Oleh : Thomas Krei )*

Tol laut adalah inovasi baru dalam distribusi barang hingga ke Indonesia timur, termasuk Papua. Dengan adanya tol laut, maka masyarakat Papua akan selalu diuntungkan. Karena mereka bisa mendapatkan sembako dengan lebih mudah dan kualitasnya baik.

Papua dan Papua Barat adalah 2 provinsi terujung di Indonesia timur. Kebanyakan penduduk aslinya mengkonsumsi sagu dan bahan pokok lain. Sementara para pendatang masih makan nasi putih. Memang di sana ada beras, namun harganya tentu berbeda dengan di Jawa, karena ongkos transportasinya mahal. Kebanyakan diangkut via pesawat terbang.

Bagaimana mengatasi mahalnya harga beras, gula, dan sembako lain di Papua? Salah satunya adalah dengan pengiriman via tol laut. Dengan jalur laut, maka bisa menekan ongkos kirim, karena tidak semahal via pesawat terbang. Tol laut nantinya akan menyambung dengan Jembatan Youtefa, sehingga distribusi sembako akan makin cepat.

Yahya Kuncoro, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut menyatakan bahwa KM Logistik Nusantara 2 telah menyalurkan sembako dan bahan pokok lain ke wilayah Papua dan Papua Barat. Rutenya Merauke-Kokas-Sorong-Biak dan Jayapura-Sorong-Merauke. Total ada 21 kontainer berisi beras dan kecap, yang akan didistribusikan.

Keberadaan tol laut sangat berguna, karena jalurnya bisa dilewati oleh KM dan kendaraan lain. Sehingga memudahkan transportasi penduduk dan mereka sangat tertolong oleh infrastruktur penting ini. Distribusi barang penting seperti beras juga lebih mudah. Apalagi akan ada 8 trayek tol laut, sehingga mempercepat pengirimannya.

Masyarakat di wilayah yang ada di ujung seperti Merauke dapat menikmati beras dan sembako lain, tanpa harus harap-harap cemas menunggu kedatangan pesawat. Mereka menunggu kendaraan yang lewat jalur tol laut, dan nantinya bisa menikmati kiriman dari Jayapura. Akan ada pemerataan dalam hak mengkonsumsi sembako.

Selain itu, pengiriman melalui trayek tol laut juga memangkas biaya kirim. Karena harga avtur makin mahal, sehingga pengangkutan via pesawat harganya tinggi. Akan berimbas pula pada harga jual sembako. Tidak semua orang mampu untuk membelinya, padahal beras adalah bahan pokok yang selalu mereka konsumsi.

Ketika biaya kirim bisa ditekan maka harga beras dan sembako lain bisa turun. Hal ini sangat membantu masyarakat, karena bisa makan nasi putih tanpa pusing memikirkan harganya. Sehingga mereka bisa menghemat pengeluaran dan mampu menabung sedikit demi sedikit.

Keberadaan tol laut juga mempermudah pengiriman dari Jayapura ke Merauke dan dari Merauke ke Biak. Pengiriman barang dari ibu kota Jayapura bisa menjangkau wilayah yang sangat jauh seperti Merauke. Sehingga penduduk di sana tidak akan kesulitan mendapatkan barang pokok atau kebutuhan sehari-hari.

Sebaliknya, trayek kendaraan yang lewat tol laut dari Merauke ke Biak akan mempermudah perdagangan. Karena petani dan pengusaha di Merauke bisa menjual hasil bumi dan barang dagangannya, sampai ke wilayah Biak. Ketika transportasi dimudahkan, maka bisnis akan lancar.

Mereka tak perlu bergantung kepada pesawat carteran. Selain sewanya amat mahal, di musim hujan ini amat beresiko untuk terbang. Sehingga lebih aman lewat tol laut. Keberadaan tol itu benar-benar membantu mereka, agar kehidupan jadi makin baik. Karena infrastruktur ini memang didesain untuk menguntungkan masyarakat.

Presiden Jokowi memang sangat perhatian pada rakyat Papua dan membuat tol laut yang memudahkan transportasi mereka. Sehingga semua urusan beres. Pembangunan tol sebagai infrastruktur bukanlah sebuah pemborosan.
Melainkan investasi jangka panjang, agar mempermudah kehidupan warga sipil Papua.
Tol laut sangat membantu distribusi beras dan barang-barang lain, hingga ke Merauke. Masyarakat di pelosok tak akan merasa dianak-tirikan, karena mereka juga bisa menikmati barang kiriman dari Jayapura. Ketika distribusi via tol laut lancar, maka harga sembako bisa ditekan. Karena ongkosnya lebih miring daripada via pesawat terbang.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Semarang

Oleh : Timotius Gobay )*

Jalur tol laut Papua, menjadi sorotan publik. Kiprahnya yang memberikan sumbangsih dalam mobilitas masyarakat, memang patut dibenarkan. Terlebih, masyarakat sekitar mengakui terbantu dengan adanya jalur ini.

Membicarakan pulau paling timur di Indonesia ini tentu akan selalu menarik hati. Tak hanya sumber daya alamnya saja, keramahan penduduknya juga tak perlu diragukan lagi. Meski, tak menampik banyaknya kerusuhan hingga polemik yang kerapkali terjadi disana.

Papua merupakan salah satu pulau yang kini banyak mendapatkan perhatian. Ada banyak sisi terang yang bisa terus dijadikan pegangan. Hingga hal ini mampu menjadi kekuatan untuk terus berbenah, menjadi lebih baik serta menyongsong masa depan.

Dibalik kesedihan hingga krisis ketenangan, salah satu program pembangunan pemerintah, kini tengah jadi perbincangan, yakni Tol Laut. Sebagai salah satu program nasional tol laut Papua yang resmi dibuka awal 2021 ini sangat membantu pendistribusian berbagai macam komoditi di wilayah Papua. Bahkan, telah didapuk sebagai jalur pengiriman bahan pokok penting yang disingkat Bapokting.

Rute Tol Laut berawal dari Papua menuju Papua Barat. Dikatakan, jika jalur jni merupakan PSN atau Progran Strategis Nasional. Tepatnya pada T-19 yang berlokasi dari Utara Papua menuju Selatan Papua.
Dalam keterangannya, Wakil Bupati Merauke Sularso. Menyatakan dirinya sangat mengapresiasi kepala Syahbandar serta Otoritas Pelabuhan atau KSOP Merauke. Tak lupa PT PELNI Merauke juga dinas terkait. Yang mana telah memberikan angin segar atas program tersebut.

Dirinya menambahkan jika progran tersebut sangat membantu masyarakatnya. Ia mengatakan bahwa hal ini bisa terwujud akibat koordinasi seluruh pihak terkait. Sularso mengemukakan jika tol laut ini berjasa besar dalam mendukung mobilitas penduduk.
Salah satunya ialah, membantu kinerja nelayan, masyarakat petani, hingga masyarkat lainnya.
Terlebih lagi masyarakat yang bergelut langsung dengan sektor perdagangan juga pertanian. Sebab, kendala pendistribusian komoditi unggulan berupa beras hasil petani Merauke, terjawab sudah.
Ia turut merincikan jika barang diangkut melalui laut dengan KM. Logistik Nusantara 1. Tepatnya di trip terakhir, di penghujung Desember tahun lalu. Degan total 20 kontainer dengan muatan balik.

Jika ditotal, kontainer ini mencapai 21 dengan 20 kontainer berisi beras sebagai komoditi unggulan. Serta kecap 1 kontainer lainnya. Pengiriman ini mampu menjangkau beberapa wilayah Papua dan Papua Barat sekaligus. Dengan singgah pula disejumlah pelabuhan antara lain, pelabuhan Kokas, Sorong, juga pelabuhan Fak Fak,

Pencapaian besar ini tentunya sangat membanggakan. Selain mampu memberi solusi atas masalah yang lama dihadai. Rampungnya tol laut ini juga mampu mendatangkan lapangan kerja baru. Distribusi bahan pangan hingga kebutuhan lain juga turut lancar.
Tak ada lagi keluhan-keluhan terkait distribusi, khususnya komoditi utama dan unggulan masyarakat Papua, yakni Merauke. Jika pengiriman bahan-bahan pokok ini lancar, akan berdampak baik pula roda perekonomian masyarakat.

Jika yang sebelumnya konsumsi beras terkendala, kini masyarakat bisa memenuhi dengan lebih leluasa. Pun dengan perputaran uang yang semakin baik. Kolaborasi sistem yang hebat ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jika demikian, program pemerintah ini tentu bisa dikatakan berhasil bukan? Ya, awal yang baik di tahun 2021 ini semoga membuka gerbang kesejahteraan, agar rakyat Papua makin jaya.
Harapan kedepan tentu bukan hanya disektor perekonomian saya. Sektor pendidikan hingga kesehatan turut termobilisasi dengan baik. Ketersediaan alat-alat medis hingga perlengkapan belajar. Mampu didatangkan dari daerah lain, maupun sekitar dengan lebih cepat.

Nantinya tak ada lagi kendala terkait pendistribusian barang-barang kebutuhan pokok dan non pokok. Sehingga, ketersediaannya diharapkan lebih dari cukup. Guna memenuhi tingkat konsumsi masyarakat.

Lebih-lebih potensi mengenalkan komoditas unggulan masyarakat Merauke, berupa beras akan lebih luas dan tanpa batas. Dan hal ini lagi-lagi bakal mendatangkan keuntungan bagi masyarakat Papua. Hal ini akan menjadi semacam resolusi yang mampu diwujudkan. Meski dalam prosesnya tentu melewati beragam cobaan. Namun, semua akan sebanding bukan?
Akhirnya, kerja keras seluruh pihak baik dari sektor pemerintahan hingga yang lainnya telah menuai hasil.
Rasa kagum dan puas atas terjawabnya permasalahan rakyat Papua. Tentu membuat pemerintah makin semangat, untuk memberikan perhatian kembali pada Papua. Yang notabene tetap dan akan selamanya jadi bagian NKRI, semangat Papua, Papua Jaya dan bahagia.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Semarang

Oleh : Rebecca Marian )*

Tol laut yang ada di Papua sudah berjalan dengan efektif. Bahkan pengangkutan kontainer barang sudah mencapai 2 kali lipat. Dengan adanya tol laut, maka akan mengatasi masalah harga di Indonesia bagian timur yang terlalu mahal. Karena seak ada tol, transportasi jadi murah dan bisa menurunkan harganya.

Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga wilayahnya dipisahkan oleh lautan. Ketika ada pengiriman barang antar pulau, maka mengandalkan pesawat terbang. Namun harganya cukup mahal, sehingga alternatifnya adalah kapal laut. Untuk mendukung pengiriman barang dengan kapal laut, maka dibangunlah tol laut yang bisa dilalui oleh truk kontainer.

Sejak tahun 2015, tol laut dibangun di Indonesia, atas prakarsa dari Presiden Jokowi. Tol ini menghubungkan antara 1 pelabuhan dengan pelabuhan lain, termasuk di Papua dan Indonesia bagian timur lain. Kelancaran transportasi akan membuat harga barang jadi stabil dan melancarkan perdagangan antar pulau di Indonesia.

Dalam kurun waktu 5 tahun, terjadi kemajuan yang pesat pada pengiriman barang di Papua. Kapal Logitik Nusantara 2 mengangkut kontainer barang berisi beras dan hasil bumi lain dari Merauka, yang sebelumnya lewat tol laut. Bobotnya naik 2 kali lipat dari biasanya. Hal ini memperlihatkan efek positif adanya tol laut di Papua, yakni memperlancar transportasi barang dan memajukan perekonomian.

Capt Bharto Ari Raharjo, Kasubdit Angkutan Laut dan Jasa Ditjen Hubla berharap bahwa kiriman dari Merauke akan meningkat. Sehingga akan ada alternatif pilihan barang yang bisa dinikmati di Jawa. Semoga di Merauke pengiriman via tol laut akan lebih baik, seperti yang ada di daerah lain seperti Maluku Utara dan Sulawesi.

Kelancaran tol laut Papua ini membuktikan bahwa pembangunannya tidak sia-sia. Oknum tak bisa mencemooh ide Presiden karena tol laut ini sangat efektif untuk mengangkut barang dan memperlancar lajunya roda perekonomian di Indonesia timur, khususnya di Bumi Cendrawasih. Sehingga tidak ada ketimpangan di sana dengan di Indonesia barat.

Pembangunan ekonomi di Indonesia akan seimbang, sehingga seluruh WNI bisa sejahtera. Kemiskinan akan diberantas, karena adanya kelancaran transportasi laut, yang berpengaruh pada pekerjaan dan ekonomi mereka. Sehingga kita bisa bebas dari sebutan negara kelas menengah dan pelan-pelan bergerak jadi negara maju.

Selain itu, tol laut akan bisa memperkenalkan hasil bumi Papua ke wilayah lain. Misalnya sagu, pisang, terong, buah matoa, buah merah, dan lain-lain. Sehingga orang yang ada di Bali, Kalimantan, atau pulau lain bisa ikut menikmatinya dan mendapat khasiatnya. Mereka akan tahu bahwa di Papua menyimpan banyak hasil bumi yang bergizi dan bermanfaat bagi tubuh.

Ketika tol laut memperlancar pengiriman barang berupa hasil bumi, maka petani di Papua akan makin makmur. Karena mereka akan memperluas pasarnya, dan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Tak hanya warga di Bumi Cendrawasih yang jadi konsumen, namun juga masyarakat di daerah lain.

Ketika petani jadi makmur, maka ia bisa bertransformasi jadi pengusaha dan tidak mengantungkan diri pada tengkulak. Ia mampu memproduksi bahan pangan yang lebih baik dan lebih banyak, dan dikirim ke daerah luar Papua. Selain itu, karena pengiriman lewat tol laut lancar, maka hasil bumi bisa juga diolah, misalnya jadi tepung, sehingga awet dalam perjalanan.

Keberadaan tol laut di Papua melancarkan transportasi dan pengiriman bahan di wilayah sana. Sehingga masyarakat di daerah lain yang jauh, seperti di Jawa, akan bisa menikmati hasil bumi asli Papua. Tanpa mereka harus jauh-jauh terbang ke Bumi Cendrawasih. Pembangunan tol laut wajib kita dukung, agar kesejahteraan masyarakat Papua meningkat.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta