadiri oleh Ketua Harian PB-PON Yunus Wonda, Sekretaris Umum PB-PON Drs. Elia Loupatty, MM, Direktur Network and IT Solution Telkom Herlan Wijanarko, Direktur Enterprise and Business Service Telkom Edi Witcara, dan beberapa perwakilan lain.

Pertama kali melakukan uji jaringan (reherseal test) sebenarnya dilakukan 3 bulan lalu. Ada pengetesan jaringan internet di Papua, khususnya di daerah-daerah yang menjadi Klaster PON seperti Kota Jayapura. Dalam reherseal test diadakan simulasi ketika ada gangguan dan bagaimana cara mengatasinya. Sehingga nanti ketika PON berlangsung, segala problem yang kemungkinan muncul di lapangan bisa diatasi dengan cepat.

Infrastruktur di bidang telekomunikasi memang sangat penting, karena akan mendukung kelancaran PON XX, baik di dalam arena pertandingan maupun di luar. Ketika jaringan internet lancar maka komunikasi antar panitia dan atlet juga lancar, sehingga meminimalisir miskomunikasi. Acara akan berlangsung tanpa hambatan dan para atlet menjalani lomba dengan hati gembira.

Selain itu, jaringan internet yang kuat akan mendukung para jurnalis yang sedang meliput. Mereka bisa langsung mengirimkan berita ke kantor via email dengan cepat, tanpa takut sinyal tersendat-sendat. Para awak media senang karena di daerah yang jauh sekali seperti di Papua, ternyata jaringan internetnya sangat kuat.

Kuatnya jaringan internet berkat pembangunan infrastruktur komunikasi juga mendukung panitia saat melakukan live streaming. Seluruh WNI akan menonton pertandingan-pertandingan di PON XX karena mereka antusias hendak menyimak lomba-lomba yang seru dan meningkatkan adrenalin. Live streaming juga akan disimak oleh netizen internasional, dan PON XX memang jadi ajang untuk mempromosikan Papua di mata dunia.

Ketika ada jaringan internet yang kuat maka akan sangat bermanfaat, tak hanya ketika penyelenggaraan PON XX tetapi juga sesudahnya. Infrastruktur di bidang komunikasi berguna bagi para murid yang masih sekolah online sehingga bisa belajar dengan lancar. Orang tuanya juga bisa memanfaatkan bagusnya jaringan dengan berdagang di ranah online.

Perbaikan di infrastruktur komunikasi sangat baik demi kemajuan Papua karena saat ini sudah era digital. Semua terjadi berkat PON XX sehingga acara ini bukan sekadar lomba olahraga, tetapi jadi ajang untuk memajukan Papua agar lebih modern lagi.

PON XX membawa banyak sekali manfaat untuk warga Papua. Selain jadi ajang promosi wisata gratis, maka PON akan mempercepat pembangunan dan infrastruktur, khususnya di bidang komunikasi. Sehingga akan menguntungkan masyarakat di Bumi Cendrawasih.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Adityawarman )*

Pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX di Papua memiliki arti penting bagi Indonesia. Selain sebagai ajang perlombaan bergengsi antara daerah, PON XX dapat meningkatkan persaudaraan dan persatuan bangsa menuju Indonesia maju.

Perlu kita ketahui bahwa gagasan awal diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah sebagai gelaran olahraga untuk mencari bibit-bibit atlet dari setiap cabang olahraga di seluruh penjuru Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam keikutsertaan Asian Games pertama pada tahun 1951.
Selain itu karena event ini diikuti oleh seluruh provinsi, maka melalui event PON tersebut diharapkan akan memupuk persaudaraan, persatuan untuk membangun karakter bangsa melalui olahraga.

Undang-undang No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN). Dibuat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa memperkukuh ketahanan nasional serta mengangkat harkat, martabat dan kehormatan bangsa.

Event PON XX yang saat ini diselenggarakan di Papua, tentu saja menjadi sejarah untuk bumi cenderawasih, mengingat selama ini pelaksanaan PON hanya berputar di wilayah barat Indonesia.

Penyelenggaraan PON tentu saja memiliki nilai strategis dari sisi percepatan pembangunan di wilayah Provinsi Papua yaitu, pertama dari sisi ekonomi akan semakin berkembang melalui pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bandar udara dan semakin meningkat sektor informal seperti seperti hotel, restoran dan jasa pariwisata.

Selanjutnya dari sisi sosial-budaya, tentu akan terjadi interaksi sosial yang massive, di mana masyarakat Papua akan didatangi dan berinteraksi dengan saudara-saudara sebangsanya dari seluruh wilayah Tanah Air.

Dari sisi politik, event PON tentu diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah nasional sekaligus mengukuhkan rasa nasionalisme Indonesia di kalangan masyarakat Papua. Meskipun fasilitas olahraga di Papua masih tertinggal ketimbang daerah lainnya yang juga mencalonkan diri sebagai tuan rumah, namun penyelenggaraan PON di Papua dinilai lebih sebagai upaya untuk memperkuat identitas kebangsaan dan solidaritas nasional.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali berharap agar PON 2020 Papua akan menjadi ajang untuk mengukir prestasi serta silaturahmi untuk merakit dan mempererat persaudaraan. Ia juga mengatakan kepada pengurus KONI seluruh Indonesia, Menpora mengatakan selain berlomba untuk mengukir prestasi, ajang PON juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan.

Zainudin juga mengatakan bahwa persiapan fisik dalam penyelenggaraan PON XX, khususnya yang menjadi tanggung jawab Kemenpora telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Dirinya memaparkan, pada umumnya untuk pembangunan fisik dalam rangka persiapan PON XX sudah tidak menjadi masalah, termasuk apa yang sudah menjadi tanggung jawab Kemenpora yakni pengadaan beberapa peralatan cabang olahraga.

Bagi Papua, PON dinilai menjadi momen yang tepat untuk mempercepat pembangunan di Papua Karena akan ada pembangunan sejumlah infrastruktur dan fasilitas olahraga yang selama ini lebih banyak terfokus di Pulau Jawa saja.

PON Papua 2021 akan digelar di empat wilayah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika dengan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin olahraga dan 679 nomor pertandingan.

Multievent tersebut juga akan dihadiri oleh sekitar 6.500 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia. Kehadiran mereka tentu saja akan mendorong perekonomian masyarakat sekitar, mulai dari kerajinan, perkebunan hingga pariwisata.

Sebelumnya Ketua KONI Pusat, Marciano Norman menyebutkan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo bisa menjadi patokan penyelenggaraan PON 2020. Marciano juga memastikan bahwa persiapan penyelenggaraan PON 2020 dapat berjalan dengan baik.

Selain itu vaksinasi terhadap atlet dan masyarakat sekitar venue penyelenggaraan PON Papua 2020 pun sudah dilakukan. Hal ini tentu saja sebagai salah satu tindak pencegahan dari virus Covid-19 yang sampai saat ini masih merebak secara luas.

Dengan adanya vaksinasi, tentu saja interaksi atlet antar provinsi menjadi tidak terlalu mengkhawatirkan, sehingga perhelatan ini dapat terselenggara meski harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Event PON akan melibatkan atlet, pelatih dan ofisial dari seluruh penjuru Indonesia, selain berlomba membela daerahnya, event ini tentu saja akan merekatkan persaudaraan antar atlet dari beragam daerah, tentu saja persaudaraan dan persatuan akan terjalin dalam event ini, selain itu Papua juga mendapatkan keuntungan dengan dibangunnya fasilitas olahraga, sehingga PON di Papua menjadi akselerator kemajuan Papua khususnya di bidang infrastruktur olahraga.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Oleh: Engelbert Wally (Mahasiswa Papua di Kota Surabaya) 

Kehadiran PON XX di Papua tidak hanya bermanfaat bagi para penikmat dan pelaku olahraga seluruh Tanah Air, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang seluas bagi masyarakat lokal, secara khusus di klaster penyelenggara.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan seluruh anggota masyarakat harus memanfaatkan dan menangkap peluang ekonomi dengan hadirnya PON XX di Kabupaten Jayapura. Peluang ekonomi yang terbuka lebar sesungguhnya ketika ribuan orang dari 33 provinsi di Indonesia berada di Papua dalam keterlibatannya di PON XX, baik sebagai atlet, ofisial, maupun peserta pendukung lainnya. 

Selain ekonomi, pembangunan prasarana dan sarana cabang-cabang olahraga di berbagai daerah, tentu diikuti oleh dukungan pembangunan infrastruktur dasar lainnya yang mendukung pengembangan wilayah Papua, baik perumahan, jalan dan jembatan, jaringan air bersih, daya listrik dan telekomunikasi, maupun ruang terbuka hijau yang tertata. Banyak manfaat yang didapatkan dari penyelenggaraan PON XX di Papua.

Selain itu, diharapkan ekonomi kreatif tumbuh, dunia pariwisata hidup, dan semakin bergeliatnya pergerakan barang dan jasa di Papua. Proses menuju PON XX juga semakin memperkuat solidaritas sosial antar-anak bangsa dari berbagai provinsi maupun solidaritas sosial di internal penduduk Papua yang kini berjumlah sekitar 3,5 juta jiwa. Julukan Papua sebagai Indonesia mini menjadi modal sosial, sekaligus modal kultural penduduk yang beragam dalam memperkuat kasih menembus perbedaan. 

Pola distribusi ini sejalan dengan pendekatan kewilayahan adat dalam pembangunan Papua, baik kawasan adat Saireri, Mamta, Mee Pago, Laa Pago, dan Animha. Dengan cara ini, derap pembangunan akan dirasakan secara merata di semua kawasan adat, dan soliditas maupun kebanggaan rakyat Papua tumbuh secara inklusif. 

Maka sudah seharusnya seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut menyukseskan PON XX karena hal ini bagian dari pembangunan Papua. Keterlibatan generasi milenial Papua juga penting dalam kegiatan PON XX untuk mencegah isu-isu sunbang yang akan menghalangi pelaksanaan PON XX Papua nanti.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan 428 unit bus untuk mendukung penyelenggaraaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Perparnas) XVI di Papua.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi melakukan peninjauan dukungan berupa kesiapan kapal yang akan mengangkut bus bantuan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Rabu (11/8/2021). Rencananya, pihaknya akan memberikan dukungan salah satunya berupa bus dan pengemudi sebanyak 428 bus dan 472 awak bus.

Dari jumlah 428 unit bus tersebut terdiri dari 217 unit bus micro 19 seat merupakan pengadaan dan 211 unit bus medium 26 seat yang akan disewa. “Untuk skema pemberangkatan bus akan kita kirim masing-masing dari Tanjung Priok menuju Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke dengan menggunakan KM Dharma Kencana VII dan KM Dharma Rucitra VII,” jelas Dirjen Budi dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (12/8/2021).

Seluruh bus tersebut ditargetkan tiba di masing-masing lokasi paling lambat 1 September 2021. Pola operasi bus saat pelaksanaan PON XX yaitu bus akan melekat kepada atlet dan ofisial dengan sistem shuttle.

“Selain itu untuk memberdayakan masyarakat lokal, maka rekrutmen 261 pengemudi bus pengadaan berasal dari penduduk Provinsi Papua,” jelasnya. “Pengemudi yang direkrut akan diberikan pelatihan keterampilan mengemudi dan hospitality dalam pelayanan.

Sementara pengemudi bus sewa berasal dari perusahaan bus yang disewa,” sambung Budi. Sementara untuk dukungan Perparnas XVI, pihaknya akan menyiapkan sebanyak 120 unit bus mikro pengadaan (eks bus PON XX).