Selasa, 28 September 2021 14:57 WIB

Palangka Raya (ANTARA) – Badan Intelijen Negara Daerah Provinsi Kalimantan Tengah memfasilitasi 1.500 dosis vaksin COVID-19 pertama, kepada para pelajar yang berada di Kota Palangka Raya.

Kepala Binda Kalteng Brigjen TNI Sinyo di Palangka Raya, Selasa, mengatakan, vaksinasi massal yang dilaksanakan di SMPN-3 kota setempat, tentunya berkat kerja sama sejumlah organisasi masyarakat dan pemerintah daerah agar pelajar di daerah itu sudah tervaksin semua.

“Kegiatan ini bentuk nyata dari BIN dalam mendukung percepatan capaian target vaksinasi nasional 70 persen, khususnya di Kalteng yang ditargetkan tercapai akhir 2021,” kata Sinyo saat mengecek kegiatan tersebut di SMPN-3 Palangka Raya.

Dia menuturkan, target pelaksanaan vaksinasi yang saat itu dilaksanakan sebanyak 1.500 orang. Dari jumlah tersebut tidak hanya pelajar SMPN-3 saja melainkan sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta juga mengikuti kegiatan vaksinasi tersebut.

Selain itu pula, penghuni panti sosial yang selama ini belum tersentuh program vaksin yang gencar dilaksanakan pemerintah daerah, kini juga didaftarkan dalam vaksinasi tersebut.

“Kegiatan vaksinasi tidak hanya dilaksanakan pada hari ini saja, pada tanggal 30 September 2021 Binda  KAlteng juga melaksanakan kegiatan serupa di SMPN-8 Kota Palangka Raya Jalan Temanggung Tilung dan Hasanka Boarding School pada 2 Oktober 2021,” katanya.

Sinyo menambahkan, untuk jumlah dua lokasi yang melaksanakan kegiatan serupa juga dijatah vaksin sebanyak 1.500 dosis. Hal tersebut dilaksanakan di sejumlah tempat agar para pelajar yang berumur 12 tahun dapat divaksin semua.

Dia mengatakan nantinya proses belajar mengajar tatap muka terbatas, di lima kecamatan yang berada di Kota Palangka Raya dapat terlaksana sesuai harapan, kendati masih di tengah pandemi COVID-19.

“Dengan adanya rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat membentuk herd immunity (komunitas komunal), khususnya pelajar dan remaja. Sehingga dapat lebih siap dalam menghadapi kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) kedepannya,” beber Sinyo.

Berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi vaksinasi, antusias ribuan pelajar dari berbagai sekolah baik SMP, SMK/SMA sederajat mengikuti program vaksinasi sangatlah tinggi.

Pelajar yang masih duduk di bangku SMP ada yang sengaja diantar orang tuanya dan ada juga yang datang sendiri. Mereka ikut mensukseskan program vaksinasi bertujuan agar salah pembelajaran tatap muka di sekolahnya masing-masing bisa segera dilaksanakan.

Pelaksanaan Vaksinasi Massal Pelajar yang diselenggarakan oleh Binda Kalteng, pada tanggal 28 September 2021,
Vaksin 1.500 dosis jenis Coronavac. Vaksinator: 6 Tim (69 orang) dari Dinkes Kota Palangka Raya.
c.Sasaran vaksin sebanyak 1.500 siswa, terdiri dari:
-SMPN 3:  316 orang
-SMK Al Islah: 113 orang 
-SMKN 8: 84 orang
-SMK Borneo: 8 orang
-SMK YPSEI: 8 orang
-SMK Karsa Mulya: 342 orang
-SMAN 4: 232 orang
-SMAN 2: 45 orang
-SMKS Isen Mulang: 21 orang
-SMK Kes Muhammadiyah: 69 orang
-SMAN 1: 60 orang
-SMKN 2: 165 orang
-Panti Sosial Remaja: 32 orang
-Lain-lain:  5 orang

Vaksinasi Massal Pelajar selanjutnya akan dilaksanakan juga pada 30 September 2021, di SMP Negeri Palangka Raya, jumlah sasaran 1.500 pelajar, dan 2 Oktober 2021, di SMA Hasanka Boarding School Palangka Raya, jumlah sasaran 1.500 orang. Sehingga target sasaran bulan September ini sejumlah 4500 pelajar.

Oleh : Arif Rahman )*

Salah satu cara untuk menaklukkan corona adalah dengan vaksinasi dan pemerintah berusaha agar seluruh WNI diinjeksi pada tahun 2022. Tak heran vaksinasi massal makin gencar dilakukan agar Indonesia dapat keluar dari fase pandemi secepatnya.

Sudahkah Anda divaksin corona? Di masa pandemi, vaksinasi adalah syarat wajib, ketika akan bepergian dengan transportasi massal, bahkan saat akan tes CPNS juga harus menunjukkan kartu vaksin. Vaksin sudah digratiskan oleh pemerintah sehingga amatlah aneh ketika tidak ada yang mau disuntik dengan alasan ini dan itu.

Pada awal program vaksinasi nasional, injeksi hanya dilakukan di dalam Puskesmas. Hal ini menyebabkan kuota agak terbatas karena kapasitas gedung Puskesmas yang tidak terlalu besar. Antrian pendaftaran pra vaksin juga cukup panjang sehingga harus berhati-hati untuk menjaga jarak.

Untuk mencapai target tersebut maka diadakan vaksinasi massal. Presiden Jokowi memantau vaksinasi massal yang diadakan oleh BIN di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Beliau ingin agar vaksinasi terus bergulir dan program vaksinasi massal adalah permintaan beliau sendiri, yang dilaksanakan oleh BIN.

Vaksinasi massal akan serentak diadakan di 10 provinsi di Indonesia, yakni di Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Ada 58.000 dosis vaksin yang disuntikkan pada vaksinasi massal ini dan masyarakat siap menyambutnya dengan gembira.

Saat ada vaksinasi massal tentu harus sesuai dengan protokol kesehatan dan jangan sampai menimbulkan kerumunan. Meminimalisirnya dengan cara pendaftaran via online, jadi sampai di tempat peserta tinggal menunjukkan fotokopi KTP dan KK, lalu duduk di tempat yang disediakan. Kursi juga berjarak 1 meter agar tidak berdesak-desakan. Dengan cara ini maka semuanya aman dari corona dan mendapatkan haknya untuk disuntik.

Mengapa harus vaksinasi massal? Pertama, jika hanya dilakukan di dalam Puskesmas, akan lama sekali selesainya. Oleh karena itu lokasi vaksinasi massal yang di aula atau lapangan, akan lebih memuat sampai ribuan orang. Tujuannya agar target vaksinasi selesai hanya dalam waktu 12 bulan (sebelumnya 18 bulan). Sehingga akan terbentuk herd immunity lebih cepat.

Vaksinasi harus berpacu dengan waktu karena virus covid-19 makin bermutasi. Jika awal tahun 2020 hanya ada covid-19 varian Alfa, maka ia bermutasi menjadi varian Beta, Gamma, dan saat ini Mu. Meski varian Mu belum masuk ke Indonesia, tetapi kita harus makin waspada. Ketika banyak yang divaksin dan mematuhi protokol kesehatan maka akan selamat dari ancaman corona varian apa saja.

Kedua, vaksinasi massal akan memulihkan ekonomi nasional. Saat semuanya sudah divaksin maka tidak ada yang kena corona lalu bekerja dengan gembira. Pabrik-pabrik akan beroperasi dengan lancar tanpa takut harus ditutup karena terbentuknya klaster corona di sana. Sehingga roda perekonomian negara bergulir lagi dengan sangat cepat.

BIN juga menyelenggarakan vaksinasi door to door untuk mendukung suksesnya vaksinasi nasional. Dengan metode ini maka akan makin banyak masyarakat yang mendapatkan haknya untuk divaksin, dan mereka yang diuntungkan karena tidak keluar biaya transportasi. Apalagi bagi warga yang menyandang disabilitas, vaksinasi door to door akan menolong mereka yang kesulitan mobilitasnya.

Vaksinasi massal adalah cara pemerintah untuk menghalau corona jauh-jauh dari Indonesia. Masyarakat senang karena makin cepat vaksinasi dilakukan maka makin cepat pula kekebalan kelompok akan terbentuk, sehingga bisa keluar dari status pandemi selekasnya. Mereka antusias mendaftar vaksinasi massal secara online dan mengantri dengan tertib.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Oleh: Astrid Puteri (Peneliti Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia)

Pekan Olahraga Nasional XX di Papua dipastikan akan berlangsung pada Oktober 2021 mendatang, di tengah pandemi Covid-19. Untuk menyukseskan even olahraga berstandar nasional ini, pemerintah dan sejumlah pihak menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat, termasuk para pelajar di Bumi Cendrawasih.

Perhelatan PON XX Papua tidak sekedar pertandingan olahraga biasa, melainkan akan menjadi ajang mengukir prestasi serta silahturami antar putra-putri Indonesia untuk merakit dan mempererat persaudaraan.
Menjelang penyelenggaran even tersebut, sejumlah pihak saling bersinergi melakukan persiapan yang matang agar kegiatan bisa berjalan dengan sukses meski dalam situasi pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama dengan Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua menggelar vaksinasi bagi siswa sekolah tingkat SMP hingga SMA/SMK. Kegiatan ini digelar untuk menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke pada 2-15 Oktober 2021.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Mathius D Fakhiri menuturkan, “nantinya para siswa yang telah divaksinasi akan turut serta menyemarakkan PON dengan menjadi penonton. Pasalnya, surat vaksinasi menjadi syarat bagi masyarakat untuk menonton ajang olahraga tersebut secara langsung.”

Kegiatan vaksinasi pelajar ini diselenggarakan di sejumlah sekolah yang lokasinya berdekatan titik pertandingan. Target pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 12-18 tahun di klaster sekitar venue PON XX sebanyak 57.000 orang. Untuk tercapainya target tersebut, maka kegiatan vaksinasi tidak hanya dilakukan Polda saja, tetapi sejumlah unsur pemerintah baik dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, serta Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua turut memfasilitasi kegiatan yang dinamakan menjadi gebyar vaksin.

Kolonel Inf. Rahmat Puji Susetyo menuturkan bahwa, pelaksanaan vaksinasi massal yang diselenggarakan BIN Daerah Papua turut menggandeng sejumlah rumah sakit (RS) milik TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU) dan rumah sakit milik Polri serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik pemerintah daerah guna mempercepat proses vaksinasi di Kabupaten Jayapura.

Untuk diketahui, Kabupaten Jayapura merupakan salah satu klaster pelaksanaan Pekan Olahraga Nasionala (PON) XX tahun 2021, sehingga ditargetkan minimal 75 % warga di Papua dapat divaksin. Dengan kesadaran dan atusiasme warga Papua akan pentingnya vaksin Covid-19, target penerima vaksin yang sebelumnya hanya sekitar 700 orang per harinya justru melebihi dari 1.000 orang.

Hal ini menjadi kabar baik untuk kita semua, karena nantinya baik atlet maupun orang-orang yang datang akan merasa aman, karena semua warga sekitar sudah di vaksin. Banyaknya masyarakat dan pelajar yang mengikuti vaksin merupakan satu pertanda bagus, karena kesadaran dan antusiasme masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan penyelenggaran PON XX ini telah meningkat.

Oleh karena itu, mari kita dukung program vaksinasi massal di Papua sehingga kesuksesnya penyelenggaraan PON XX Tahun 2021 di Papua dapat terwujud. Bangun narasi positif di berbagai ruang media publik yang dapat menumbuhkan optimisme serta soliditas guna bersama-sama membangun kebanggaan bangsa demi PON XX yang sehat dan aman.