Oleh : Aulia Hawa )*

Pemerintah Indonesia berusaha keras mengendalikan agar penularan virus Covid-19 ditekan sekecil-kecilnya, sehingga pandemi bisa lekas berakhir. Strateginya adalah dengan vaksinasi door to door dan PPKM yang terus diperpanjang.

Pandemi bagaikan mimpi buruk yang tidak berkesudahan, dan kita semua berjuang agar tidak tertular Corona. Caranya adalah dengan menaati aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah, seperti protokol kesehatan 10M, vaksinasi, dan PPKM. Tidak boleh ada keluhan yang keluar saat menalaninya karena masyarakat wajib memahami, bahwa semua ini demi keselamatan dan kesehatan bersama.

Program vaksinasi nasional dibantu juga dengan vaksinasi door to door yang diinisiasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo menyatakan bahwa vaksinasi door to door merupakan langkah tepat dalam membentuk herd immunity. Beliau juga mengapresiasi BIN yang memiliki ide cemerlang untuk melakukan jemput bola vaksinasi.

Vaksinasi door to door terbukti mampu mengendalikan Corona karena membantu tercapainya target 2 juta suntikan per harinya (di seluruh Indonesia). Setelah 7 bulan vaksinasi nasional maka lebih dari 50% WNI sudah divaksin, dan kekebalan kelompok akan lekas terbentuk. Saat ini sudah ada 15 provinsi yang tidak memiliki angka kematian akibat Corona, termasuk DKI Jakarta, karena bisa jadi pasien sudah divaksin sehingga lekas sehat.

Vaksinasi door to door juga memudahkan masyarakat sipil. Pasalnya, ketika diadakan di Puskesmas, RS, atau tempat umum lain, amat terbatas. Namun ketika petugas kesehatan langsung menemui pemukiman warga, maka akan sangat efektif dan efisien, dan mereka akan disuntik dengan sukarela.

Selain itu, vaksinasi door to door memudahkan masyarakat yang kesulitan untuk pergi ke tempat vaksinasi massal, misalnya karena tidak ada biaya transportasi atau faktor lain. Vaksinasi door to door juga memudahkan penyandang disabilitas, manula, dan ibu hamil, sehingga mereka akan mendapatkan vaksin dan tinggal duduk manis saat mengantri sebelum disuntik.

Selain vaksinasi maka PPKM level juga mampu mengendalikan Corona. Walau aturan lebih dilonggarkan, sejak september 2021, tetapi terbukti angka pasien Covid terus menurun. Jika di bulan juli 2021 yang kena Corona mencapai lebih dari 50.000 orang per harinya, maka di bulan oktober 2021 jumlah pasien ‘hanya’ 700-an per hari, dan diharap akan terus menurun.

Aturan-aturan dalam PPKM level 1-3 memang agak dilonggarkan, di antaranya mobilitas warga. Jika dulu sangat ketat pembatasannya maka sekarang agak diturunkan, tetapi diganti dengan aturan plat kendaraan bermotor ganjil dan genap. Aturan ini, walau agak longgar, tetapi cukup ampuh dalam mengendalikan Corona di Indonesia, karena terbukti menurunkan jumlah pasien Covid dan BOR (tingkat keterisian ranjang) di RS.

Selain itu, saat PPKM level diberlakuan, masyarakat sudah boleh work from office dan anak-anaknya boleh belajar tatap muka. Tentu dengan protokol kesehatan yang ketat. Para guru juga wajib divaksin sebelum sekolah dibuka dan sanitas gedung sangat diperhatikan, dan jika perlu tiap ruangan disemprot disinfektan.

Selama PPKM level, sejumlah pusat perbelanjaan juga memberlakukan aturan ketat, hanya yang boleh divaksin yang boleh masuk dan shopping. Hal ini dibuktikan dari aplikasi PeduliLindungi. Itupun jumlah pengunjungnya dibatasi, maksimal 50%. Hal ini diberlakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus akibat kerumunan di tempat umum.

PPKM dan vaksinasi door to door terbukti ampuh dalam mengendalikan Corona. Ketika mobilitas diatur dan ada aturan-aturan lain, maka penularan virus Covid-19 juga menurun. Selain itu, vaksinasi door to door mempercepat terbentuknya kekebalan komunal dan membantu tercapainya target selesai vaksinasi pada awal tahun 2022.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Edy Kurniadi )*

Masyarakat menyambut positif pelaksanaan vaksinasi door to door yang dilaksanakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Metode tersebut dianggap efektif dalam mempercepat kekebalan komunitas sekaligus menjangkau masyarakat yang kesulitan mendapatkan vaksin Covid-19.

Vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar pemerintah dalam mempercepat kekebalan komunal atau herd immunity. Untuk mempercepat realisasi vaksinasi Badan Intelijen Nasional (BIN) Sumatera Barat berinisiatif melakukan vaksinasi door to door sebagai upaya jemput bola dengan mendatangi masyarakat yang sedang bekerja di ladang untuk selanjutnya diberikan vaksin.

Aksi mendatangi warga ke ladang ini disebabkan karena petugas vaksinator tidak menemukan warga di rumah, karena sebagian warga tengah bekerja di ladang.Kepala BIN Sumatera Barat, Suwondo RB menyatakan dalam keterangan pers-nya, sebelumnya pihaknya memang melakukan vaksinasi ke rumah warga. Tapi karena warga bekerja di landang dari pagi hingga sore, akhirnya diputuskanlah untuk melakukan vaksinasi di ladang tempat warga bekerja.

Suwondo mengatakan ketika tiba di ladang, petugas melakukan sosialisasi dan ternyata masyarakat menyambut kedatangan petugas vaksin dengan antusias.Dirinya menilai, selama ini mungkin karena warga yang pergi bekerja di ladang dari pagi hingga sore hari, sehingga kurang mndapatkan sosialisasi terkait dengan adanya vaksin covid-19.

Suwondo mengatakan, kegiatan vaksinasi tersebut berlangsung secara serentak di sepuluh provinsi episentrum Covid-19 di antaranya, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Selatan dan lain. Di Tengerang Banten, BIN juga mengadakan vaksinasi covid-19 secara door to door. Warga yang mengetahui kegiatan tersebut antusias untuk menunggu antrian vaksin.

Salah satu warga bernama Marisa, mengaku bahwa dirinya menyambut baik atas vaksinasi yang dilakukan dari rumah ke rumah tersebut, karena dapat mencegah kerumunan. Marisa justru berharap agar kegiatan vaksinasi dapat terus berlanjut dan semakin banyak warga yang telah divaksinasi, sehingga dapat membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

Perlu diketahui bahwa Sistem door to door tersebut mengadopsi dari beberapa negara seperti di Afrika, Georgia, Philiphina dan Amerika Serikat. Ternyata vaksinasi secara door to door tersebut dinilai paling efektif, bisa menjangkau sampai 59-70 persen masyarakat secara keseluruhan di negara masing-masing. Diharapkan hal ini juga terjadi di Indonesia, oleh karena itu vaksinasi door to door terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kegiatan vaksinasi dari rumah ke rumah tersebut rupanya mendapatkan dukungan dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto, dirinya mendukung Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah melakukan vaksinasi virus corona (Covid-19) secara door to door. Menurutnya, langkah BIN tersebut akan dapat mempercepat proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.

Aktivis Muhammadiyah yang akrab disapa Cak Nanto tersebut menjelaskan vaksinasi secara door to door yang dilakukan BIN tersebut juga dapat menghindari terjadinya kerumunan dan antrean panjang, khususnya pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Dirinya menilai, cara ini efektif untuk kalangan masyarakat tertentu seperti ibu rumah tangga yang agak kesulitan untuk meninggalkan rumah, termasuk juga para lansia yang rentan terpapar virus corona. Dengan upaya vaksin tersebut, tentu saha pemutusan rantai penularan Covid-19 dapat dipercepat. Dirinya juga memberikan saran kepada BIN, agar upaya ini didukung pula dengan memperbanyak tenaga medis di lapangan sehingga upaya tersebut betul-betul dapat mempercepat vaksinasi door to door.

Di tempat berbeda, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur meluncurkan puluhan ambulans untuk mempercepat penanganan Covid-19. Bukan untuk membawa orang sakit, ambulans-ambulans tersebut merupakan tim vaksinator yang akan mendatangi rumah-rumah warga yang belum mendapatkan vaksin. Ambulans vaksinasi tersebut dilepas oleh pejabat Forkopimda Jawa Timur di Markas Polda Jawa Timur di Surabaya.

Sementara ini, terdapat 29 unit ambulans yang dilepas untuk melaksanakan program vaksinasi secara door to door. Tiap mobil ambulans berisi empat petugas tim vaksinator. Mobil tersebut dilengkapi dengan cool box vaksin dan emergency kit untuk KIPI. Masing-masing ambulans membawa 50-100 dosis vaksin.
Program vaksin door to door ini dilaksanakan bersama dengan tiga pilar, yakni pemprov, TNI dan Polri dengan 29 kendaraan ambulans. Ambulans vaksin door to door merupakan salah satu upaya Forkopimda untuk mempercepat capaian target vaksinasi yang dicanagkan oleh pemerintah.

Vaksin door to door tentu saja bukti kerja keras pemerintah dan jajarannya untuk mempercepat herd immunity, sudah sepatutnya masyarakat tidak menolak saat tiba waktunya vaksin.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Oleh : Dede Sulaiman )*

Vaksinasi Door to Door dan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi strategi jitu pengendalian Covid-19. Dengan situasi Covid-19 yang semakin terkendali, maka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diharapkan akan berjalan optimal.

Karyono Wibowo selaku Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) mengapresiasi langkah lembaga telik sandi (Badan Intelijen Negara) yang ikut serta menjadi pelopor dalam melakukan terobosan vaksinasi jemput bola atau door to door.
Upaya tersebut merupakan langkah yang tepat dalam membentuk herd immunity. Dalam kesempatan talkshow secara live di Radio Muara Jakarta, Karyono mengatakan, vaksin door to door yang dilakukan oleh BIN kemudian disusul TNI/Polri beserta segenap lapisan masyarakat atas instruksi langsung Presiden Jokowi merupakan langkah tepat. Di tengah kondisi seperti saat ini, tentu saja memerlukan langkah progresif dan tepat.

Oleh karenanya, spektrum targetnya harus diperluas tidak hanya di 14 Provinsi, karena dampak vaksinasi ini secara signifikan. Karyono memberikan masukan kepada lembaga yang digawangi oleh Jenderal (pol) Budi Gunawan ini agar dapat lebih mengantisipasi masuknya varian baru sehingga vaksin yang sudah diberikan tidak mubazir.

Kemudian, yang kedua adalah menyelesaikan persoalan kabar bohong atau hoaks di masyarakat. Sementara itu pengamat kebijakan publik, Saiful SH menambahkan, segala upaya demi memutus rantai penularan Covid-19 telah dilakukan oleh pemerintah, diantaranya program vaksinasi Covid-19.

Mengingat kebutuhan di lapangan untuk mempercepat herd immunity secara menyeluruh di Indonesia. Oleh karena itu program vaksinasi door to door yang diawali dan dimulai oleh BIN merupakan langkah yang tepat dan merupakan kebijakan yang merakyat.

Saiful mengatakan, karena pandemi Covid-19 itu bisa juga diartikan sebagai ancaman terhadap keamanan manusia. Ancaman pandemi ini apabila terus menerus mengalami kenaikan, maka sewaktu-waktu akan mengancam stabilitas ekonomi dan stabilitas kesehatan dan berujung kepada stabilitas nasional.

Dirinya menyampaikan alasan mengapa vaksinasi door to door merupakan langkah strategis karena langkah tersebut dinilai mampu memutus rantai penularan pandemi Covid-19. Selain itu pandemi covid-19 merupakan ancaman keamanan manusia baik dari segi kesehatan ekonomi dan stabilitas nasional dan sesuai dengan UU Intelijen Negara No 17 tahun 2011 Tentang pencegahan, penangkalan dan penanggulangan.

Sehingga program vaksin door to door menjadi sangat penting. Mengingat potensi ancaman saat ini bukan dalam bentuk separatisme dan radikalisme. Sebelumnya, Jokowi menilai, bahwa program vaksinasi door to door merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang sangat baik. Pasalnya, petugas akan mendatangi langsung kampung atau rumah masyarakat yang akan divaksin.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun meminta program vaksinasi Covid-19, baik door to door ataupun ke para pelajar terus berlanjut. Ia berharap, program-program tersebut akan membantu membentuk kekebalan komunal atau herd immunity, sehingga masyarakat dapat terlindungi dari penularan virus Corona. Dirinya berharap, dengan adanya program vaksinasi door to door ini, dapat mengurangi penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, kunjungan masyarakat ke gerai vaksinasi di wilayahnya mulai menurun. Sementara itu, capaian vaksinasi telah mencapai 75%. Jumlah penduduk Kota Bekasi yang ditargetkan divaksin sebanyak 2 juta Jiwa. Sampai 3 Oktober kemarin, yang tela divaksin mencapai 75 persen. Untuk mengejar 100 persen, pihaknya bersama dengan TNI dan Polri menggelar vaksinasi door to door.

Pihaknya juga tengah menyiapkan stiker khusus yang akan ditempelkan di rumah-rumah. Stiker ini digunakan sebagai penanda bahwa penghuni rumah sudah mendapatkan vaksin atau belum. Adapun stiker yang sudah disiapkan mencapai 770 ribu, sesuai dengan jumlah keluarga di Kota Bekasi.

Rahmat menuturkan, pemberian vaksin kepada masyarakat merupakan upaya pemerintah daerah untuk melindungi warganya dari paparan Covid-19. Kondisi terkini, kasus Covid-19 di wilayahnya sudah melandai. Bahkan, ia menginginkan apabila ada perpanjangan PPKM masuknya ke level 1. Kini kita bisa melihat bahwa di banyak wilayah di Indonesia, angka terkonfirmasi positif covid-19 telah mengalami penurunan secara signifikan.

Herd Immunity merupakan tujuan utama Pemerintah saat ini, status pandemi harus diakhiri dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi. Pemerintah telah membuat kebijakan bahwa vaksin covid-19 akan diberikan secara gratis kepada masyarakat, sehingga vaksinasi door to door merupakan langkah konkrit pemerintah dalam menekan penularan virus Corona.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Oleh : Kurnia Sandi )*

Pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN) terus mengoptimalkan vaksinasi door to door untuk menjangkau masyarakat. Vaksinasi model ini adalah bentuk pelayanan terhadap rakyat agar mereka mendapatkan perlindungan dari Covid-19 secara cepat.

Apakah Anda sudah divaksin? Saat ini banyak sekali yang menyelenggarakan vaksinasi. Jika dulu hanya ada di Puskesmas dan Rumah Sakit, maka sekarang ada juga di aula universitas, lapangan, dll. Vaksinasi massal memang digalakkan karena berpacu dengan waktu. Makin cepat vaksinasi dilakukan maka makin banyak yang terproteksi dari corona, dan kita bisa bebas dari masa pandemi secepatnya.

Salah satu upaya untuk mendukung program vaksinasi nasional adalah dengan vaksinasi door to door. Vaksinasi yang digagas oleh BIN ini dilakukan langsung ke tengah masyarakat, dan nakes yang akan mendatangi mereka. Vaksinasi door to door sudah dilaksanakan di banyak provinsi di Indonesia dan diusahakan agar lebih luas lagi cakupannya, sehingga semua WNI, walau yang ada di pelosok sekalipun, sudah divaksin.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa vaksinasi dor to door yang dilaksanakan secara jemput bola, mendatangi masyarakat, mendatangi rakyat, petugas datang dari rumah ke rumah, adalah bentu peyananan negara terhadap rakyat. Beliau juga memastikan vaksinasi door to door dilaksanakan dengan baik, dan semoga pemberian vaksin dilakukan di seluruh kota/kabupaten di Indonesia.

Vaksinasi door to door adalah metode baru dalam penyampaian vaksinasi, dan diinisiasi oleh BIN. Vaksinasi model ini amat dipuji karena bisa melayani masyarakat, karena mereka tinggal duduk manis di rumahnya dan mengantri untuk mendapatkan injeksi. Model vaksinasi ini sangat menolong karena tidak usah mengantri lama, seperti saat ada vaksinasi massal yang dilakukan di tanah lapang.

Selain itu, vaksinasi door to door adalah bentuk pelayanan pada masyarakat karena mereka tidak usah keluar biaya transportasi. Mereka hanya perlu berjalan kaki untuk menemui nakes dan diinjeksi vaksin. Hal ini amat menolong masyarakat golongan menengah ke bawah atau yang lokasi rumahnya ada di pelosok, sehingga tidak usah mengeluarkan uang bensin saat akan vaksinasi.

Vaksinasi door to door juga diberikan kepada ibu hamil, karena vaksin corona terbukti aman bagi mereka. Para ibu hamil yang agak kesulitan untuk menuju aula vaksinasi sangat diuntungkan, karena mereka tinggal menunggu kedatangan nakes ke kampungnya. Bahkan di Polres Pekalongan para ibu hamil dijemput oleh petugas lalu diinjesi vaksin, dan mereka mendapatkan haknya untuk sehat.

Selain kepada ibu hamil, vaksinasi door to door juga diberikan kepada para pelajar. Mereka yang berusia 12 tahun ke atas juga berhak untuk mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi door to door yang diadakan di sekolah sangat menguntungkan, karena rata-rata vaksinasi massal hanya untuk yang memiliki KTP. Padahal sebagian besar pelajar belum punya KTP karena masih di bawah umur.

Keberadaan petugas yang membantu dalam vaksinasi door to door amat diapresiasi karena mereka rela untuk blusukan sampai ke tengah kampung dan daerah yang terpencil. Meski harus berlama-lama di jalan dan kepanasan, tetapi melihat senyum masyarakat amat melegakan. Mereka adalah pahlawan vaksinasi karena bisa menjauhkan banyak orang dari bahaya corona.

Vaksinasi door to door wajib dilakukan agar masyarakat memperoleh manfaatnya dan bisa bebas corona secepatnya. Program ini tidak hanya dilakukan untuk warga biasa, tetapi juga untuk penyandang disabilitas dan ibu hamil, karena rata-rata mereka agak kesulitan untuk melakukan mobilitas. Cakupan vaksinasi juga akan diperluas agar makin banyak yang diinjeksi oleh petugas.

)* Penulis adalah kontributor Forum Literasi Banyumas

Program Vaksinasi door to door yang telah dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) terbukti berhasil mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity. Para pengamat kebijakan publik melihat metode vaksinasi covid-19 itu dinilai sebagai langkah yang cukup progresif. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat mendapat pelayanan vaksinasi yang lebih cepat lantaran petugas langsung datang ke rumah warga.

Program ini dilakukan serentak di 14 provinsi dengan menyasar 19.000 warga. Provinsi yang menggelar vaksinasi door to door ini merupakan daerah yang saat ini menjadi episentrum dari penularan Covid-19. Keempat belas provinsi itu yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

Menyikapi hal tersebut, Direktur Makara Strategic Insight, Andre Priyanto, S.Sos., M.A.,M.Si, mengatakan bahwa disiplin prokes dan vaksinasi Covid-19 secara empiris terbukti mempercepat kembalinya aktivitas normal masyarakat.

“Disiplin prokes dan vaksinasi Covid-19 secara empiris terbukti mempercepat kembalinya aktivitas normal masyarakat”, ujar Andre.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan urgensi dari sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (Prokes) 5M, serta partisipasi aktif dalam program vaksinasi. Hal ini agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal.

“Diperlukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (Prokes) 5M, serta urgensi partisipasi aktif dalam program vaksinasi. Hal ini agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal”, tambahnya.

Oleh : Satrio Ramadhan )*

Pemerintah terus merealisasikan target vaksinasi Covid-19 nasional guna mewujudkan kekebalan komunal. Masyarakat pun mengapresiasi percepatan vaksinasi Pemerintah, termasuk vaksinasi door to door yang dilakukan Pemerintah.

Badan Intelijen Negara (BIN) telah menyiapkan ribuan dosis vaksin untuk pelajar SMP-SMA dan Warga di wilayah Jawa Tengah. Hal tersebut bertujuan agar herd immunity atau kekebalan kelompok dapat dicapai sebelum tahun 2021 berakhir, yakni 70% populasi sudah dilakukan vaksinasi. Untuk mencapai target tersebut BIN berinisiatif untuk melakukan vaksinasi secara door to door.

Sistem door to door tersebut mengadopsi dari beberapa negara seperti di Afrika, Georgia, Philiphina dan Amerika Serikat. Ternyata vaksinasi secara door to door tersebut dinilai paling efektif, bisa menjangkau sampai 59-70 persen masyarakat secara keseluruhan di negara masing-masing. Diharapkan hal ini juga terjadi di Indonesia, oleh karena itu vaksinasi door to door terus dilakukan secara berkelanjutan.

Selain protokol kesehatan, vaksin menjadi hal yang penting, sehingga diharapkan masyarakat Indonesia jangan sampai termakan ucapan-ucapan yang muncul di medsos dari beberapa orang yang sangat menyesatkan. Virus Covid-19 ini memang nyata. Sudah memakan banyak korban. Tidak hanya di Indonesia, tetapi semua negara mengalami hal serupa, sehingga semua orang harus pro aktif untuk mendapatkan vaksin. Dengan mengikuti vaksinasi setidaknya langkah tersebut dapat mencegah seseorang dari kematian dan memperbesar kemungkinan untuk bisa sembuh.

Sementara itu, Muhammad Syauqillah selakua Ketua Program Studi Kajian Terorisme Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI berpendapat program vaksinasi door to door yang dicanangkan oleh BIN merupakan langkah yang sangat tepat untuk mengatasi ancaman Covid-19 yang dinilai sangat berbahaya terhadap keamanan manusia.

Menurutnya, Pandemi Covid-19 perlu dilihat sebagai ancaman terhadap keamanan manusia dan oleh karenanya segala tindakan untuk menurunkan infeksi Covid-19 perlu dilaksanakan. Jika Indonesia terus mengalami lonjakan angka kenaikan infeksi virus ini, maka pada gilirannya akan mengancam stabilitas ekonomi dan berujung pada stabilitas nasional.

Kegiatan vaksinasi dari rumah ke rumah tersebut rupanya mendapatkan dukungan dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto, dirinya mendukung Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah melakukan vaksinasi virus corona (Covid-19) secara door to door. Menurutnya, langkah BIN tersebut akan dapat mempercepat proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.

Aktivis Muhammadiyah yang akrab disapa Cak Nanto tersebut menjelaskan vaksinasi secara door to door yang dilakukan BIN tersebut juga dapat menghindari terjadinya kerumunan dan antrean panjang, khususnya pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Dirinya menilai, cara ini efektif untuk kaangan masyarakat tertentu seperti ibu rumah tangga yang agak kesulitan untuk meninggalkan rumah, termasuk juga para lansia yang rentan terpapar virus corona. Dengan upaya vaksin tersebut, tentu saha pemutusan rantai penularan Covid-19 dapat dipercepat. Dirinya juga memberikan saran kepada BIN, agar upaya ini didukung pula dengan memperbanyak tenaga medis di lapangan sehingga upaya tersebut betul-betul dapat mempercepat vaksinasi door to door.

Sementara itu, Pengamat sosial keamanan, Ir Djuni Thamrin, menilai bahwa langkah dari BIN dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi Covid-19. Menurut Djuni, terobosan tersebut perlu didukung oleh semua pihak bahkan perlu ditiru oleh pihak instansi lain. Karena, hal itu akan dapat membuat program vaksinasi cepat terealisasi.

Sebagian masyarakat memang perlu dimaklumi, terkadang memang harus dilayani dengan cara jemput bola, utamanya masyarakat yang kesulitan dalam hal transportasi atau memang memiliki kesibukan di rumahnya. Pada kondisi seperti ini, tentu saja semua pihak harus mengedepankan rasa kemanusiaan dan membuang egonya masing-masing. Dalam program vaksinasi ini, ia mengatakan bahwa yang terpenting adalah adanya tenaga teknisi di lapangan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan vaksinasi.

Djuni menuturkan, masyarakat tidak hanya harus mendukung BIN, tetapi juga harus mendukung siapapun yang dapat menggerakkan proses vaksinasi ini. Apalagi, Indonesia masih tergolong negara yang tingkat vaksinasinya rendah.

Apalagi negara-negara lain sudah sangat solid dalam menjalankan perang total terhadap Covid-19. Karena itu, menurut dia, masyarakat juga perlu mendukung penuh langkah-langkah yang diambil untuk mencegah penularan Covid-19.

Untuk menanggulangi pandemi Covid-19 memang diperlukan tindakan nyata, sebagai masyarakat tentu saja kita bisa memberikan dukungan secara langsung salah satunya dengan menyebarkan informasi pelaksanaan vaksinasi agar Herd Immunity bisa segera kita capai.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Semarang

Oleh : Savira Ayu)

Presiden Jokowi telah menginstruksikan Badan Intelijen Negara (BIN) unutk melaksanakan kegiatan vaksinasi door to door. Masyarakat mengapresiasi kegiatan tersebut karena dapat menjangkau masyarakat yang sulit mengakses vaksin dan mempercepat terbentuknya herd immunity.

Vaksin door to door rupanya menjadi terobosan pemerintah yang patut diapresiasi, selain mengurangi kerumunan karena antrian, vaksin door to door juga dinilai mampu mempercepat Herd Immunity.

Herd Immunity atau kekebalan kelompok menjadi istilah populer yang sering didengar sejak pandemi Covid-19 melanda. Herd Immunity sendiri merupakan situasi di mana sebagian besar masyarakat terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu. Hal ini menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect).

Herd Immunity lah yang saat ini kerap dijadikan target sasaran vaksinasi untuk meningkatkan dan melindungi kesehatan dari penyakit tertentu. Melalui Herd Immunity pula, individu tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga turut terproteksi kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan sasaran vaksinasi.

Persentase orang yang perlu kebal untuk mencapai herd immunity tersebut bervariasu untuk setiap penyakit, misalnya penyakit campak yang membutuhkan sekitar 95 persen populasi untuk divaksinasi.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menargetkan herd Immunity di Indonesia bisa tercapai apabila 70 persen populasi sudah ikut vaksinasi Covid-19. Presiden Joko Widodo sendiri mengungkapkan target herd Immunity di Indonesua dapat tercapai pada Desember 2021.

Perlu kita ketahui bahwa vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu sehingga apabila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Herd Immunity sendiri terjadi ketika sebagian besar komunitas menjadi kebal terhadap suatu penyakit. Hal ini membuat penyebaran penyakit dari orang ke orang tidak mungkin terjadi. Akibatnya, seluruh komunitas menjadi terlindungi bukan hanya mereka yang kebal.

Herd Immunity, memungkinkan untuk melindungi populasi dari penyakit, termasuk mereka yang tidak dapat divaksinasi, seperti bayi baru lahir atau mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Untuk mempercepat herd Immunity, pemerintah melakukan terobosan dengan program vaksin door to door, dimana dalam program ini masyarakat tidak perlu antre menunggu vaksinasi, cukup di rumah saja, petugas medis akan mendatangi dan memberikan vaksinasi. Budi menjelaskan, bahwa vaksinasi door to door tersebut mengadopsi metode yang dilakukan di negara lain. Diharapkan vaksinasi ini dapat menjangkau seluruh kalangan masyarakat.

Metode vaksinasi door to door yang digunakan terbukti mampu meningkatkan partisipasi jangkauan keluarga yang belum mempunyai akses dan yang takut keluar rumah untuk menghindari penularan Covid-19.

Sementara itu, Deputi I BIN Mayjen TNI Agus Yusni melaporkan langsung kegiatan vaksinasi di Cijantung. Dia menjelaskan, vaksinasi door to door ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin vaksinasi tetapi terhambat jarak.

Agus juga mengatakan bahwa pihaknya juga memberikan sembako secara langsung kepada warga. Selain itu, warga yang mempunyai komorbid juga didata. Agus juga mendata masyarakat yang dimungkinkan memiliki penyakit bawaan atau komorbid, di mana masyarakat yang terhalang mengikuti vaksinasi sebagian besar merupakan masyarakat yang memiliki penyakit seperti hipertensi dan diabetes.

Kegiatan vaksinasi dari rumah ke rumah tersebut rupanya mendapatkan dukungan dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto, dirinya mendukung Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah melakukan vaksinasi virus corona (Covid-19) secara door to door. Menurutnya, langkah BIN tersebut akan dapat mempercepat proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.

Aktifis Muhammadiyah yang akrab disapa Cak Nanto tersebut menjelaskan vaksinasi secara door to door yang dilakukan BIN tersebut juga dapat menghindari terjadinya kerumunan dan antrean panjang, khususnya pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Dirinya menilai, cara ini efektif untuk kaangan masyarakat tertentu seperti ibu rumah tangga yang agak kesulitan untuk meninggalkan rumah, termasuk juga para lansia yang rentan terpapar virus corona. Dengan upaya vaksin tersebut, tentu saha pemutusan rantai penularan Covid-19 dapat dipercepat.

Dirinya juga memberikan saran kepada BIN, agar upaya ini didukung pula dengan memperbanyak tenaga medis di lapangan sehingga upaya tersebut betul-betul dapat mempercepat vaksinasi door to door.

Upaya vaksin door to door tentu saja merupakan ikhtiar pemerintah dalam menanggulangi pandemi, kerja keras ini tentu patut diapresiasi karena terobosan ini memiliki visi mempercepat herd immunity dengan cara mengurangi potensi kerumunan.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bandung