Oleh : Alfisyah Dianasari )*

Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan dan juga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar. Masyarakat pun diimbau tidak khawatir akan stabilitas pangan dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan.

Terus mengupayakan terjadinya kestabilan harga pangan pokok dan strategis nasional, Pemerintah akan saling dukung melalui Badan Pangan Nasional yang bersinergi dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Hal tersebut lantaran menurut Azikin Solthan selaku anggota Komisi IV DPR RI bahwa dua kekuatan besar itu apabila bisa diparalelkan dan saling mendukung akan mampu untuk lebih meringankan beban satu sama lain.

Sebagaimana data yang telah dapatkan oleh pihak Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah bahwa di Provinsi tersebut pada bulan Maret 2022 memiliki sekitar 55.095 ton ketersediaan stok beras. Tentunya jumlah itu dinilai menjadi titik yang cukup dan relatif aman untuk menjamin ketersediaan bahan pangan di bulan Ramadhan bahan hingga Lebaran nanti.

Sempat dikabarkan bahwa beberapa waktu lalu terjadi kelangkaan sembilan bahan pangan pokok, termasuk di dalamnya adalah minyak goreng. Namun ketika dipastikan lagi dan pihak Komisi IV DPR RI menerima laporan dari Perum Bulog, seluruh kelangkaan tersebut sekarang sudah bisa terjamin untuk bisa dipenuhi. Bahkan salah satu yang menjadi penyalur beberapa bahan pangan pokok yang sempat langka seperti minyak goreng adalah ditangani langsung oleh Bulog sendiri.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi DPR, bahwa stok bahan pangan Indonesia bisa dikatakan positif dan telah terjamin ketersediaannya bahkan sampai bulan Mei 2022 mendatang. Sehingga masyarakat dihimbau tidak perlu untuk terlalu panik lantaran memang dalam menghadapi bulan Ramadhan sampai dengan Hari Raya Idul Fitri nanti, semua bahan pangan pokok telah dikonfirmasi memadai.

Dengan jumlah yang sebenarnya telah memadai mengenai ketersediaan 12 komoditas pangan strategis nasional ini sampai akhir Mei 2022, bahkan pada Provinsi Jawa Tengah sendiri dilaporkan bahwa tengah terjadi surplus stok selama bulan Januari hingga April 2022, sebenarnya tantangan ke depan adalah bukan hanya pada menjamin stok pangan saja. Namun justru terletak pada bagaimana caranya untuk terus menjaga kestabilan harga bahan pangan pokok tersebut.

Karena bisa saja dengan ketersediaan yang sebenarnya melimpah dan tidak kekurangan sama sekali, namun ternyata ada pihak tertentu yang dengan sengaja melakukan penimbunan, terutama pada pihak distributor yang membuat seolah di pasaran, bahan pangan tertentu menjadi sangatlah langka sehingga supply dan demand bisa mereka permainan seenaknya dan membuat harga menjadi melambung tinggi.

Maka dari itu harus benar-benar ada sinergitas yang bagus dari Pemerintah, yakni kerja sama yang baik antara Badan Pangan Nasional dengan Perum Bulog untuk tidak hanya menjamin stok yang cukup, namun juga terus melakukan monitoring atau pemantauan terhadap distribusi bahan pangan agar Pemerintah bisa lebih mengendalikan lagi upaya yang mungkin saja akan dilakukan oleh para oknum distributor nakal untuk bisa mempermainkan harga di pasaran.

Distribusi ke masyarakat harus benar-benar terjamin pula dengan berbagai cara pemantauan jika menginginkan harga terus stabil karena supply and demand bisa terus dijaga. Untuk itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebenarnya juga sudah langsung berupaya untuk mengendalikan inflasi tersebut dengan cara meninjau dan melakukan pengawasan secara ketat di gudang maupun di agen mengenai ketersediaan stok pangan dan juga harga bahan pokok di pasar.

Pemerintah mengoptimalkan berbagai cara untuk menjaga stok bahan pangan dan stabilitas harga kebutuhan di pasar. Masyarakat pun diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan panic buying demi terjaganya situasi kondusif selama Ramadhan.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini